UMKM Kopi Binaan BI Tegal Tembus Pasar Prancis dan Yunani, Raup Kontrak Ekspor Rp2,9 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Bank Indonesia Tegal, Bimala bicara soal UMKM binaan yang berhasil mendapatkan kontrak ekspor kopi ke pasar Eropa, Senin (20/7/26). malam

Kepala Bank Indonesia Tegal, Bimala bicara soal UMKM binaan yang berhasil mendapatkan kontrak ekspor kopi ke pasar Eropa, Senin (20/7/26). malam

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Pendampingan yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan hasil nyata. Tiga UMKM kopi binaan BI Tegal berhasil membuka pasar internasional melalui ajang Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) Surabaya, dengan nilai business matching perdagangan mencapai Rp2,9 miliar.

Kepala Perwakilan BI Tegal mengungkapkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mampu bersaing di pasar global jika mendapatkan pendampingan yang tepat.

“Alhamdulillah satu petani kopi kami, Lumbung Kopi Nusantara, berhasil melakukan business matching perdagangan dengan Yunani senilai Rp1,4 miliar yang pengirimannya akan dilakukan pada Agustus nanti. Kemudian dengan Prancis senilai Rp1,5 miliar,” ujarnya.

Tak hanya membuka akses ekspor, BI Tegal juga memfasilitasi business matching pembiayaan antara UMKM Kopi Curug Genteng dengan Bank Mandiri. Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar internasional.

Baca Juga :  BI Tegal Sulap Festival Budaya Jadi Penggerak Ekonomi, dari Bubur Suro hingga Kuliner Legendaris

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan diraih secara instan. BI Tegal melakukan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, kelembagaan kelompok tani hingga strategi pemasaran.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Sekolah Iklim Kopi, yakni pelatihan bagi petani untuk memahami perubahan iklim serta menyesuaikan teknik budidaya agar kualitas dan produktivitas kopi tetap terjaga.

“Petani kami dampingi bagaimana membaca perubahan cuaca, kemudian meresponsnya melalui perbaikan proses budidaya. Selain itu kami juga memperkuat pemasaran dan kelembagaannya supaya mampu memenuhi kapasitas yang diminta buyer,” katanya.

Ia menilai keberhasilan menembus pasar Eropa menjadi indikator bahwa petani kopi di wilayah eks Karesidenan Pekalongan mulai naik kelas.

“Ini menunjukkan petani kita sudah naik kelas. Itu yang membuat kami tidak pernah capek mendampingi UMKM,” ujarnya.

Baca Juga :  Batang Ubah Arah Pariwisata, Lima Destinasi Disulap Jadi Wisata Healing hingga Wellness Tourism

Selain pembinaan teknis, BI Tegal juga menggandeng berbagai pihak untuk memperluas promosi produk. Salah satunya melalui pemanfaatan media sosial dan kolaborasi dengan kurator kopi sehingga produk UMKM lebih mudah dikenal calon pembeli dari luar negeri.

“Kami berharap teman-teman media juga ikut membantu memviralkan UMKM. Sekarang algoritma media sosial sangat berpengaruh terhadap pemasaran produk,” katanya.

Pendampingan UMKM merupakan salah satu strategi BI Tegal dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Selain kopi, pembinaan juga dilakukan pada sektor pertanian, kuliner, hingga industri batik agar semakin mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa daerah ini memiliki banyak potensi. Yang perlu kita bangun adalah optimisme agar ekonomi daerah terus tumbuh,” tandasnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya
Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia
Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional
BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah
Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal
Inflasi Jateng Turun Jadi 2,6 Persen, BI Masih Waspadai Cabai hingga Bawang
Dunia Bergejolak Ekspor Jawa Tengah Justru Naik, BI Ungkap Penyebabnya
Panen Raya Berlalu, BI Waspadai Daya Beli Petani Jateng Mulai Tertahan

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:51 WIB

Buruh Serabutan Ditagih Pajak Rp1,7 M, KPP Pekalongan Luruskan Isu Begini Penjelasannya

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Bukan Cuma Petani, Ini 8 Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi Eks Karesidenan Pekalongan Tumbuh 6,01 Persen, Lampaui Jawa Tengah dan Nasional

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:45 WIB

BI Sebut Digitalisasi Jadi Mesin Baru Ekonomi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Ironi Pangan Jateng: Jadi Produsen, Tapi Komoditas Keluar Daerah dan Masuk Lagi dengan Harga Lebih Mahal

Berita Terbaru

Kapolsek Buaran AKP Sunarto masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan meminta para pelaku pengeroyokan agar koperatif menyerahkan diri, Jumat (11/9/26).

Kriminal

Polisi Kejar Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Pekalongan

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:53 WIB