KANAL PEKALONGAN – Gita Firmansyah (30), pedagang sosis asal Kabupaten Purbalingga, masih merasakan sakit pada bagian punggung dan tangannya setelah menjadi korban pengeroyokan saat Simbangkulon Night Carnival (SKNC), Kabupaten Pekalongan.
Gita mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 WIB ketika dirinya bersama adiknya, Ikbal Rehan (21), hendak meninggalkan lokasi karnaval.
Saat itu, kata Gita, sebelumnya sempat terjadi keributan di tengah kerumunan. Setelah situasi mereda, dia mengendarai kendaraan dagangannya untuk pulang.
Namun karena kondisi jalan masih dipenuhi orang, Gita membunyikan klakson agar kendaraannya bisa melintas dan tidak menabrak orang.
“Saya kan takutnya nabrak, saya klakson. Langsung enggak terima, langsung disahut dengan pukulan,” ungkap Gita saat pemeriksaan di Polsek Buaran, Jumat (11/9/2026) malam.
Situasi kemudian berubah menjadi keributan. Gita mengaku dirinya langsung menjadi sasaran pukulan sejumlah orang.
Adiknya, Ikbal, yang berada di belakang, kemudian berusaha membela kakaknya. Namun Ikbal juga ikut dipukul.
Gita mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah orang yang melakukan pengeroyokan. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah orang mengerumuni dan memukuli kedua pedagang tersebut.
“Saya masih pakai helm. Bagian punggung sakit banget. Bagian tangan juga sakit,” katanya.
Selain menyerang dirinya dan sang adik, kendaraan yang digunakan untuk berjualan juga sempat diacak-acak. Meski demikian, kerusakannya disebut tidak parah.
Dagangan sosis yang dibawa keduanya sebagian besar sudah habis terjual. Mereka memang biasa berjualan dengan mengikuti berbagai acara, mulai dari karnaval hingga pengajian di sejumlah daerah.
“Kita setiap ada event, misalkan di Pati, Demak, Jogja dan sebagainya, kita jualan. Kalau ada event karnaval, pengajian dan sebagainya kita juga jualan,” ujarnya.
Gita mengaku tidak melakukan perlawanan ataupun terlibat cekcok sebelum pengeroyokan. Menurutnya, kejadian bermula ketika dirinya membunyikan klakson saat hendak melewati kerumunan.
Dia juga memuji warga sekitar yang ikut melerai dan membantu dirinya bersama sang adik.
“Saya terima kasih sama ibu-ibu yang sudah membantu melerai. Terima kasih juga untuk warga sekitar yang sudah membantu saya dan adik saya,” tuturnya.
Kasus tersebut kini ditangani kepolisian. Gita dan adiknya telah melaporkan kejadian tersebut dan menjalani proses visum.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













