KANAL PEMALANG – Misteri kematian Ahmad Al Fian (14), siswa SMP Negeri 4 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, mulai terkuak. Satreskrim Polres Pemalang menyatakan proses penyidikan kasus tersebut telah mencapai 90 persen dan nama-nama yang mengarah sebagai terduga pelaku mulai mengerucut.
Kabar terbaru ini menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya polisi melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap sejumlah saksi untuk mengurai penyebab kematian pelajar asal Desa Semingkir tersebut.
Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP Faizal Wildan mengatakan, penyidik kini tinggal menyempurnakan alat bukti sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.
“Bismillah, penyidikan sudah 90 persen,” kata Wildan saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Ia mengungkapkan, penyidik juga telah memperoleh sejumlah nama yang mengarah sebagai terduga dalam kasus tersebut.
“Sudah mengerucut (jumlah) yang sebagai terduga. Saat ini kita sedang menyempurnakan (alat bukti),” ujarnya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun jumlah orang yang dimaksud. Penyidik masih memastikan seluruh alat bukti dan keterangan yang diperoleh memiliki keterkaitan yang kuat sebelum menetapkan langkah hukum.
Perkembangan ini menyusul pemeriksaan intensif yang dilakukan polisi sehari setelah Al Fian meninggal dunia pada 2 Agustus 2026.
Sedikitnya 13 orang telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Pemalang. Mereka terdiri dari sejumlah siswa SMPN 4 Randudongkal serta ibu kandung korban.
Pemeriksaan dilakukan untuk mencocokkan keterangan para saksi dan mengurai peristiwa yang dialami korban sebelum meninggal.
Langkah tersebut menjadi penting karena pada tahap awal penyelidikan, polisi menemukan adanya keterangan yang belum sepenuhnya konsisten sehingga perlu didalami kembali.
Kini, setelah serangkaian pemeriksaan dan pendalaman dilakukan, penyidik menyatakan arah kasus semakin jelas.
Salah satu hal yang masih ditunggu adalah hasil resmi autopsi korban. Dokumen dari tim forensik tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai penyebab kematian Al Fian.
Wildan memastikan hasil autopsi resmi tersebut akan segera diterima dan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan penyidikan.
“Hasil autopsi secara resminya belum keluar. Tunggu besok ya,” katanya.
Dengan penyidikan yang disebut telah mencapai 90 persen, publik kini menunggu dua hal, yakni hasil resmi autopsi dan keputusan polisi mengenai langkah hukum terhadap pihak-pihak yang telah mengerucut sebagai terduga.
Al Fian merupakan siswa baru kelas 7 SMPN 4 Randudongkal. Sebelum meninggal, korban dilaporkan mengalami sakit selama sekitar enam hari.
Dalam perjalanan kasus tersebut, muncul dugaan korban mengalami perundungan hingga kekerasan oleh sesama teman sekolah. Dugaan itu mencuat setelah korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian dada dan pundak serta mengalami muntah darah sebelum akhirnya dilarikan ke ICU RS Muhammadiyah Mardhatillah Randudongkal.
Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pemalang. Plt Bupati Pemalang Nurkholes sempat mendatangi SMPN 4 Randudongkal dan rumah duka di Desa Semingkir.
Pemkab Pemalang bersama Dinas Pendidikan juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Sekolah Ramah Anak serta menyiapkan rencana pemasangan CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan di lingkungan sekolah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













