KANAL BATANG – Arsya (7) bocah asal Desa Rowobelang, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, menjadi salah satu warga yang mengalami gejala setelah mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dalam kegiatan Posyandu Mawar pada Senin 21 September 2026.
Ibu Arsya, Eva Martini (37), mengatakan kondisi anaknya mulai berubah setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan dalam kegiatan posyandu.
Arsya mengeluhkan sakit perut. Setelah itu, bocah tersebut mengalami muntah dan diare hingga malam hari.
“Anaknya tidak rewel tapi mengeluh perutnya sakit,” ungkap Eva di Posyandu Mawar Desa Rowobelang, Selasa (22/9/2026).
Arsya diketahui mengonsumsi makanan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Keluhan mulai dirasakan pada malam harinya.
Eva mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa sejumlah warga lain juga mengalami kondisi serupa. Ia mengira Arsya hanya mengalami sakit biasa.
“Belum, belum tahu itu keracunan. Tahunya sakit biasa,” ujarnya.
Kondisi Arsya kemudian membuat Eva membawanya untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ditemui, Arsya masih menjalani perawatan dan baru saja dibawa ke rumah sakit.
Eva mengatakan, anaknya mengalami muntah dan diare sepanjang malam. Selain itu, Arsya juga sempat mengalami demam dan terlihat lemas.
Arsya merupakan anak kedua Eva. Keluarga sebelumnya tidak menduga bahwa keluhan yang dialami Arsya berkaitan dengan kejadian yang juga dialami warga lainnya.
Belakangan diketahui terdapat puluhan warga Desa Rowobelang yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi PMT dalam kegiatan Posyandu Mawar.
Total terdapat 34 warga yang tercatat mengalami keluhan, mulai dari balita hingga lansia. Korban termuda berusia sekitar 18 bulan, sedangkan yang tertua 68 tahun.
Camat Batang Luksono Pramudito mengatakan, gejala yang dialami warga antara lain mual, muntah, diare, sakit perut dan lemas.
Sebagian warga kemudian mendapat penanganan di IGD RSUD Kalisari, sedangkan lainnya ditangani Puskesmas Batang 3 di Musala Al-Ikhlas.
Hingga kini penyebab pasti munculnya gejala tersebut belum diketahui. Dinas Kesehatan masih melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan yang dibagikan dalam kegiatan posyandu.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












