Imbas Insiden Bekasi Timur, 198 Penumpang di Daop 4 Semarang Batalkan Tiket

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan penumpang kereta api di wilayah Daop 4 Semarang membatalkan perjalanan akibat imbas kecelakaan dua lokomotif di Bekasi, Selasa (28/4/26) foto : Istimewa

Ratusan penumpang kereta api di wilayah Daop 4 Semarang membatalkan perjalanan akibat imbas kecelakaan dua lokomotif di Bekasi, Selasa (28/4/26) foto : Istimewa

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur berdampak luas terhadap operasional perjalanan kereta api, termasuk di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang. Hingga pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 198 penumpang membatalkan tiket perjalanan mereka.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa pembatalan tersebut merupakan imbas dari gangguan operasional akibat insiden di Bekasi Timur yang hingga kini masih dalam proses penanganan.

“Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 4 Semarang memberlakukan ketentuan pengembalian bea tiket bagi pelanggan yang terdampak pembatalan kereta api,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Dari total 198 pelanggan yang membatalkan perjalanan, sebagian besar berasal dari Stasiun Semarang Tawang dengan 117 penumpang. Disusul Stasiun Tegal 30 penumpang, Pekalongan 17 penumpang, Semarang Poncol 9 penumpang, serta Cepu 8 penumpang.

Baca Juga :  Dari Sekolah Muhammadiyah ke Jepang, Kisah Revano Siswa Katolik Jadi Simbol Toleransi di Pekalongan

KAI Daop 4 juga mencatat setidaknya sembilan perjalanan kereta api yang batal beroperasi, baik keberangkatan awal dari wilayah Daop 4 Semarang maupun KA yang melintas.

Untuk keberangkatan awal, kereta yang dibatalkan antara lain KA Argo Sindoro relasi Semarang Tawang–Gambir, KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen, serta KA Argo Muria relasi Gambir–Semarang Tawang dan sebaliknya.

Sementara itu, sejumlah KA lintas jarak jauh yang melintas seperti KA Gumarang, Jayabaya, Argo Anjasmoro, hingga Argo Bromo Anggrek juga terdampak pembatalan perjalanan.

Pada pagi hari, KAI Daop 4 Semarang juga mengumumkan pembatalan dua kereta keberangkatan menuju Jakarta, yakni KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir dan KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.

Pembatalan ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian pola operasi perjalanan menyusul proses normalisasi jalur oleh petugas di wilayah Daop 1 Jakarta.

Baca Juga :  Ratusan Guru Paud Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Ikuti Pelatihan Keuangan Digital

KAI terus mengupayakan percepatan penanganan agar perjalanan dapat kembali normal secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” kata Luqman.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Proses refund dapat dilakukan maksimal tujuh hari setelah jadwal keberangkatan.

Pengembalian tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun, Contact Center 121, maupun aplikasi Access by KAI melalui fitur pembatalan perjalanan.

Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga telah menyampaikan informasi pembatalan secara aktif kepada pelanggan melalui SMS dan WhatsApp, guna memastikan informasi diterima dengan cepat.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. KAI akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta memastikan hak pelanggan tetap terpenuhi,” tutup Luqman.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Berita Terkait

Dari Sekolah Muhammadiyah ke Jepang, Kisah Revano Siswa Katolik Jadi Simbol Toleransi di Pekalongan
Psikolog Soroti Dugaan Gangguan Mental di Balik Kasus Anak Bunuh Ibu di Kota Pekalongan, Tekankan Pentingnya Pendampingan dan Dukungan Lingkungan
Iseng Masukkan Jari ke Lubang Gawang, Siswi SMPN 8 Pekalongan Dievakuasi Damkar
Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Kota Pekalongan
Depresi, Anak ‘Bunuh’ Ibu Kandung di Kota Pekalongan
Polisi Dalami Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri di Musala Pekalongan Barat
Dugaan Pelecehan Santri Mengaji di Pekalongan Barat Dilaporkan ke Polisi, Korban Disebut Lebih dari 10 Anak
Gegara Ninggal Kompor, Pranggok Batik di Medono Pekalongan Nyaris Ludes Terbakar

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:04 WIB

Dari Sekolah Muhammadiyah ke Jepang, Kisah Revano Siswa Katolik Jadi Simbol Toleransi di Pekalongan

Senin, 11 Mei 2026 - 23:05 WIB

Psikolog Soroti Dugaan Gangguan Mental di Balik Kasus Anak Bunuh Ibu di Kota Pekalongan, Tekankan Pentingnya Pendampingan dan Dukungan Lingkungan

Senin, 11 Mei 2026 - 14:41 WIB

Iseng Masukkan Jari ke Lubang Gawang, Siswi SMPN 8 Pekalongan Dievakuasi Damkar

Senin, 11 Mei 2026 - 13:16 WIB

Polisi Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Kota Pekalongan

Senin, 11 Mei 2026 - 11:48 WIB

Depresi, Anak ‘Bunuh’ Ibu Kandung di Kota Pekalongan

Berita Terbaru