Respons Keluhan Nelayan, Pemkab Batang Siapkan Kapal Keruk Baru Rp5 Miliar Atasi Sedimentasi Muara

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Melalui APBD Perubahan 2026, Pemkab Batang mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk pengadaan kapal keruk baru, Rabu (29/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Melalui APBD Perubahan 2026, Pemkab Batang mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk pengadaan kapal keruk baru, Rabu (29/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Batang menyiapkan langkah konkret menjawab keluhan nelayan yang selama ini kesulitan keluar masuk pelabuhan akibat sedimentasi di sejumlah muara sungai. Melalui APBD Perubahan 2026, Pemkab mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk pengadaan kapal keruk baru.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan pendangkalan muara yang selama ini menjadi hambatan utama aktivitas nelayan, terutama menjelang musim baratan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang, Budhi Santosa, mengatakan sedimentasi di muara sungai sudah menjadi persoalan klasik yang terus dikeluhkan para nelayan.

“Permasalahan yang sangat klasik adalah muara sungai yang pengendapannya sudah dianggap parah,” kata Budhi, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, pendangkalan muara membuat kapal nelayan kesulitan berlabuh, bertambat, hingga keluar menuju laut sehingga berdampak langsung terhadap produktivitas para nelayan.

Sebagai solusi, Bupati Batang mendorong pengadaan kapal keruk baru melalui APBD Perubahan 2026. Armada tersebut ditargetkan sudah bisa dioperasikan sebelum memasuki musim baratan pada akhir tahun.

Baca Juga :  Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

“Harapannya mendekati Desember sudah ready. Kita usahakan secepatnya terealisasi,” ujarnya.

Selain membeli armada baru, pemerintah juga akan memperbaiki kapal keruk lama yang dibeli pada 2013 agar kembali beroperasi. Dengan demikian, Batang nantinya memiliki dua kapal keruk yang dapat bekerja secara bersamaan.

“Yang satu pengadaan baru dan perbaikan yang lama,” jelas Budhi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Penguatan Daya Saing DKP Batang, Ibnu Abihatim, mengatakan kapal keruk baru diproyeksikan mampu melayani lebih banyak wilayah, tidak hanya di muara utama tetapi juga kawasan Roban, Celong, hingga Siklayu.

“Harapannya ke depan muara-muara sungai yang ada di Batang itu kita bisa melakukan perawatan,” katanya.

Ibnu menjelaskan, anggaran sekitar Rp5 miliar tersebut digunakan untuk pengadaan dua komponen utama, yakni ekskavator dan ponton. Proses pengadaan ditargetkan rampung sekitar November 2026 karena pembuatan ponton memerlukan waktu perakitan sekitar satu hingga dua bulan.

Baca Juga :  Truk Muatan Hebel Terguling Usai Tabrak Tiga Kendaraan di Pantura Plelen Batang, Empat Orang Luka

Menurutnya, keberadaan dua armada kapal keruk akan membuat pemeliharaan muara dilakukan secara rutin sepanjang tahun. Kapal lama difokuskan menangani alur sungai, sedangkan kapal baru diprioritaskan mengeruk sedimentasi di kawasan muara.

Strategi tersebut dinilai penting mengingat sedimentasi terus terjadi akibat material pasir yang terbawa ombak dari laut maupun endapan yang datang dari aliran sungai di bagian hulu.

Selain mendukung kelancaran aktivitas nelayan, pengerukan sedimentasi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi potensi banjir. Selama ini DKP Batang berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam membersihkan lumpur dan sampah di sejumlah sungai, termasuk kawasan eks Sungai Sambong.

Dengan tambahan armada tersebut, pemerintah berharap akses keluar-masuk kapal nelayan menjadi lebih lancar sekaligus menjaga produktivitas sektor perikanan tangkap yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat pesisir Batang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat
KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:50 WIB

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Berita Terbaru

Lurah Sumbangkulon Agatha Franky Irawan mengungkap kondisi mental panitia karnaval yang terganggu lantaran tekanan dan serangan di media sosial pasca aksi teatrikal yang banyak mendapat hujatan di dunia maya, Selasa (15/9/26).

Pekalongan

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:41 WIB