Bos Royal Phone yang Hilang Ternyata Ditemukan Tewas di Dalam Mobil, Polisi Dalami Dugaan Perampokan Berujung Maut

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Honda Jazz milik bos konter Ambarawa diamankan di Polres Semarang, Jumat (7/8/26). Foto : Istimewa

Honda Jazz milik bos konter Ambarawa diamankan di Polres Semarang, Jumat (7/8/26). Foto : Istimewa

KANAL SEMARANG – Misteri hilangnya pemilik Counter HP Royal Phone di Ambarawa akhirnya terungkap. Candra Waskito (25), yang sebelumnya dilaporkan menghilang bersamaan dengan raibnya mobil Honda Jazz miliknya usai dugaan perampokan di tokonya, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil tersebut di wilayah Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Penemuan korban menghubungkan dua peristiwa yang sebelumnya ditangani secara terpisah, yakni dugaan pencurian dengan kekerasan di Counter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, dan penemuan jenazah di Kabupaten Grobogan yang berjarak sekitar 46 kilometer dari lokasi toko.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana membenarkan bahwa korban yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz merupakan pemilik Counter HP Royal Phone.

“Untuk dugaan sementara merupakan tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Saat ini kami masih melaksanakan penyelidikan melalui serangkaian olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Sebelumnya, kasus ini bermula ketika para karyawan Royal Phone mendapati toko belum juga dibuka hingga Kamis siang. Setelah berulang kali menghubungi Candra tanpa jawaban, mereka akhirnya mendobrak pintu toko.

Baca Juga :  Bus Antar Kota Disusupi Kurir Sabu, Kondektur di Semarang Ditangkap Saat Bertugas di Gerbang Tol Banyumanik

Di dalam, kondisi konter ditemukan berantakan. Seluruh stok telepon seluler dilaporkan hilang, sementara tiga unit kamera CCTV ditemukan telah dicopot dan dirusak. Mobil Honda Jazz milik korban juga tidak berada di lokasi.

Di waktu yang hampir bersamaan, warga Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, dibuat penasaran dengan keberadaan sebuah Honda Jazz hitam yang terparkir sejak pagi di depan gudang kosong.

Kecurigaan muncul setelah warga melihat bercak darah pada bagian pelat nomor kendaraan. Saat bagasi dibuka, mereka menemukan seorang pria dalam kondisi telungkup dengan kepala terbungkus. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dari hasil identifikasi, jenazah dipastikan merupakan Candra Waskito, pemilik Counter HP Royal Phone yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Menindaklanjuti perkembangan tersebut, Satreskrim Polres Semarang berkoordinasi dengan Polres Grobogan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, identifikasi korban, serta mengumpulkan barang bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.

AKP Bodia mengatakan penyidik masih mendalami hubungan antara dugaan pencurian dengan kekerasan di Counter HP Royal Phone dengan penemuan korban di Grobogan.

Baca Juga :  Warga Dikagetkan Pria Bersimbah Darah Minta Tolong, Korban Alami Banyak Luka Tusuk

“Saat ini seluruh fakta, barang bukti, dan keterangan saksi masih kami kumpulkan. Tim penyidik bekerja secara intensif untuk mengungkap kronologi secara utuh, termasuk memastikan apakah kedua peristiwa tersebut saling berkaitan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian,” katanya.

Polisi juga belum dapat memastikan seluruh kronologi yang dialami korban sejak meninggalkan tokonya hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil pribadinya. Penyidik masih memburu pelaku sekaligus mendalami motif di balik dugaan pencurian dengan kekerasan tersebut.

Untuk kepentingan penyelidikan dan autopsi, jenazah Candra Waskito telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Semarang. Sementara itu, polisi terus memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti guna mengungkap pelaku serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Kasus ini menjadi perhatian karena diduga tidak hanya melibatkan aksi pencurian, tetapi juga berujung pada hilangnya nyawa pemilik usaha. Hingga kini, kepolisian masih bekerja mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk
Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi
Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit
Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar
Polresta Batang Ungkap Peredaran 779 Gram Sabu, Kurir ‘Kuda’ Ditangkap di Banyuputih
Jukir Viral di Pekalongan, Polisi Ingatkan Jangan Paksa Pengendara Bayar Parkir Tak Resmi
Viral Jukir di Jalan Hayam Wuruk, Polisi Bakal Tertibkan Parkir Tak Resmi di Pekalongan
Viral Jukir Diduga Premanisme di Jalan Hayam Wuruk Pekalongan, Polisi Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Rekonstruksi Kasus Mamat Godril Kota Pekalongan, Korban Sempat Kabur Minta Tolong Malah Dikejar dan Kembali Ditusuk

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Sidang Praperadilan Perkara Padepokan Padang Ati Ditunda, Polisi Kirim Surat Resmi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Remaja di Batang Diduga Hendak Tawuran, Polisi Sita Sabit hingga Celurit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Foto Sekali Lihat di Fitur What’s App Berujung Pemerasan, Warga Batang Dipaksa Bayar Rp500 Ribu Usai Diancam Gambar Disebar

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Polresta Batang Ungkap Peredaran 779 Gram Sabu, Kurir ‘Kuda’ Ditangkap di Banyuputih

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB