Penataan Ruang Hijau, Puluhan Kios di Batang Dibersihkan

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Puluhan lapak dan kios di Jalan Pattimura Kabupaten Batang dibongkar untuk memulihkan drainase serta ruang hijau, Rabu (5/8/26). Foto : Istimewa

Puluhan lapak dan kios di Jalan Pattimura Kabupaten Batang dibongkar untuk memulihkan drainase serta ruang hijau, Rabu (5/8/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Pemandangan yang selama puluhan tahun melekat di Jalan Pattimura, Kabupaten Batang, berubah drastis hanya dalam hitungan jam. Sebanyak 74 kios Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini memenuhi sisi jalan kini rata dengan tanah. Ruang yang sebelumnya menjadi pusat aktivitas ekonomi bersiap berganti fungsi menjadi saluran drainase dan kawasan hijau.

Perubahan itu menjadi babak baru penataan kawasan perkotaan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang. Di balik puing-puing kios yang tersisa, pemerintah menargetkan persoalan banjir sekaligus kesemrawutan kawasan dapat diatasi.

Kepala Satpol PP Kabupaten Batang, Haryono, mengatakan seluruh proses pembongkaran berlangsung sesuai prosedur dan tanpa tindakan pemaksaan.

“Hari ini sesuai SOP kami bersama tim melaksanakan penertiban atau pembongkaran kios-kios di Jalan Pattimura,” katanya, Rabu (5/8/2026).

Yang menarik, seluruh pedagang memilih membongkar bangunannya sendiri setelah sebelumnya menerima tahapan sosialisasi dan surat peringatan.

Baca Juga :  Rokok Ilegal Disembunyikan di Kamar Tidur, Razia Gabungan di Batang Bongkar 'Gudang Mini' Warung Madura

“Dari total 74 kios, alhamdulillah semuanya sudah dibongkar secara mandiri,” ujarnya.

Menurut Haryono, penataan tersebut telah dipersiapkan sejak lama melalui koordinasi antara Satpol PP, Disperindagkop UKM Kabupaten Batang, dan PT KAI. Sebelum pembongkaran dilakukan, seluruh pedagang telah menerima Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 3.

Usai kawasan dikosongkan, pemerintah akan membangun saluran drainase baru sebagai upaya mengurangi banjir yang selama ini kerap terjadi di Jalan Pattimura. Selain itu, kawasan tersebut juga akan ditata menjadi ruang terbuka hijau.

“Rencana pemerintah daerah akan membangun drainase dan kawasan hijau agar tercipta lingkungan yang tertib, aman, nyaman, sekaligus mengurangi banjir di Jalan Pattimura,” jelas Haryono.

Pemkab Batang juga menyiapkan lokasi relokasi bagi para pedagang. Sebagian besar akan dipindahkan ke lantai dua Pasar Batang, sedangkan pedagang ayam akan menempati lokasi baru di Pasar Sambong.

Baca Juga :  Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Meski demikian, penataan kawasan menyisakan cerita lain bagi para pedagang. Patek (65), pemilik bengkel yang telah berjualan di kawasan tersebut selama sekitar 30 tahun, mengaku masih diliputi ketidakpastian. Ia sebelumnya menyewa lahan melalui kontrak dengan PT KAI menggunakan modal pinjaman bank yang hingga kini belum lunas.

“Kalau dibongkar seperti ini saya belum tahu ke depannya mau usaha di mana, utangnya juga belum lunas,” katanya.

Jalan Pattimura sendiri memiliki sejarah panjang sebagai kawasan perdagangan informal. Menurut warga, Santoso, lokasi tersebut awalnya hanya berupa lapak sederhana yang dibatasi tali rafia. Seiring berkembangnya aktivitas ekonomi, hak menempati lapak bahkan diperjualbelikan secara tidak resmi dengan nilai mencapai Rp25 juta hingga Rp40 juta, sebelum akhirnya PT KAI memfasilitasi kontrak resmi bagi para pedagang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Punya Lintasan Jogging Track Baru, Warga Limpung Tak Lagi Lari di Jalanan
Sopir Lelah dan Mengantuk, Truk Boks Terguling di Jalur Pantura Batang
Bidik Tuan Rumah Porprov Jateng, Batang Siapkan Fasilitas Publik untuk Bangun Budaya Olahraga,
Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat
KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:15 WIB

Punya Lintasan Jogging Track Baru, Warga Limpung Tak Lagi Lari di Jalanan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:13 WIB

Sopir Lelah dan Mengantuk, Truk Boks Terguling di Jalur Pantura Batang

Minggu, 13 September 2026 - 07:50 WIB

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Berita Terbaru

Sebanyak 21 pasangan melangsungkan nikah massal di Gedung Kanzus Sholawat Kota Pekalongan, Sabtu (19/9/26). Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Kota Pekalongan

Puluhan Pasangan Nikah Maulid di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:51 WIB