Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan Abdul Cholik menjadi pejabat pertama yang paling cepat dalam agenda pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Pekalongan Kota lantaran terjadi kesalahan administrasi atau salah panggil sebagai saksi, Jumat (19/6/26).

Kepala P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan Abdul Cholik menjadi pejabat pertama yang paling cepat dalam agenda pemeriksaan penyidik KPK di Mapolres Pekalongan Kota lantaran terjadi kesalahan administrasi atau salah panggil sebagai saksi, Jumat (19/6/26).

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Agenda pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekalongan diwarnai momen yang tak terduga. Di tengah bergiliran hadirnya sejumlah pejabat strategis dan tokoh di luar pemerintahan, seorang pejabat justru harus meninggalkan lokasi tanpa menjalani pemeriksaan setelah diketahui dirinya bukan orang yang dimaksud dalam surat undangan.

Sejak pagi, aktivitas di Mapolres Pekalongan Kota terlihat lebih tegang dari biasanya. Sejumlah nama penting dijadwalkan memberikan keterangan kepada penyidik KPK, mulai dari Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan dan beberapa nama penting lainnya.

Di tengah lalu lalang para pejabat yang datang memenuhi panggilan, hadir pula Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3A dan PPKB) Kabupaten Pekalongan, Abdul Cholik.

Baca Juga :  Lingkar Dalam Fadia Arafiq Kembali Dipanggil KPK, Mantan Ajudan dan Orang Kepercayaan Mulai Disidik

Ia datang membawa surat undangan resmi dan bersiap mengikuti proses klarifikasi seperti peserta lainnya. Namun, suasana mendadak berubah ketika petugas melakukan verifikasi identitas.

Nama Abdul Cholik ternyata tidak tercantum dalam daftar pihak yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari itu.

“Saya menerima undangan dan datang sesuai panggilan. Tetapi setelah dicek, ternyata ada kekeliruan. Undangannya salah,” ujar Abdul Cholik.

Proses administrasi kemudian dilakukan untuk memastikan data yang bersangkutan. Hasilnya, Abdul Cholik dipastikan tidak memiliki agenda pemeriksaan sehingga dipersilakan meninggalkan lokasi dan kembali menjalankan tugas kedinasannya.

Insiden tersebut menjadi warna tersendiri di tengah rangkaian pemeriksaan yang berlangsung serius. Saat satu per satu pejabat dan pihak terkait memasuki ruang pemeriksaan untuk memberikan keterangan kepada penyidik, seorang pejabat justru keluar tanpa satu pun pertanyaan diajukan.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Fadia Arafiq: Lebih dari 141 Saksi Sudah Diperiksa KPK, Seluruhnya Kooperatif

Peristiwa salah pemanggilan ini pun langsung memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat. Pasalnya, pemanggilan dalam proses klarifikasi lembaga antirasuah biasanya melalui tahapan administrasi yang ketat dan terverifikasi.

Meski kekeliruan tersebut tidak mengganggu jalannya agenda pemeriksaan dan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, kejadian itu menjadi perbincangan tersendiri di luar substansi penyidikan yang sedang berlangsung.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kesalahan administrasi tersebut. Sementara itu, penyidik KPK tetap melanjutkan agenda pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dan pihak lain yang telah masuk dalam daftar klarifikasi terkait perkara yang tengah ditangani.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat
Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan
Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati
Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’
Empat Kali Diperiksa KPK, Direktur RSUD Kajen Pilih Bungkam Soal Materi Penyidikan
Penyidikan KPK Makin Meluas, Pejabat Strategis Kabupaten Pekalongan Bergantian Jalani Pemeriksaan
Tak Sekadar Tanam Padi, TNI Kembangkan Kawasan Pangan Terpadu di Pekalongan Pasok Kebutuhan Masyarakat
Di Tengah Maraton Pemeriksaan KPK, Kuasa Hukum Minta Program Berobat Gratis Warisan Fadia Arafiq Tetap Berjalan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:43 WIB

Saksi Terakhir KPK Buka Dugaan Persoalan Outsourcing, Singgung BPJS hingga Pemecatan Tanpa Surat

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:54 WIB

Pemeriksaan KPK di Pekalongan Ditutup Hari Ini, Total 21 Saksi Dimintai Keterangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:42 WIB

Notaris Kepercayaan Fadia Arafiq Diperiksa KPK, Akui Pernah Tangani Banyak Aset Mantan Bupati

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:19 WIB

Dipanggil KPK, Mantan Barista Big Boss Resto Kaget Namanya Masuk Data Outsourcing: ‘Saya Baru Tahu Hari Ini’

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:28 WIB

Saat Nama-Nama Penting Bergiliran Diperiksa KPK, Satu Pejabat Justru Pulang Lebih Cepat karena Ternyata Salah Orang

Berita Terbaru