Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Yusril Eko Riyadi mantan karyawan Big Boss Resto milik mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang mengaku baru tahu namanya dicatut sebagai tenaga outsourcing usai menjalani pemeriksaan KPK di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (19/6/26).

Yusril Eko Riyadi mantan karyawan Big Boss Resto milik mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang mengaku baru tahu namanya dicatut sebagai tenaga outsourcing usai menjalani pemeriksaan KPK di Mapolres Pekalongan Kota, Jumat (19/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUSI.ID – Rangkaian pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekalongan tidak hanya menyasar pejabat dan pengelola aset, tetapi juga mantan karyawan Big Boss Resto yang diketahui merupakan usaha milik mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Salah satunya adalah Yusril Eko Riyadi (25), mantan barista yang mengaku terkejut ketika menerima surat panggilan dari KPK. Pasalnya, selama hampir tiga tahun bekerja di restoran tersebut, ia merasa hanya menjalankan tugas sehari-hari meracik kopi dan melayani pelanggan.

“Saya enggak tahu. Tiba-tiba ada surat ke rumah,” kata Yusril usai memberikan keterangan kepada penyidik, Jumat (19/6/2026).

Di hadapan penyidik, Yusril mengaku hanya mendapat pertanyaan seputar pekerjaannya di Big Boss Resto. Ia diminta menjelaskan jabatan yang pernah diemban serta identitas pribadinya.

“Enggak diperiksa apa-apa sih, cuma ditanya tentang resto. Mungkin jabatan saya, terus tentang saya,” ujarnya.

Namun ada satu hal yang membuatnya terkejut. Dalam pemeriksaan itu, Yusril mengetahui namanya ternyata tercatat sebagai pegawai outsourcing, sesuatu yang menurutnya sama sekali tidak pernah ia ketahui selama bekerja.

Baca Juga :  Sidang Praperadilan Kuasa Hukum Pimpinan Padepokan Padang Ati Pekalongan Pertanyakan Penetapan Tersangka, Polisi Sebut Ada 6 Korban

“Nama saya itu masuk di outsourcing, cuma saya enggak tahu,” ungkapnya.

Ia mengaku baru mengetahui informasi tersebut saat proses pemeriksaan berlangsung.

“Baru tahu ini,” katanya singkat.

Yusril menjelaskan dirinya mulai bekerja sejak Big Boss Resto pertama kali beroperasi pada 2023 dan bertahan hingga restoran tersebut tutup. Selama bekerja sebagai barista, ia menerima gaji sekitar Rp2,5 juta per bulan tanpa tambahan lain.

Saat ditanya mengenai fasilitas ketenagakerjaan, Yusril mengatakan dirinya tidak pernah memperoleh perlindungan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

“Enggak ada,” jawabnya singkat.

Pemeriksaan yang dijalaninya berlangsung hampir satu jam. Meski demikian, proses tersebut belum selesai dan penyidik telah memberitahukan bahwa dirinya masih akan dipanggil kembali untuk memberikan keterangan lanjutan.

Yusril juga mengaku tidak pernah memiliki interaksi langsung dengan pemilik restoran. Ia masuk bekerja melalui proses rekrutmen setelah mengetahui adanya lowongan pekerjaan dan mengikuti wawancara.

Baca Juga :  Soal Rekening dan Emas yang Disita KPK, Kuasa Hukum Fadia Arafiq: Banyak Berasal dari Bisnis Sebelum Menjabat

Meskipun namanya ikut terseret dalam proses penyidikan, Yusril menegaskan dirinya tidak merasa melakukan kesalahan apa pun.

“Ya otomatis kecewa karena nama saya sudah terseret-seret,” katanya.

Namun rasa kecewa itu diimbangi dengan dukungan keluarga yang memintanya tetap tenang dan kooperatif.

“Yang penting kamu enggak salah ya, berani saja,” ujar Yusril menirukan pesan keluarganya.

Ia pun mengaku tidak merasa takut saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

“Enggak, kan karena enggak salah,” ucapnya.

Keterangan mantan barista tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian pendalaman KPK terhadap berbagai pihak yang pernah terlibat dalam aktivitas usaha maupun administrasi yang berkaitan dengan mantan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan informasi dari sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyidikan yang sedang berjalan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Kasat Lantas Polresta Batang Kompol Dwi Panji Lestari mengungkap kecelakaan di wilayah Batang mengalami penurunan pada 2026, namun jalan tol masih menjadi titik rawan dengan fatalitas kecelakaan yang lebih tinggi, Senin (21/9/26). Foto: Ilustrasi AI

Batang

Laka di Batang Turun 41 Persen, Tol Masih Jadi Titik Rawan

Senin, 21 Sep 2026 - 14:52 WIB