Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Pemalang, DPRD Sebut Kasus Ditangani KPK Jadi Pelajaran

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tim Penyidik KPK menggeledah Rumah Dinas sekaligus Kantor Bupati Pemalang selama tujuh jam lebih mulai pukul 13.15 hingga 20.15 WIB, Jumat (31/7/26).

Tim Penyidik KPK menggeledah Rumah Dinas sekaligus Kantor Bupati Pemalang selama tujuh jam lebih mulai pukul 13.15 hingga 20.15 WIB, Jumat (31/7/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penggeledahan di Rumah Dinas sekaligus Kantor Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, hingga Jumat (31/7/2026) malam.

Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pemalang bersama sejumlah tersangka lainnya. Informasi yang dihimpun, tim KPK yang menggunakan empat unit mobil Toyota Innova tiba di kompleks Pemerintah Kabupaten Pemalang sekitar pukul 13.15 WIB.

Sebelum memulai penggeledahan, penyidik terlebih dahulu berkoordinasi dengan petugas pelayanan tamu, kemudian masuk ke rumah dinas yang juga difungsikan sebagai kantor bupati.

Selain rumah dinas bupati, penyidik juga menyisir sejumlah ruangan di lingkungan Setda Pemalang, di antaranya ruang Sekretaris Daerah (Sekda) serta Bagian Umum untuk mencari dokumen maupun barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Hingga Jumat malam, proses penggeledahan masih berlangsung. KPK juga belum memberikan keterangan resmi mengenai barang bukti yang diamankan dari lokasi penggeledahan.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang, Heru Kundhimarso, menilai langkah penggeledahan yang dilakukan KPK merupakan bagian dari prosedur hukum yang harus dihormati semua pihak.

Baca Juga :  Kepala SMPN 4 Randudongkal Bantah Ada Pengeroyokan, Klaim Tak Pernah Terima Laporan Perundungan

“Penggeledahan di beberapa tempat yang dilakukan oleh tim KPK memang prosedurnya harus begitu. Kita hormati. Dan tentu ini harus menjadi pembelajaran kita bersama,” kata Heru.

Menurutnya, setelah KPK secara resmi menetapkan tersangka dalam perkara tersebut, langkah lanjutan berupa penggeledahan merupakan bagian dari upaya penyidik memperkuat alat bukti.

“Kita hormati dan hargai apa yang sedang dilakukan KPK karena itu memang sudah menjadi kewenangan. Terlebih sudah ada penetapan tersangka yang dirilis secara resmi oleh KPK. Itu berarti penyidik sudah memiliki bukti-bukti yang kuat. Dalam rangka penguatan itu, mungkin hari ini KPK melakukan beberapa langkah, termasuk penggeledahan,” ujarnya.

Meski demikian, Heru berharap kasus hukum yang tengah berjalan tidak mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan publik secara optimal.

“Yang penting pemerintahan di Kabupaten Pemalang tetap berjalan dengan baik. Seluruh jajaran aparatur pemerintah harus tetap memberikan pelayanan publik dan menjalankan roda pemerintahan sebagaimana mestinya. Memang pasti ada dampaknya dari kejadian ini, tetapi harapan kami pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  Curhat dan Minta Bantuan ke Satpol PP, Perempuan di Pemalang Mengaku Jadi Korban Dugaan Pelecehan Pacar

Heru menegaskan DPRD akan terus memantau perkembangan penanganan perkara tersebut, namun tidak akan mencampuri proses hukum yang sedang dilakukan KPK.

“Kita tidak akan ikut mencampuri proses hukum yang dijalankan KPK. Tetapi kami tentu mengikuti perkembangan informasinya sebagai bahan evaluasi. Kami akan terus memantau sampai perkara ini tuntas. Mudah-mudahan cepat selesai sehingga pemerintahan bisa kembali berjalan dengan baik. Ini juga harus menjadi pembelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya..

Penggeledahan di kantor dan rumah dinas bupati merupakan rangkaian penyidikan KPK setelah sebelumnya tim penyidik menggeledah rumah Mohamad Haris alias Gus Haris, orang kepercayaan Bupati Pemalang, di Kecamatan Moga. Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, pegawai KPK Setya Budi Dias Oktavianto, dan Lilik Budi, yang diduga terlibat dalam dua klaster perkara dugaan pemerasan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB