Dinkes Batang Sebut 42 Warga Konsumsi PMT, 37 Orang Diduga Keracunan

- Jurnalis

Selasa, 22 September 2026 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi saat memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan penanganan dugaan keracunan PMT di Desa Rowobelang, Selasa (22/9/26).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi saat memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan penanganan dugaan keracunan PMT di Desa Rowobelang, Selasa (22/9/26).

KANAL PERISTIWA – Dugaan keracunan pemberian makanan tambahan (PMT) di Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, ternyata melibatkan warga lebih banyak dari data awal. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang kini mencatat 42 orang telah mengonsumsi PMT dan dari 42 orang tersebut, 37 orang mengalami gejala serta lima lainnya dilaporkan dalam kondisi aman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengatakan, jumlah tersebut masih merupakan data sementara. Petugas kesehatan hingga Selasa (22/9/2026) siang masih menyusuri rumah-rumah warga untuk memastikan ada atau tidaknya warga lain yang ikut mengonsumsi makanan tersebut.

“Jadi total orang yang mengonsumsi PMT ada 42 orang. Dari 42 orang itu yang bergejala ada 37 orang, yang tidak bergejala ada lima orang,” kata Ida.

Data tersebut sekaligus menunjukkan bahwa skala konsumsi PMT dalam kegiatan Posyandu di RT 2/RW 2 Desa Rowobelang lebih besar dibanding informasi awal.

Menurut Ida, panitia menyediakan 50 porsi PMT yang terdiri atas kacang hijau, roti tawar, dan tahu bacem. Makanan tersebut dimasak sejak sekitar pukul 04.00 WIB pada Senin 21 September 2026.

Baca Juga :  Lima Menit, Api Lahap Rumah Warga Tangkil Kulon Pekalongan

Sementara kegiatan Posyandu yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB baru dilaksanakan sekitar pukul 16.00 WIB karena ada warga yang meninggal dunia.

Beberapa jam setelah mengonsumsi PMT, warga mulai mengalami gejala. Berdasarkan penelusuran Dinkes, gejala rata-rata mulai dirasakan sekitar pukul 22.00 WIB atau menjelang dini hari.

Perkembangan penanganan medis kemudian juga menunjukkan sejumlah warga masih membutuhkan perawatan dan pengawasan.

Ia mengungkap dua warga yang sebelumnya mengeluhkan kondisi yang sama dengan korban yang menjalani perawatan datang sendiri ke rumah sakit dan langsung menjalani rawat inap tanpa menyadari adanya keterkaitan konsumsi PMT.

“Dua warga tersebut pada saat itu menganggap sebagai gejala sakit biasa seperti diare dan mual,” ujarnya.

Setelah laporan dugaan keracunan masuk ke Dinkes Batang sekitar pukul 07.00 WIB pada Selasa, petugas kemudian melakukan penanganan dan penyelidikan epidemiologi.

Baca Juga :  Dengar Suara Benturan dari Belakang Rumah, Warga Pekalongan Temukan Lansia Tewas di Dalam Sumur

Hingga sekitar pukul 13.00 WIB, terdapat sembilan warga yang masih diobservasi di IGD. Dengan dua pasien yang sudah menjalani rawat inap, terdapat 11 orang yang masih mendapat penanganan di rumah sakit. Sementara 24 warga lainnya menjalani rawat jalan.

Dinkes Batang juga telah mengambil sampel makanan untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut. Sampel telah dikirim ke laboratorium dan hasilnya masih ditunggu.

Ida mengatakan, berdasarkan wawancara awal, sebagian besar warga yang mengalami gejala mengonsumsi kacang hijau. Namun, Dinkes belum menyimpulkan jenis makanan yang menjadi penyebab.

“Jadi kalau penyebab pastinya kan belum tahu, nanti dari hasil sampel diuji laboratorium terlebih dahulu,” terangnya.

Petugas Dinkes juga masih melakukan penyisiran dari rumah ke rumah. Karena itu, jumlah warga yang terdampak masih dapat berubah seiring proses pendataan. Ida memastikan penanganan warga yang mengalami dugaan kasus keracunan diberikan secara gratis.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa
Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh
Puluhan Warga Batang Alami Gejala Keracunan Usai Santap PMT, Balita hingga Lansia Jadi Korban
Gegara Buritan Bocor, Kapal Tunda Karam di Pelabuhan Batang
Dikira Sudah Padam, Sisa Bara Api Kembali Picu Kebakaran Gudang Kayu di Pekalongan
Gudang Mebel dan Tiga Rumah di Pekalongan Terbakar, Kerugian Rp500 Juta
Tak Hanya Pedagang Sosis yang Dikeroyok, Seorang Penonton Juga Jadi Korban di Karnaval Simbangkulon Pekalongan
Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:01 WIB

Dinkes Batang Sebut 42 Warga Konsumsi PMT, 37 Orang Diduga Keracunan

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Arsya Bocah di Batang Muntah dan Diare Usai Makan PMT, Ibu Sempat Mengira Sakit Biasa

Selasa, 22 September 2026 - 12:15 WIB

Terungkap PMT Bikin Puluhan Warga Batang Tumbang Dibagikan Sore, Padahal Kacang Hijau Dimasak Sejak Subuh

Selasa, 22 September 2026 - 11:50 WIB

Puluhan Warga Batang Alami Gejala Keracunan Usai Santap PMT, Balita hingga Lansia Jadi Korban

Selasa, 22 September 2026 - 11:22 WIB

Gegara Buritan Bocor, Kapal Tunda Karam di Pelabuhan Batang

Berita Terbaru

Kapal Tunda Sarden milik PT Timur Bahari kandas dan miring di kolam Dermaga Pelabuhan Niaga, Kelurahan Klidang Lor, Kabupaten Batang, setelah mengalami kebocoran yang diperparah cuaca buruk, Selasa (22/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Gegara Buritan Bocor, Kapal Tunda Karam di Pelabuhan Batang

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:22 WIB