PEMALANG, KANALPLUS.ID – Kehilangan sepeda motor saat menjalankan tugas pendataan tidak membuat Tri Murniati (43) berhenti mendatangi rumah-rumah warga. Petugas Sensus Ekonomi 2026 asal Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, itu memilih kembali bekerja dengan meminjam sepeda motor milik anaknya.
Keputusan tersebut diambil setelah motor Honda Beat Street miliknya diduga dicuri saat ia menjalankan pendataan di Desa Panjunan, Kecamatan Petarukan, Kamis 2 Juli 2026 sore.
Tri sempat meminta izin tidak bertugas sehari setelah kejadian karena masih terkejut atas musibah yang dialaminya. Namun, pada 4 Juli 2026, ia kembali melanjutkan tugas lapangan yang mengharuskannya mendatangi warga satu per satu.
“Saya sempat meminta izin tidak menyensus sehari sesudahnya. Kemudian tanggal 4 Juli saya mulai melanjutkan tugas lagi menggunakan motor yang biasa dipakai anak saya,” kata Tri, Senin (6/7/2026).
Sebelum motor hilang, Tri datang ke rumah warga di Dusun Sokorojo, Desa Panjunan, sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan wawancara dan pendataan Sensus Ekonomi. Motor diparkir di depan rumah warga dengan kunci kontak telah dicabut.
Sekitar pukul 17.45 WIB, ia masih melihat motornya saat keluar untuk memotret bagian depan rumah sebagai kelengkapan data melalui aplikasi Fasih. Namun, setelah kembali masuk untuk mengunggah hasil pendataan, motor tersebut sudah tidak ada ketika ia keluar lagi sekitar lima menit kemudian.
Kendaraan yang hilang itu bukan sekadar alat transportasi bagi Tri. Motor tersebut selama ini digunakan untuk menunjang mobilitasnya, termasuk ketika harus berpindah dari satu rumah warga ke rumah lainnya dalam menjalankan tugas pendataan.
Kini, setiap kali harus memarkir motor saat bertugas, rasa khawatir masih menyertai Tri. Meski demikian, ia berusaha tidak membiarkan kejadian itu menghentikan tanggung jawabnya.
“Sekarang saya lebih khawatir memarkir motor saat bertugas. Semoga motor saya yang hilang bisa ketemu kembali,” ujarnya.
Tri mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyampaikan empati atas peristiwa yang menimpanya. Ia juga mendapat pesan agar lebih berhati-hati saat bertugas di lapangan.
“Dari BPS sempat menyampaikan rasa empati kepada saya dan berpesan supaya lebih berhati-hati saat bertugas,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolsek Petarukan AKP Amroni mengatakan laporan kehilangan sepeda motor tersebut telah diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan.
“Perkaranya sudah kami tindak lanjuti dan saat ini masih dalam penyelidikan,” kata AKP Amroni.
Tri berharap sepeda motor miliknya dapat ditemukan kembali dan pelaku pencurian segera ditangkap. Di tengah kehilangan yang dialaminya, ia tetap memilih melanjutkan pekerjaan mendata kondisi ekonomi warga, dengan kendaraan pinjaman dari anaknya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













