Kebakaran Lahan Marak di Kota Pekalongan, Damkar Catat 8 Kejadian dalam Sebulan

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Petugas Damkar Kota Pekalongan sedang memadamkan titik api dari kebakaran lahan, Minggu (9/8/26). Foto : Istimewa

Petugas Damkar Kota Pekalongan sedang memadamkan titik api dari kebakaran lahan, Minggu (9/8/26). Foto : Istimewa

KANAL KOTA – Kebakaran lahan mulai marak terjadi di Kota Pekalongan seiring memasuki periode cuaca panas. Dalam satu bulan terakhir, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) mencatat delapan kejadian, sekaligus menjadi angka tertinggi sepanjang Januari hingga Juli 2026.

Kepala Seksi Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Satpol PP Damkarmat Kota Pekalongan, Ikoa Nuska, mengatakan peningkatan kejadian kebakaran mulai terlihat ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau.

“Kalau puncaknya dari Januari sampai Juli kemarin, bulan Juli ada delapan kali kejadian,” kata Ikoa saat dihubungi kanalplus.id, Minggu (9/8/2026).

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode Januari hingga Juni yang masih didominasi musim hujan. Dalam periode tersebut, rata-rata kejadian kebakaran hanya sekitar satu hingga dua kasus setiap bulan.

Menurut Ikoa, sebagian besar kebakaran yang terjadi bukan dipicu faktor alam, melainkan kelalaian manusia. Salah satu kebiasaan yang paling berisiko adalah membakar sampah, daun kering maupun ranting di lahan terbuka kemudian meninggalkannya sebelum api benar-benar padam.

Baca Juga :  BI Tegal Masukkan Materi Cinta Rupiah ke SD-SMP, Edukasi Ekonomi Dimulai Sejak Bangku Sekolah

“Selama ini banyak karena kelalaian. Biasanya bakar sampah atau ranting dan daun pohon, kemudian ditinggalkan,” ujarnya.

Persoalan tersebut menjadi semakin berbahaya ketika pembakaran dilakukan di tengah cuaca panas dan kondisi angin yang cukup kencang. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.

“Ditambah cuaca yang terik dan angin, api bisa menyebar semakin meluas,” jelas Ikoa.

Salah satu kawasan yang disebut cukup sering mengalami kejadian serupa berada di wilayah Kuripan, termasuk kawasan Bong Cino. Kebakaran di kawasan tersebut umumnya berkaitan dengan aktivitas pembakaran material kering.

Kondisi ini membuat Damkar meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika cuaca panas dan lingkungan mulai dipenuhi daun atau rumput kering.

Baca Juga :  Bara Tungku Disangka Padam, Delapan Jam Kemudian Hanguskan Dapur Rumah Lansia di Pekalongan

Ikoa mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah maupun daun kering secara sembarangan. Jika pembakaran tidak dapat dihindari, api harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Namun, dalam kondisi cuaca yang sangat panas, ia menyarankan masyarakat menghindari aktivitas pembakaran sama sekali.

Imbauan tersebut dinilai penting karena kebakaran lahan tidak hanya mengancam lingkungan sekitar, tetapi juga dapat memaksa petugas mengerahkan armada dan personel untuk menangani api yang sebenarnya berawal dari aktivitas sederhana di lingkungan warga.

“Usahakan jangan membakar sampah atau daun-daun kering, apalagi ditinggalkan dalam keadaan api atau bara masih menyala,” tegasnya.

Dengan meningkatnya kejadian kebakaran pada Juli, Damkar mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh api kecil di lahan kosong. Terlebih, kondisi panas, material kering dan angin dapat menjadi kombinasi yang membuat api berkembang dalam waktu singkat.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Pekalongan Siapkan Plt untuk Isi Jabatan Kosong di PDAM Usai Sejumlah Pejabat Ditahan
Empat Pejabat PDAM Jalani Hari Pertama di Rutan Pekalongan, Ditempatkan di Ruang Mapenaling
Datang sebagai Saksi, 4 Pejabat PDAM Kota Pekalongan ini Tak Pulang Setelah Jadi Tersangka dan Ditahan
Tensi Tembus 210, Penahanan Empat Tersangka Dugaan Korupsi di PDAM Kota Pekalongan Sempat Tertunda
Baru Ditunjuk Jadi Pengacara, Kuasa Hukum Iqbal dan Purnomo Ngaku Belum Pelajari Berkas Perkara
Terungkap Peran Empat Tersangka Kasus Dugaan Pengadaan Fiktif dan Pemalsuan Voucher Perawatan Mobil Operasional PDAM Kota Pekalongan
Bukan Cuma Pengadaan Fiktif, Kejari Kota Pekalongan Dalami Dugaan Pemalsuan Voucher Perawatan Kendaraan
Empat Pejabat PDAM Kota Pekalongan Jadi Tersangka, Kejari Langsung Tahan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:08 WIB

Pemkot Pekalongan Siapkan Plt untuk Isi Jabatan Kosong di PDAM Usai Sejumlah Pejabat Ditahan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:41 WIB

Empat Pejabat PDAM Jalani Hari Pertama di Rutan Pekalongan, Ditempatkan di Ruang Mapenaling

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:33 WIB

Datang sebagai Saksi, 4 Pejabat PDAM Kota Pekalongan ini Tak Pulang Setelah Jadi Tersangka dan Ditahan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Tensi Tembus 210, Penahanan Empat Tersangka Dugaan Korupsi di PDAM Kota Pekalongan Sempat Tertunda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Terungkap Peran Empat Tersangka Kasus Dugaan Pengadaan Fiktif dan Pemalsuan Voucher Perawatan Mobil Operasional PDAM Kota Pekalongan

Berita Terbaru