BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah pesatnya pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), persoalan ketersediaan air bersih bagi warga di wilayah penyangga selama ini menjadi salah satu kekhawatiran. Kini, solusi yang diusulkan sejak lama mulai mendapat kepastian setelah masuk dalam program pemerintah pusat.
Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang mengungkapkan rencana pembangunan sistem penyediaan air bersih yang memanfaatkan sumber mata air Bangkangan di Desa Ngroto, Kecamatan Reban. Program tersebut telah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 106 tentang Percepatan Investasi melalui KITB dan dijadwalkan memperoleh alokasi anggaran pada 2028.
Direktur Utama Perumda Air Minum Sendang Kamulyan, Mulyono, mengatakan usulan tersebut diajukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan industri yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Kita mengusulkan ini sudah lama dalam rangka mendukung kawasan industri. Sekarang sudah masuk di Perpres dan pada 2028 mendapatkan alokasi dari kementerian,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Berbeda dengan anggapan bahwa proyek ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pabrik-pabrik di KITB, Mulyono menegaskan sasaran utamanya justru masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.
“Itu difokuskan untuk rumah tangga dulu, khususnya di daerah yang terdampak sekitar KITB,” katanya.
Untuk mendukung program tersebut, Perumda akan memanfaatkan potensi mata air Bangkangan yang memiliki debit melimpah. Saat ini izin yang diajukan sebesar 50 liter per detik, padahal potensi sumber air tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 100 liter per detik.
Dengan kapasitas itu, Perumda memperkirakan sekitar 5.000 rumah tangga baru dapat menikmati layanan air bersih.
“Kalau 50 liter per detik itu sudah sangat mencukupi. Perkiraan kami bisa melayani sekitar 5.000 pelanggan rumah tangga,” jelasnya.
Proyek yang disiapkan pemerintah pusat tersebut akan mencakup pembangunan bangunan penangkap mata air, jaringan perpipaan, bak pengumpul hingga Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang menjangkau wilayah Banyuputih, daerah yang selama ini belum memiliki Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK).
Meski menjadi pihak yang akan mengelola layanan air bersih nantinya, Perumda Sendang Kamulyan tidak terlibat dalam pembangunan fisik proyek.
Seluruh infrastruktur akan dibangun oleh pemerintah melalui kementerian terkait sebelum diserahkan secara bertahap kepada Pemerintah Kabupaten Batang dan selanjutnya dihibahkan kepada Perumda untuk dikelola.
“Setelah semuanya selesai dibangun, baru nanti kita menerima hibahnya dan mengelola pelayanan serta pendapatan dari penjualan air bersih,” tutur Mulyono.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









