Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

- Jurnalis

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penyempitan jalan di Jembatan Gambyang Kecamatan Subah menjadi biang kerok kemacetan akses menuju dan keluar dari KITB, Senin (31/8/26). Foto: Ilustrasi AI

Penyempitan jalan di Jembatan Gambyang Kecamatan Subah menjadi biang kerok kemacetan akses menuju dan keluar dari KITB, Senin (31/8/26). Foto: Ilustrasi AI

BATANG – Antrean kendaraan menuju Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) kerap mengular di jalur alternatif wilayah Subah. Salah satu penyebab utamanya berada di Jembatan Gembyang yang hingga kini hanya cukup dilalui satu mobil.

Kondisi itu membuat kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas. Saat arus kendaraan meningkat pada jam berangkat dan pulang kerja, antrean pun mudah mengular panjang.

Camat Subah Muhammad Yasin mengatakan jalur dari Wuni menuju kawasan utara hingga timur laut menjadi salah satu akses yang banyak digunakan pekerja KITB. Kepadatan biasanya terjadi pada pagi dan sore hari.

“Jembatan Gembyang itu masih sangat sempit, hanya selebar satu mobil. Jadi, ketika ada mobil dari arah Kemiri Timur maupun arah Pantura, terpaksa harus saling bergantian,” kata Yasin, Senin (31/8/2026).

Baca Juga :  Investasi Batang Tembus Rp6,19 Triliun Semester I 2026, PMA Mendominasi dan Serap 5.396 Pekerja

Menurut dia, persoalan semakin terasa ketika ada kegiatan besar di kawasan industri. Saat itu, arus kendaraan dari Banyuputih dan Kemiri Timur Subah bertemu di jalur yang sama sehingga volume lalu lintas meningkat tajam.

Selain Jembatan Gembyang, penyempitan jalan di sekitar pertigaan Kemiri Timur juga ikut memperparah kemacetan. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya lebar membuat kapasitas jalur tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas.

Pemerintah Kecamatan Subah kini mendorong pelebaran Jembatan Gembyang sebagai solusi utama. Usulan tersebut telah dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan ditargetkan masuk pembangunan pada 2027.

Yasin mengatakan pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batang agar proyek tersebut mendapat prioritas.

Baca Juga :  Godaan Rp15 Juta Bisa Hancurkan Karier Wasit, Ini Peringatan untuk Calon Pengadil Renang

“Mengingat pentingnya akses ini, kami sudah mengusulkan Jembatan Gembyang sebagai prioritas pertama pembangunan di Subah. Harapannya, ini bisa tereksekusi di 2027,” ujarnya.

Tak hanya jembatan, pelebaran jalan di sepanjang jalur alternatif tersebut juga masih perlu dituntaskan. Sejumlah bagian bahu jalan di sisi kanan dan kiri sudah mulai dilebarkan, tetapi masih terdapat beberapa titik yang belum selesai.

“Sisa titik jalan yang belum dilebarkan juga sudah kami ajukan ke Dinas PUPR untuk diselesaikan tahun depan,” kata Yasin.

Pelebaran jembatan dan penyelesaian pelebaran jalan diharapkan dapat menambah kapasitas jalur yang menjadi salah satu akses penting bagi pekerja KITB sekaligus masyarakat di wilayah Subah dan sekitarnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan
Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado
Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir
Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji
Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta
BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Tanam 2.500 Bibit Aren, KEK Industropolis Batang Jadi Titik Awal Ekosistem Energi Hijau dan Kemandirian Pangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Sampah Menumpuk dan Insentif RT di Batang Jadi Isu Utama Warga Blado

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Jembatan Kalibelo Kembali Beroperasi, Batang Fokus Percepat Pemulihan Infrastruktur Pasca Banjir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Bupati Batang Tantang Pesantren Jadi Laboratorium Solusi, Bukan Hanya Tempat Mengaji

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Sri Sultan dan Pemkab Batang Perkuat Jejak Sejarah Batang–Yogyakarta

Berita Terbaru