Motor Dicuri Saat Kerja, Tri Petugas Sensus Ekonomi di Pemalang Tetap Keliling Data Warga Pakai Motor Anak

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 06:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tri Murniati petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Kabupaten Pemalang tetap berkeliling mendata warga dengan meminjam motor anak, Senin (6/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Tri Murniati petugas Sensus Ekonomi 2026 dari Kabupaten Pemalang tetap berkeliling mendata warga dengan meminjam motor anak, Senin (6/7/26). Foto : Ilustrasi AI

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Kehilangan sepeda motor saat menjalankan tugas pendataan tidak membuat Tri Murniati (43) berhenti mendatangi rumah-rumah warga. Petugas Sensus Ekonomi 2026 asal Desa Klareyan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, itu memilih kembali bekerja dengan meminjam sepeda motor milik anaknya.

Keputusan tersebut diambil setelah motor Honda Beat Street miliknya diduga dicuri saat ia menjalankan pendataan di Desa Panjunan, Kecamatan Petarukan, Kamis 2 Juli 2026 sore.

Tri sempat meminta izin tidak bertugas sehari setelah kejadian karena masih terkejut atas musibah yang dialaminya. Namun, pada 4 Juli 2026, ia kembali melanjutkan tugas lapangan yang mengharuskannya mendatangi warga satu per satu.

“Saya sempat meminta izin tidak menyensus sehari sesudahnya. Kemudian tanggal 4 Juli saya mulai melanjutkan tugas lagi menggunakan motor yang biasa dipakai anak saya,” kata Tri, Senin (6/7/2026).

Sebelum motor hilang, Tri datang ke rumah warga di Dusun Sokorojo, Desa Panjunan, sekitar pukul 16.30 WIB untuk melakukan wawancara dan pendataan Sensus Ekonomi. Motor diparkir di depan rumah warga dengan kunci kontak telah dicabut.

Baca Juga :  Upaya Penyelesaian Kasus Dugaan Bullying di Pemalang Gagal, Orang Tua Murid Pilih Lanjut Proses Hukum

Sekitar pukul 17.45 WIB, ia masih melihat motornya saat keluar untuk memotret bagian depan rumah sebagai kelengkapan data melalui aplikasi Fasih. Namun, setelah kembali masuk untuk mengunggah hasil pendataan, motor tersebut sudah tidak ada ketika ia keluar lagi sekitar lima menit kemudian.

Kendaraan yang hilang itu bukan sekadar alat transportasi bagi Tri. Motor tersebut selama ini digunakan untuk menunjang mobilitasnya, termasuk ketika harus berpindah dari satu rumah warga ke rumah lainnya dalam menjalankan tugas pendataan.

Kini, setiap kali harus memarkir motor saat bertugas, rasa khawatir masih menyertai Tri. Meski demikian, ia berusaha tidak membiarkan kejadian itu menghentikan tanggung jawabnya.

Baca Juga :  BPS Batang Siapkan 825 Petugas Sensus Ekonomi, Terlambat Masuk Pelatihan Langsung Dicoret

“Sekarang saya lebih khawatir memarkir motor saat bertugas. Semoga motor saya yang hilang bisa ketemu kembali,” ujarnya.

Tri mengatakan Badan Pusat Statistik (BPS) telah menyampaikan empati atas peristiwa yang menimpanya. Ia juga mendapat pesan agar lebih berhati-hati saat bertugas di lapangan.

“Dari BPS sempat menyampaikan rasa empati kepada saya dan berpesan supaya lebih berhati-hati saat bertugas,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Petarukan AKP Amroni mengatakan laporan kehilangan sepeda motor tersebut telah diterima dan kini masih dalam proses penyelidikan.

“Perkaranya sudah kami tindak lanjuti dan saat ini masih dalam penyelidikan,” kata AKP Amroni.

Tri berharap sepeda motor miliknya dapat ditemukan kembali dan pelaku pencurian segera ditangkap. Di tengah kehilangan yang dialaminya, ia tetap memilih melanjutkan pekerjaan mendata kondisi ekonomi warga, dengan kendaraan pinjaman dari anaknya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:40 WIB

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Berita Terbaru

Polisi menunjukkan bagian belakang Po Bus Tunas Muda yang terbakar di KM 350 Tol Semarang - Batang, Minggu (13/9/26) pagi. Foto: Istimewa & Ilustrasi AI

Batang

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat

Minggu, 13 Sep 2026 - 07:50 WIB

Lansia yang bekerja sebagai petani di Batang dilaporkan tewas tertemper kereta api saat berjalan di rel Desa Ponowareng, Sabtu (12/9/26). Foto: Istimewa & AI

Peristiwa

Berjalan di Rel, Lansia di Batang Tewas Tertemper KA Kaligung

Minggu, 13 Sep 2026 - 06:49 WIB