BATANG, KANALPLUS.ID – Pencarian seorang anak buah kapal (ABK) KM Timbul Barokah yang dilaporkan terjatuh dan hilang di kawasan Pelabuhan Batang akhirnya membuahkan hasil. Setelah sempat dinyatakan hilang selama sehari, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah kolong Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Batang, Kamis (18/6/2026) pagi.
Kasat Polairud Polres Batang Iptu Eko Nugrahanto menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 10.10 WIB oleh tim SAR gabungan bersama warga yang sejak hari pertama melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
“Korban ditemukan di sisi timur, tepatnya di bawah kolong TPI II Batang. Selanjutnya jenazah dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Kalisari Batang untuk dilakukan visum dan pemeriksaan medis,” ujarnya.
Peristiwa ini bermula saat KM Timbul Barokah GT 30 bersandar di Dermaga TPI I Klidang Lor Batang pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB untuk melakukan aktivitas bongkar muatan ikan.
Proses bongkar muatan selesai pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Setelah seluruh pekerjaan selesai, para ABK, termasuk korban, beristirahat dan tidur di atas kapal.
Korban diketahui tidur di sisi kiri kamar mesin bersama salah seorang rekannya.
Sekitar pukul 06.00 WIB, dua ABK terbangun setelah mendengar teriakan dari arah dermaga yang menyebut ada seseorang terjatuh ke sungai.
Keduanya langsung turun untuk memberikan pertolongan. Namun saat itu korban sudah tenggelam dan menghilang sehingga pencarian oleh tim SAR segera dilakukan.
Pada hari pertama pencarian, korban belum berhasil ditemukan meski penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kapal bersandar.
Setelah ditemukan, jenazah korban menjalani pemeriksaan medis di RSUD Kalisari Batang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dokter RSUD Kalisari Batang, dr. Prima, menyatakan korban murni mengalami kecelakaan akibat terjatuh dari atas kapal.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka pada bagian kepala akibat terjatuh. Tidak ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada penganiayaan maupun unsur kekerasan,” jelasnya.
Tim medis juga memperkirakan korban telah meninggal sekitar satu hari sebelum ditemukan.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan personel Polairud, tim SAR gabungan, dan masyarakat resmi berakhir. Polisi memastikan tidak ada indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut dan kejadian tersebut murni merupakan kecelakaan kerja di lingkungan pelabuhan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









