Polisi Ungkap Modus Dugaan Pencabulan di Ponpes Padepokan Padang Ati Pekalongan, Korban Diminta Memijat Pelaku

- Penulis

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan kasus dugaan pencabulan yang menimpa sejumlah santriwati di Ponpes Padepokan Padang Ati, Rabu (27/5/26).

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi memberikan keterangan kepada wartawan terkait penanganan kasus dugaan pencabulan yang menimpa sejumlah santriwati di Ponpes Padepokan Padang Ati, Rabu (27/5/26).

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi mengungkap modus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan Pondok Pesantren Padepokan Padang Ati di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Riki, berdasarkan keterangan para korban, pelaku diduga memanfaatkan kedekatan dengan para santriwati saat berada di lingkungan padepokan.

“Santri diajak untuk melakukan pijat. Pada saat situasi tertutup, pelaku meminta disentuh bagian sensitifnya,”  katanya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (27/5/2026).

Selain itu, dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menemukan adanya dugaan tindakan fisik berupa perabaan terhadap bagian tubuh sensitif korban.

Baca Juga :  As Truk Patah di Tanjakan Kalipancur Batang, Dump Truck Bermuatan Batu Terguling dan Tutup Akses Blado–Bandar

“Yang fisik ada meraba bagian dada dan alat vital,” ungkapnya.

Polisi kini masih mendalami seluruh keterangan korban dan saksi untuk melengkapi alat bukti. Penyidik juga melakukan pendekatan ilmiah melalui visum et repertum dan visum psychiatricum.

Kapolres menegaskan pihaknya serius menangani kasus tersebut dan akan memproses perkara hingga ke pengadilan.

Adapun munculnya informasi ada salah satu santriwati meninggal dunia di lingkungan Pondok Pesantren Padang Ati dibenarkan oleh Kapolres Pekalongan Kota. Ia menyebut belum mendalami hal tersebut.

Baca Juga :  Haedar Nashir: Jangan Sampai Pancasila Hanya Jadi Slogan, Kaya Retorika tapi Miskin Praktik

“Ya informasinya demikian, tapi kami masih mengumpulkan saksi-saksi yang ada dulu ya,” ujarnya.

Meski demikian ia menyebut bahwa kejadian tersebut berlangsung cukup lama namun pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan pemeriksaan tambahan maupun pendalaman terkait peristiwa tersebut.

“Pasti akan kita dalami tapi fokus pada peristiwa ini dulu. Kita lihat perkembangannya nanti,” tutupnya.

 

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Pelaku Pemeran Vidio Porno ‘Bandar Bergetar’ Ditetapkan Tersangka
Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul
Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara
Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan
Tergiur Emas Murah di Facebook, Warga Gunungkidul Kehilangan Rp174 Juta, Tujuh Penipu Dibekuk Polisi di Batang
Mobilio Dicuri Saat Pemilik Terlelap, Polisi Ringkus Dua Pemuda dan Amankan Mobil Korban
Santriwati Minta Dijemput, Orang Tua Mengaku Baru Tahu Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Terjadi Ponpes Padang Ati Pekalongan
Polisi Olah TKP Dugaan Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Padang Ati, Fokus Cocokkan Lokasi dan Keterangan Saksi Korban

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Pelaku Pemeran Vidio Porno ‘Bandar Bergetar’ Ditetapkan Tersangka

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:32 WIB

Sidang Lanjutan Kasus Gacon di Pekalongan, Saksi Dokter Ungkap Luka di Kepala Korban Akibat Benda Tumpul

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:49 WIB

Gara-gara Sebut Tetangga Kumpul Kebo, Ibu Rumah Tangga di Wiradesa Divonis Penjara

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:01 WIB

Ditabrak hingga Diserang Pecahan Botol, Pria di Batang Nekat Bacok Mantan Istri di Tengah Jalan

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:49 WIB

Tergiur Emas Murah di Facebook, Warga Gunungkidul Kehilangan Rp174 Juta, Tujuh Penipu Dibekuk Polisi di Batang

Berita Terbaru