Batang Tak Lagi Dijual sebagai Kawasan Pabrik, Tapi Kota Masa Depan Bagi Insinyur Jepang

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Indonesia - Japan Inevestement Forum 2026 berlaungsung di Tokyo, Jumat (22/5/26). Foto : Istimewa

Indonesia - Japan Inevestement Forum 2026 berlaungsung di Tokyo, Jumat (22/5/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah persaingan menarik investor global, KEK Industropolis Batang memilih menjual sesuatu yang tidak biasa di Jepang: bukan sekadar lahan industri, tetapi konsep ‘kota masa depan’ untuk para insinyur, peneliti, dan industri teknologi tinggi.

Gagasan itu dibawa langsung dalam rangkaian forum investasi Indonesia–Jepang di Tokyo pada 22 Mei 2026. Namun yang menarik, promosi KEK Batang kali ini tidak hanya berbicara soal pabrik, insentif pajak, atau kemudahan perizinan.

Manajemen KEK Batang justru melakukan ‘belajar kota’ ke Tsukuba Science City, kawasan riset dan teknologi Jepang yang dikenal sebagai rumah bagi ilmuwan, pusat inovasi, sekaligus kota dengan tata ruang modern dan ramah hunian.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Batang sedang disiapkan bukan hanya sebagai tempat produksi industri, tetapi kawasan yang ingin membuat talenta global betah tinggal dalam jangka panjang.

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta, mengatakan konsep pengembangan kawasan industri kini tidak lagi cukup hanya menyediakan area pabrik.

Baca Juga :  Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan

Menurutnya, kawasan industri masa depan harus mampu menarik sekaligus mempertahankan sumber daya manusia berkeahlian tinggi.

“KEK Industropolis Batang berkomitmen mentransformasikan Batang menjadi pusat inovasi berkelanjutan,” ujarnya dalam siaran yang diterima kanalplus.id, Selasa (26/5/2026).

Dari kunjungan ke Tsukuba, KEK Batang mempelajari integrasi antara kawasan industri, pusat riset, hunian berkualitas, ruang terbuka hijau, hingga sistem transportasi yang efisien.

“Konsep itu nantinya akan diterapkan untuk mendukung sektor industri masa depan seperti ekosistem kendaraan listrik, perangkat medis, elektronik, hingga energi terbarukan,” jelasnya.

Ia mengatakan pendekatan tersebut dinilai penting karena persaingan investasi global kini tidak lagi hanya soal murahnya biaya produksi, tetapi juga kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan tenaga kerja profesional.

Dalam forum bisnis Indonesia–Jepang yang dihadiri lebih dari 100 investor dan pelaku industri internasional, Indonesia juga menawarkan kombinasi kemudahan perizinan, insentif fiskal, serta penguatan standar industri berbasis ESG.

Baca Juga :  Investasi Batang Tembus Rp6,19 Triliun Semester I 2026, PMA Mendominasi dan Serap 5.396 Pekerja

Irma menyebut pertumbuhan investasi hilirisasi di Indonesia yang meningkat lebih dari 43 persen pada 2025 membuka peluang besar bagi Batang menjadi rantai pasok strategis kawasan Indo-Pasifik, terutama pada sektor mineral penting seperti nikel dan kobalt.

Dukungan juga datang dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, yang menilai KEK Batang memiliki daya tarik kuat bagi investor teknologi Jepang.

Menurutnya, stabilitas sistem keuangan nasional, skema transaksi mata uang lokal, hingga kesiapan infrastruktur membuat kawasan tersebut mulai dipandang sebagai titik ekspansi baru industri Jepang di Indonesia.

Rangkaian agenda di Tokyo ditutup dengan sesi business matching bersama sejumlah mitra strategis Jepang untuk membahas peluang kerja sama dan skema investasi lanjutan.

Di balik promosi investasi itu, ada pesan yang mulai terlihat jelas: Batang tampaknya tidak ingin hanya dikenal sebagai kawasan industri, tetapi sedang mencoba menjadi kota industri modern yang hidup 24 jam — tempat orang bekerja, meneliti, sekaligus tinggal.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru