Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Solusi air bersih di sekitar KITB terpecahkan, 5000 rumah bakal teraliri di dua tahun ke depan, Jumat (19/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Solusi air bersih di sekitar KITB terpecahkan, 5000 rumah bakal teraliri di dua tahun ke depan, Jumat (19/6/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah pesatnya pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), persoalan ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah penyangga selama ini menjadi salah satu kekhawatiran. Kini, solusi yang diusulkan sejak lama mulai mendapat kepastian setelah masuk dalam program pemerintah pusat.

Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang mengungkapkan rencana pembangunan sistem penyediaan air bersih yang memanfaatkan sumber mata air Bangkangan di Desa Ngroto, Kecamatan Reban. Program tersebut telah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 106 tentang Percepatan Investasi melalui KITB dan dijadwalkan memperoleh alokasi anggaran pada 2028.

Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan, Mulyono, mengatakan usulan tersebut diajukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri yang selama ini belum terlayani secara optimal.

“Kita mengusulkan ini sudah lama dalam rangka mendukung kawasan industri. Sekarang sudah masuk di Perpres dan pada 2028 mendapatkan alokasi dari kementerian,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga :  Tiga Sapi Diduga Terpapar PMK Masuk Batang, Penjualan Hewan Kurban Diawasi Ketat

Berbeda dengan anggapan bahwa proyek ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik di KITB, Mulyono menegaskan sasaran utamanya justru masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

“Itu difokuskan untuk rumah tangga dulu, khususnya di daerah yang terdampak sekitar KITB,” katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Perumda akan memanfaatkan potensi mata air Bangkangan yang memiliki debit melimpah. Saat ini izin yang diajukan sebesar 50 liter per detik, padahal potensi sumber air tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 liter per detik.

Dengan kapasitas itu, Perumda memperkirakan sekitar 5.000 rumah tangga baru dapat menikmati layanan air bersih.

“Kalau 50 liter per detik itu sudah sangat mencukupi. Perkiraan kami bisa melayani sekitar 5.000 pelanggan rumah tangga,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejari Batang Tahan Dua ASN Puskesmas Tersangka Korupsi BOK Rp842 Juta

Proyek yang disiapkan pemerintah pusat tersebut akan mencakup pembangunan bangunan penangkap mata air, jaringan perpipaan, bak pengumpul hingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang menjangkau wilayah Banyuputih, daerah yang selama ini belum memiliki Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK).

Meski menjadi pihak yang akan mengelola layanan air bersih nantinya, Perumda Sendang Kamulyan tidak terlibat dalam pembangunan fisik proyek.

Seluruh infrastruktur akan dibangun oleh pemerintah melalui kementerian terkait sebelum diserahkan secara bertahap kepada Pemerintah Kabupaten Batang dan selanjutnya dihibahkan kepada Perumda untuk dikelola.

“Setelah semuanya selesai dibangun, baru nanti kita menerima hibahnya dan mengelola pelayanan serta pendapatan dari penjualan air bersih,” tutur Mulyono.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah
Setelah Sehari Dicari, ABK KM Timbul Barokah Ditemukan Meninggal di Bawah Kolong TPI Batang
Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu
ABK KM Timbul Barokah Diduga Terjatuh ke Sungai di Dermaga TPI Batang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Giant Sea Wall Pantura Masih Dimatangkan, Pemerintah Petakan Dampak bagi Nelayan hingga Kabel Internet Bawah Laut
Sawah Pesisir Batang yang Terendam Rob Disulap Jadi Lahan Padi, Ikan Nila, dan Rumput Laut
Rob Rendam 400 Hektare Sawah di Batang, Pemkab Kembangkan Padi Bio Salin untuk Pulihkan Produktivitas
Usai Dikirab, Tombak Abirawa dan 62 Pusaka Leluhur Batang ini Jalani Prosesi Jamasan di Malam Satu Suro

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:49 WIB

Masalah Air Bersih di KITB Mulai Dicarikan Solusi, 5.000 Rumah di Daerah Penyangga Bakal Nikmati Pasokan Baru

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Program MBG Bisa Jadi Pasar Baru UMKM Batang, Investor Mulai Melirik Potensi Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB

Setelah Sehari Dicari, ABK KM Timbul Barokah Ditemukan Meninggal di Bawah Kolong TPI Batang

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:25 WIB

Trotoar Baru Alun-Alun Bandar Ditarget Rampung Lebih Cepat, Pemkab Batang Siapkan Kawasan Kuliner Terpadu

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:55 WIB

ABK KM Timbul Barokah Diduga Terjatuh ke Sungai di Dermaga TPI Batang, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Berita Terbaru