Imigrasi Indonesia Deportasi Empat Buronan Kejahatan Siber Asal China

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Proses penyerahan empat buronan kejahatan siber transnasional oleh Tim Imigrasi Kelas I TPI Semarang ke otoritas China berlangsug dua kali, Rabu (5/8/26). Foto : Istimewa

Proses penyerahan empat buronan kejahatan siber transnasional oleh Tim Imigrasi Kelas I TPI Semarang ke otoritas China berlangsug dua kali, Rabu (5/8/26). Foto : Istimewa

SEMARANG, KANALPLUS.ID – Empat warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang menjadi buronan otoritas negaranya karena terlibat jaringan penipuan daring bermodus love scam resmi dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Keempatnya juga dikenai penangkalan sehingga tidak dapat kembali masuk ke Indonesia.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Semarang, Haryono Susilo, mengatakan keempat pelaku berinisial HJ (40), HK (44), HY (44), dan TW (37) merupakan bagian dari jaringan kejahatan siber lintas negara yang sebelumnya beroperasi dari sebuah rumah di Kota Semarang.

“Terhadap WNA tersebut dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa deportasi dan penangkalan sebagai konsekuensi atas keterlibatan mereka dalam kejahatan transnasional,” kata Haryono, Rabu (5/8/2026).

Proses pemulangan dilakukan secara bertahap sejak 3 hingga 4 Agustus 2026 melalui koordinasi dengan berbagai instansi serta otoritas Republik Rakyat Tiongkok.

Baca Juga :  Bus Antar Kota Disusupi Kurir Sabu, Kondektur di Semarang Ditangkap Saat Bertugas di Gerbang Tol Banyumanik

Menurut Haryono, langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan kebijakan selektif keimigrasian sekaligus bentuk komitmen Indonesia untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan internasional.

“Penanganan ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya wilayah kerja Imigrasi Semarang, tidak boleh menjadi tempat berlindung maupun basis operasi kejahatan transnasional,” tegasnya.

Kasus ini merupakan tindak lanjut dari penggerebekan markas operasi love scam yang dilakukan Kantor Imigrasi Semarang pada 4 Juni 2026 di sebuah rumah di kawasan Perumahan Puri Eksekutif, Puri Anjasmoro, Semarang Barat.

Saat penggerebekan, petugas mengamankan empat warga negara China tersebut bersama dua warga negara Indonesia berinisial DS (26) dan E (26).

Dari lokasi, petugas menyita ratusan perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi penipuan terhadap korban di luar negeri. Barang bukti yang diamankan meliputi 604 unit telepon genggam, 11 laptop, 10 komputer all-in-one (AIO), sebuah printer,harddisk, proyektor, ratusan kartu SIM, serta tiga paspor Republik Rakyat Tiongkok.

Baca Juga :  Semarang Jadi Tujuan Favorit Warga Pekalongan Saat Libur Panjang Maulid Nabi

Modus yang digunakan pelaku adalah membangun hubungan emosional dengan korban melalui berbagai platform komunikasi digital, seperti aplikasi DingTalk dan DingDing, sebelum akhirnya melakukan penipuan berkedok hubungan asmara.

Imigrasi Semarang meminta masyarakat untuk segera melaporkan aktivitas warga negara asing yang mencurigakan melalui kanal pengaduan resmi. Pengawasan terhadap orang asing, pertukaran informasi intelijen, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum dan perwakilan negara sahabat akan terus diperkuat guna mencegah Indonesia dimanfaatkan sebagai basis operasi kejahatan siber internasional.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru