Digitalisasi hingga Kesejahteraan Perangkat Desa Jadi PR Besar PPDI Batang Lima Tahun ke Depan

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Magus Suprayitno resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Kabupaten Batang masa bhakti 2026-2031 dalam Musda di Hotel Dewi Ratih Batang, Minggu (7/6/26). Foto : Istimewa

Magus Suprayitno resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Kabupaten Batang masa bhakti 2026-2031 dalam Musda di Hotel Dewi Ratih Batang, Minggu (7/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Penguatan administrasi berbasis digital dan pengawalan regulasi kesejahteraan perangkat desa menjadi pekerjaan rumah utama yang akan dihadapi Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Batang dalam lima tahun mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan Magus Suprayitno setelah dipercaya memimpin PPDI Kabupaten Batang periode 2026-2031. Sekretaris Desa Kalisalak itu menilai organisasi perangkat desa harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan anggotanya.

Menurut Magus, pembenahan akan dimulai dari penataan administrasi organisasi agar lebih tertib dan profesional, disertai penguatan solidaritas serta kekompakan perangkat desa di seluruh Kabupaten Batang.

“Program pertama yang kami lakukan adalah menata administrasi organisasi, kemudian meningkatkan solidaritas, soliditas, dan kekompakan teman-teman perangkat desa se-Kabupaten Batang,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Baca Juga :  Dugaan Praktik Prostitusi dan WNA Tak Berdokumen Mengemuka dalam Audiensi Warga dengan Pengelola KEK Industropolis Batang

Tak hanya itu, PPDI Batang juga akan mendorong peningkatan kompetensi perangkat desa melalui pelatihan digitalisasi dan administrasi modern. Langkah tersebut dinilai penting agar pelayanan pemerintahan desa mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Dalam program nanti kami akan memasukkan pelatihan terkait digitalisasi dan administrasi perangkat desa agar mampu mengikuti perkembangan zaman dalam penataan administrasi secara digital,” katanya.

Selain transformasi digital, Magus menyebut tantangan terbesar lainnya adalah memastikan implementasi PP Nomor 11 Tahun 2019 yang mengatur hak dan kesejahteraan perangkat desa dapat berjalan optimal di Kabupaten Batang.

Untuk mewujudkan hal itu, PPDI berencana memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Batang sehingga berbagai regulasi turunan yang belum terealisasi dapat segera diwujudkan.

“Kami akan membangun kerja sama dan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Batang untuk terus mengawal implementasi aturan tersebut demi meningkatkan kesejahteraan perangkat desa,” tegasnya.

Baca Juga :  'Kontroversi' Aturan Dam Haji 2026 Menguat KBIHU Batang Sampaikan Kritik Keras, Pemerintah Tegaskan Sudah Lewat Kajian Ulama

Mantan Ketua PPDI Batang, Karnoto, menilai kepengurusan baru masih memiliki sejumlah pekerjaan yang perlu segera dituntaskan. Salah satunya adalah pengawalan Peraturan Bupati dan Peraturan Daerah sebagai tindak lanjut implementasi PP Nomor 11 Tahun 2019 yang hingga kini belum sepenuhnya terlaksana.

Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan perjuangan organisasi sekaligus menjaga soliditas seluruh perangkat desa di Kabupaten Batang.

Dengan fokus pada digitalisasi, penguatan organisasi, serta perjuangan regulasi kesejahteraan, PPDI Batang diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi perangkat desa, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan pemerintahan desa di tengah tuntutan era digital.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan
APBD Batang 2025 Catat Surplus Rp53,47 Miliar, Kas Daerah Sisakan SILPA Hampir Rp200 Miliar
Batang Siapkan Mesin Pengolah Sampah Rp50 Miliar, Sembilan Kecamatan Tak Lagi Bergantung pada Penumpukan TPA
‘Sudah Gajian Tetap, Kok Masih Takut Berinovasi?’ Bupati Batang Sentil Mental Zona Nyaman PNS
Bupati Batang Siapkan Penertiban PKL di Area Publik, Alun-alun dan Trotoar Harus Steril dari Aktivitas Berdagang
Kenaikan Pertamax Berpotensi Ubah Pola Konsumsi Warga Batang, Disperindagkop Pantau Dampak ke Pasar dan Distribusi
Program Seragam Gratis di Batang Libatkan Sekolah Swasta, Penjahit Lokal Diprioritaskan Garap Pesanan
Rem Blong, Tronton Muatan Besi Tabrak Dump Truk di Pantura Batang hingga Terguling

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:59 WIB

Ekonomi Batang Melaju 7,79 Persen, Investasi Tembus Rp7 Triliun dan Ribuan Warga Keluar dari Garis Kemiskinan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:38 WIB

Batang Siapkan Mesin Pengolah Sampah Rp50 Miliar, Sembilan Kecamatan Tak Lagi Bergantung pada Penumpukan TPA

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:07 WIB

‘Sudah Gajian Tetap, Kok Masih Takut Berinovasi?’ Bupati Batang Sentil Mental Zona Nyaman PNS

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:41 WIB

Bupati Batang Siapkan Penertiban PKL di Area Publik, Alun-alun dan Trotoar Harus Steril dari Aktivitas Berdagang

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:36 WIB

Kenaikan Pertamax Berpotensi Ubah Pola Konsumsi Warga Batang, Disperindagkop Pantau Dampak ke Pasar dan Distribusi

Berita Terbaru