PEMALANG, KANALPLUS.ID – Sosok Muhamad Haris alias Gus Haris yang disebut orang dekat Bupati Pemalang selama ini dikenal masyarakat Kecamatan Moga, bukan sebagai politikus. Ia lebih akrab sebagai pendakwah, vokalis grup musik Jayantaka, sekaligus penggerak UMKM di wilayahnya.
Namun, suasana berbeda terjadi pada Jumat (31/7/2026). Rumah pribadi Gus Haris di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Bagi sebagian warga, pemandangan enam mobil KPK yang masuk ke permukiman tersebut menjadi kejadian yang tak pernah mereka bayangkan.
“Jujur kami kaget. Selama ini tahunya Gus Haris orangnya baik. Kami pikir beliau hanya orang dekat Bupati, tidak sampai ikut terseret seperti ini,” kata warga, Fery Rian, Jumat (31/7/2026).
Menurut Fery, Gus Haris merupakan sosok yang cukup dikenal di Moga jauh sebelum dekat dengan lingkaran pemerintahan Kabupaten Pemalang.
“Beliau terkenal sebagai pendakwah, kemudian penyanyi, vokalis band Jayantaka. Orang Moga hampir semua tahu. Bahkan sering disebut Bapak UMKM karena ikut meramaikan Alun-alun Moga,” ujarnya.
Fery mengatakan, meski belakangan lebih dekat dengan aktivitas pemerintahan, Gus Haris dinilai tidak banyak berubah dalam kehidupan sosialnya.
“Masih bergaul dengan warga seperti biasa. Kalau ada kegiatan masyarakat dan beliau bisa hadir ya hadir. Orangnya juga dikenal ringan tangan untuk kegiatan sosial,” terangnya.
Karena itulah, kabar rumah Gus Haris digeledah KPK membuat banyak warga terkejut.
“Kita tahu beliau dulu tim sukses saat Pilkada. Setelah itu memang sering terlihat di acara-acara pemerintah. Tapi kalau disebut orang dekat Bupati, kami juga baru tahu belakangan,” ungkapnya.
Penggeledahan berlangsung lebih dari tiga jam. Enam mobil KPK yang dikawal satu kendaraan kepolisian memasuki Jalan Belimbing, Desa Banyumudal, sekitar pukul 08.00 WIB.
Menurut Fery, proses penggeledahan berlangsung tertib dan disaksikan banyak warga yang memadati sekitar lokasi.
“Enggak ada penolakan. Warga cuma melihat dan banyak yang merekam pakai handphone,” jelasnya.
Dari rumah tersebut, penyidik mengeluarkan tiga unit sepeda motor Harley-Davidson menggunakan mobil derek. Selain itu, beberapa kardus berisi barang bukti juga terlihat dibawa menuju kendaraan KPK.
“Iya, tiga Harley dibawa pakai towing. Selain itu ada beberapa kardus, tapi warga tidak tahu isinya apa,” beber Fery.
Usai penggeledahan, rombongan KPK meninggalkan lokasi menuju arah Pemalang untuk melanjutkan rangkaian penggeledahan di lokasi lain.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













