KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Pendampingan yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan hasil nyata. Tiga UMKM kopi binaan BI Tegal berhasil membuka pasar internasional melalui ajang Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) Surabaya, dengan nilai business matching perdagangan mencapai Rp2,9 miliar.
Kepala Perwakilan BI Tegal mengungkapkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mampu bersaing di pasar global jika mendapatkan pendampingan yang tepat.
“Alhamdulillah satu petani kopi kami, Lumbung Kopi Nusantara, berhasil melakukan business matching perdagangan dengan Yunani senilai Rp1,4 miliar yang pengirimannya akan dilakukan pada Agustus nanti. Kemudian dengan Prancis senilai Rp1,5 miliar,” ujarnya.
Tak hanya membuka akses ekspor, BI Tegal juga memfasilitasi business matching pembiayaan antara UMKM Kopi Curug Genteng dengan Bank Mandiri. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan. BI Tegal melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, kelembagaan kelompok tani hingga strategi pemasaran.
Salah satu program yang dikembangkan adalah Sekolah Iklim Kopi, yakni pelatihan bagi petani untuk memahami perubahan iklim serta menyesuaikan teknik budidaya agar kualitas dan produktivitas kopi tetap terjaga.
“Petani kami dampingi bagaimana membaca perubahan cuaca, kemudian meresponsnya melalui perbaikan proses budidaya. Selain itu kami juga memperkuat pemasaran dan kelembagaannya supaya mampu memenuhi kapasitas yang diminta buyer,” katanya.
Ia menilai keberhasilan menembus pasar Eropa menjadi indikator bahwa petani kopi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mulai naik kelas.
“Ini menunjukkan petani kita sudah naik kelas. Itu yang membuat kami tidak pernah capek mendampingi UMKM,” ujarnya.
Selain pembinaan teknis, BI Tegal juga menggandeng berbagai pihak untuk memperluas promosi produk. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan kurator kopi sehingga produk UMKM lebih mudah dikenal calon pembeli dari luar negeri.
“Kami berharap teman-teman media juga ikut membantu memviralkan UMKM. Sekarang algoritma media sosial sangat berpengaruh terhadap pemasaran produk,” katanya.
Pendampingan UMKM merupakan salah satu strategi BI Tegal dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain kopi, pembinaan juga dilakukan pada sektor pertanian, kuliner, hingga industri batik agar semakin mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa daerah ini memiliki banyak potensi. Yang perlu kita bangun adalah optimisme agar ekonomi daerah terus tumbuh,” tandasnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













