PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Penanganan kasus penganiayaan yang dilakukan seorang Adik terhadap kakak kandung serta keponakannya sendiri di Desa Tratebang, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, masih terus berlanjut. Polsek Wiradesa yang sebelumnya menangani telah melimpahkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan.
“Sudah dilimpahkan ke polres mas, untuk lebih jelasnya bisa langsung ke Satreskrim,” ujar Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiharto saat dihubungi kanalplus.id, Rabu (24/6/2026) malam.
Ia menyebut pihaknya saat ini sedang menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku yang telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Amino Gondohutomo Semarang.
Hasil observasi tersebut akan menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari RSJ Amino Gondohutomo Semarang. Butuh waktu untuk mengetahui hasilnya,” katanya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan kejiwaan nantinya tidak serta-merta menentukan perkara dihentikan atau dilanjutkan. Polisi masih akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.
“Kalau nanti ada hasil dari dokter, tetap akan kami kaji dalam gelar perkara. Tidak serta-merta gugur demi hukum,” terangnya.
Kasus tersebut sebelumnya menggegerkan warga Desa Tratebang setelah pelaku melukai dua anggota keluarganya sendiri. Peristiwa itu juga memicu keresahan warga yang berharap ada kepastian penanganan terhadap pelaku.
Sementara itu, salah satu korban bernama Rumanah (37) hingga kini belum dapat dimintai keterangan oleh penyidik. Meski sudah sadar, kondisi korban disebut masih mengalami syok akibat kejadian yang dialaminya.
“Korban sudah sadar, tetapi sementara belum bisa dimintai keterangan karena masih syok,” jelasnya.
Belum adanya keterangan resmi dari korban maupun pelaku membuat penyidik masih kesulitan menyusun gambaran utuh mengenai motif di balik aksi tersebut.
Meski demikian, dari informasi yang dihimpun, pelaku Sapari (62) diduga memendam perasaan dendam kepada kakak kandungnya yang telah meninggal tersebut.
Sebelumnya warga Desa Tratebang dibuat geger oleh tindakan Sapari yang nekat menganiaya kakak dan keponakannya sendiri dengan sebilah pisau dapur hingga menyebabkan Ruwah (68) meninggal dunia dengan sejumlah luka tusuk, sementara anak korban, Rumanah (37) selamat dengan luka yang sama namun masih dalam perawatan intensif di RSI Al Karomah.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD










