Polisi Turun Tangan, Dugaan Perundungan Siswa SD di Pemalang Masuki Tahap Klarifikasi

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kepala SDN Banjaranyar 01 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Sri Umbartriningsih saat memberikan klarifikasi kepada wartawan di kantornya, Sabtu (2/5/26).

Kepala SDN Banjaranyar 01 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Sri Umbartriningsih saat memberikan klarifikasi kepada wartawan di kantornya, Sabtu (2/5/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Kasus dugaan perundungan terhadap siswa SD di Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, kini ditangani aparat kepolisian setelah dilaporkan oleh orang tua korban.

Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setiya Permana membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan bullying tersebut.

“Laporan sudah kami terima dan saat ini sudah dilakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi,” ujarnya melalui pesan singkat di What’s App kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga :  Ini Alasan Kepsek SDN Banjaranyar 01 Selama Ini Memilih Diam, Siap Laporkan Balik Bila Tudingan Orang Tua Siswa Tak Terbukti

Ia menambahkan, proses penyelidikan masih terus berjalan dan pihak kepolisian akan melakukan klarifikasi lanjutan terhadap pihak terlapor.

“Rencananya hari ini akan dilakukan klarifikasi terhadap terlapor,” jelasnya.

Sebelumnya pihak penyidik juga sudah melakukan pemanggilan terhadap semua saksi-saksi serta pelapor dan sudah dilakukan klarifikasi kemudian disusul pemanggilan kepada terlapor.

“Hari Sabtu ini terlapor akan dimintai keterangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Viral Pasangan Sejenis Digerebek Warga di Pemalang Berujung Tanda Tangan Pernyataan dan Permintaan Maaf

Diberitakan sebelumnya, seorang wali murid melaporkan dugaan kasus perundungan yang dialami anaknya di SDN Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.

Sebelum melaporkan kasus tersebut, orang tua siswa sempat beberapa kali mengunggah ke media sosial dan viral. Upaya mediasi serta penyelesaian secara kekeluargaan yang difasilitasi oleh dinas setempat gagal lantaran pihak orang tua siswa tidak hadir dan memilih melanjutkan ke proses hukum.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB