BATANG, KANALPLUS.ID – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang menemukan tiga ekor sapi kurban yang berasal dari luar daerah diduga terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat melakukan pengawasan. Tiga sapi tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Warungasem dan diketahui berasal dari Jawa Timur.
Dokter Hewan Dispaperta Batang, Ambar Puspitaningsih, mengatakan temuan itu diperoleh saat tim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di lapak dan kandang penjualan ternak menjelang Iduladha.
“Sudah kami ambil sampel swab dan dikirim ke Balai Veteriner Semarang untuk pemeriksaan laboratorium. Untuk sementara hewan dipisahkan dari ternak lain, diobati sampai sembuh, dan tidak direkomendasikan dijual untuk kurban tahun ini,” katanya kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Temuan tersebut membuat pengawasan terhadap hewan kurban, terutama sapi dari luar daerah, diperketat. Dispaperta kini memfokuskan pemantauan pada lapak-lapak penjualan hewan kurban dadakan yang mulai bermunculan di pinggir jalan.
Salah satu lokasi yang diperiksa berada di Jalan KH Achmad Dahlan, Kabupaten Batang. Di lokasi itu, petugas memeriksa kondisi fisik ternak mulai dari mulut, kulit, hingga kesehatan umum hewan.
Menurut Ambar, pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK maupun Lumpy Skin Disease (LSD) yang masih menjadi perhatian meski kasusnya mulai menurun.
“Fokus kami masih PMK dan LSD. Memang trennya sudah menurun, tetapi hewan pendatang tetap harus diawasi ketat,” ujarnya.
Sebanyak 21 petugas kesehatan hewan diterjunkan ke 15 kecamatan guna melakukan pemeriksaan kandang penyedia hewan kurban hingga lapak penjualan sementara.
Dari hasil pemeriksaan sebelumnya, Dispaperta juga telah menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) bagi ternak yang dinyatakan sehat dan layak dijual untuk kurban.
Selain sapi, pemeriksaan juga menyasar kambing, terutama untuk mendeteksi penyakit kulit seperti scabies yang kerap muncul pada ternak.
Di tengah meningkatnya pengawasan, Dispaperta memperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Pada Iduladha sebelumnya, jumlah sapi kurban di Batang tercatat lebih dari 1.500 ekor, sedangkan kambing mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor.
“Prediksi tahun ini sedikit menurun, kemungkinan dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat,” jelas Ambar.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









