Kuasa Hukum Gacon Soroti ‘TKP Kedua’ dalam Putusan Duwel : Ada Pihak Lain yang Belum Diproses

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Kuasa Hukum Gacon, Sunardi menyoroti TKP kedua yang diungkap oleh majelis hakim dalam sidang putusan perkara perampasan kemerdekaan terhadap orang lain di PN Pekalongan, Senin (10/8/26).

Kuasa Hukum Gacon, Sunardi menyoroti TKP kedua yang diungkap oleh majelis hakim dalam sidang putusan perkara perampasan kemerdekaan terhadap orang lain di PN Pekalongan, Senin (10/8/26).

KANAL KOTA – Putusan enam bulan penjara terhadap Ketua Ormas Lindu Aji Dwi Hendratno alias Duwel dalam perkara perampasan kemerdekaan terhadap Purwanto alias Gacon dinilai belum mengakhiri seluruh persoalan hukum dalam kasus tersebut.

Kuasa hukum Purwanto alias Gacon, Sunardi, justru menyoroti pertimbangan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan yang menemukan adanya rangkaian peristiwa lain setelah korban dibawa dari lokasi pertama.

Menurut Sunardi, dalam persidangan terungkap adanya tempat kejadian perkara (TKP) kedua, yang disebut berkaitan dengan penyekapan dan tindakan kekerasan terhadap Gacon.

“Majelis hakim dalam pemeriksaannya menemukan fakta-fakta adanya keterlibatan pelaku lain,” kata Sunardi kepada kanalplus.id, Kamis (13/8/2026).

Ia mengatakan, persoalan tersebut menjadi perhatian utama pihak korban karena perkara yang sampai ke persidangan sejauh ini hanya menempatkan Duwel sebagai terdakwa.

Padahal, menurut Sunardi, laporan dan bukti yang mereka ajukan sejak awal menggambarkan adanya rangkaian peristiwa yang lebih panjang, mulai dari penculikan atau perampasan kemerdekaan hingga penyekapan dan dugaan penganiayaan di lokasi kedua.

Baca Juga :  Arus Kedatangan Mendominasi, 10 Ribu Penumpang Padati Stasiun Pekalongan Saat Libur Panjang

Sunardi mempertanyakan mengapa rangkaian peristiwa tersebut tidak seluruhnya diproses dalam perkara yang sama.

“Duwel ini didudukkan sebagai terdakwa tunggal, sementara pelaku-pelaku lain tidak diproses,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya bahkan telah menyerahkan bukti tambahan mengenai dugaan keterlibatan pihak lain sebelum berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 dan dilimpahkan kepada penuntut umum.

Namun, hingga putusan tingkat pertama dijatuhkan, pihak-pihak yang disebut berkaitan dengan rangkaian peristiwa tersebut belum diproses sebagai tersangka.

Sunardi menilai kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana rangkaian perkara telah diungkap secara utuh oleh penyidik dan penuntut umum.

Ia berharap fakta yang muncul dalam persidangan tidak berhenti hanya sebagai pertimbangan dalam putusan Duwel, tetapi ditindaklanjuti untuk mengungkap keseluruhan peristiwa.

“Artinya, penyidik dan penuntut umum seharusnya memahami bahwa majelis hakim secara hukum menyatakan ada TKP kedua. TKP kedua itu berarti ada peristiwa pidana dan ada pihak-pihak yang terlibat,” terangnya.

Sunardi mengatakan pihaknya untuk sementara akan mendorong penyidik dan penuntut umum menindaklanjuti fakta tersebut. Jika tidak ada perkembangan, pihak korban membuka kemungkinan menempuh langkah hukum lain, termasuk mengajukan praperadilan atau meminta pengawasan terhadap proses penanganan perkara.

Baca Juga :  Jaksa Ungkap Gacon Kehilangan Kemerdekaan dan Alami Luka, Jadi Dasar Tuntutan Duwel

Meski demikian, Sunardi menegaskan pihaknya tetap menghormati asas praduga tak bersalah terhadap pihak mana pun yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut.

Ia menilai perjuangan hukum Gacon bukan semata-mata untuk memperberat hukuman Duwel, tetapi untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa terungkap dan pihak yang memang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum.

“Perjuangan kami dalam menegakkan dan menuntut keadilan ini dalam rangka mengungkap kebenaran materiil, transparansi dalam proses hukum, kemudian perlindungan terhadap korban,” jelasnya.

Sunardi menambahkan, putusan enam bulan terhadap Duwel sendiri tetap dihormati sebagai kewenangan majelis hakim. Namun, menurut dia, nilai penting dari putusan tersebut justru terletak pada fakta persidangan yang dinilai membuka adanya rangkaian peristiwa dan pihak lain di luar perkara terdakwa tunggal.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing
PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan
Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan
Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026
Pemkot Upayakan Pemulangan PMI Kota Pekalongan Terlantar di Dubai
Grand Keisha Padel Court Dibuka, Kota Pekalongan Bidik Turnamen Nasional Berhadiah Rp1 Miliar
Reuni Akbar IKA Spensa Pekalongan 25 Angkatan Satukan Ratusan Alumni Lintas Generasi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:27 WIB

PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB