Sawah Pesisir Batang yang Terendam Rob Disulap Jadi Lahan Padi, Ikan Nila, dan Rumput Laut

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kawasan Pantai Sicepit di Kelurahan Kasepuhan menjadi lokasi penerapan sistem mina padi salin yang menggabungkan budidaya padi, ikan nila salin dan rumput laut, Selasa (16/6/26).

Kawasan Pantai Sicepit di Kelurahan Kasepuhan menjadi lokasi penerapan sistem mina padi salin yang menggabungkan budidaya padi, ikan nila salin dan rumput laut, Selasa (16/6/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Sawah di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang selama ini mengalami penurunan hasil panen akibat banjir rob kini mulai dioptimalkan kembali dengan memanfaatkan teknologi pertanian berbasis lahan salin. Sebanyak 30 hektare sawah terdampak rob di kawasan Sicepit, Kelurahan Kasepuhan, menjadi lokasi penerapan sistem mina padi salin yang menggabungkan budidaya padi, ikan nila salin, dan rumput laut.

Tidak hanya mengubah pola tanam, program tersebut juga mengandalkan inovasi teknologi untuk mengatasi tingginya kadar garam pada tanah dan air yang selama ini menjadi kendala utama petani pesisir.

Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, mengatakan pendekatan yang diterapkan merupakan bagian dari konsep produksi berkelanjutan yang menekankan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru

BRIN turut menghadirkan berbagai inovasi pendukung, termasuk teknologi Slow Release Fertilizer atau SRF,” kata Nugroho, Selasa (16/6/2026).

Teknologi SRF atau pupuk lepas lambat dirancang khusus untuk lahan dengan kadar garam tinggi. Unsur hara dilepas secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman sehingga efisiensi pemupukan meningkat dan pertumbuhan padi menjadi lebih optimal.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan teknologi desalinasi yang mampu menurunkan kadar garam pada air sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian di kawasan pesisir.

Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN, Hens Saputra, menjelaskan penggunaan pupuk lepas lambat menjadi salah satu solusi agar tanaman tetap mampu menyerap nutrisi secara maksimal meski berada di lingkungan yang memiliki tingkat salinitas tinggi.

Sementara itu, Periset BRIN, Vina Eka Aristya, menilai integrasi teknologi pupuk dan desalinasi mampu memberikan dampak yang lebih luas dibanding sekadar meningkatkan hasil panen.

Baca Juga :  Dishub Batang Belum Pernah Terbitkan Izin Penutupan Jalan Veteran, Rencana Batang Fair Dipertanyakan

“Produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan, kehilangan unsur hara bisa ditekan, efisiensi penggunaan air menjadi lebih baik, dan kebutuhan pupuk ikut berkurang,” jelasnya.

Konsep mina padi salin juga menghadirkan pola usaha tani yang lebih beragam. Dalam satu hamparan sawah, petani tidak hanya memanen padi, tetapi juga membudidayakan ikan nila salin dan rumput laut melalui saluran air yang tersedia.

Pendekatan tersebut diharapkan menjadi solusi pemanfaatan lahan pesisir yang selama ini terdampak rob sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru bagi petani. Dengan dukungan teknologi adaptif, sawah yang sebelumnya sulit ditanami kini mulai diarahkan kembali menjadi lahan produktif yang mampu menopang ketahanan pangan di wilayah pesisir Batang.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Batang Sediakan 28 Booth Kuliner UMKM, Pengunjung Cukup Scan QRIS untuk Makan Gratis
Datang Makan Gratis Kuliner UMKM, Warga Batang Cukup Scan QRIS Rp1 untuk Donasi Bangun Sumur
Booth BI Tegal Jadi Magnet Pengunjung di Pekan QRIS Nasional di Batang, Permainan Basket Pong Paling Diburu
Punya APBD Rp1,95 Triliun, Batang Pakai 70 Persen untuk Benahi Jalan
Butuh 1,5 Jam Evakuasi Macan Kumbang dari Rumah Warga,
Macan Kumbang Masuk Rumah Warga di Batang Berada di Piggir Hutan
Saat Dievakuasi dari Rumah Warga, Kaki Macan Kumbang dalam Keadaan Terluka
Macan Kumbang Masuk Rumah Warga di Batang, 7 Ayam Jadi Santapan Sebelum Dievakuasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Pemkab Batang Sediakan 28 Booth Kuliner UMKM, Pengunjung Cukup Scan QRIS untuk Makan Gratis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Datang Makan Gratis Kuliner UMKM, Warga Batang Cukup Scan QRIS Rp1 untuk Donasi Bangun Sumur

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Booth BI Tegal Jadi Magnet Pengunjung di Pekan QRIS Nasional di Batang, Permainan Basket Pong Paling Diburu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Punya APBD Rp1,95 Triliun, Batang Pakai 70 Persen untuk Benahi Jalan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Butuh 1,5 Jam Evakuasi Macan Kumbang dari Rumah Warga,

Berita Terbaru