Dindikpora Pemalang Bantah Arahkan Pembelian Seragam ke Toko Tertentu, Janji Monitor Sekolah

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Dindikpora Kabupaten Pemalang membantah mengarahkan pembelian seragam ke toko tertentu dan beranji akan melakukqn monitoring ke sekolah, Rabu (8/7/26). Foto : Istimewa

Dindikpora Kabupaten Pemalang membantah mengarahkan pembelian seragam ke toko tertentu dan beranji akan melakukqn monitoring ke sekolah, Rabu (8/7/26). Foto : Istimewa

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pemalang membantah mengarahkan sekolah maupun wali murid untuk membeli seragam di toko tertentu. Penegasan itu disampaikan menyusul keluhan wali murid terkait pembelian seragam identitas sekolah yang disebut harus dibeli dalam satu paket.

Kepala Dindikpora Kabupaten Pemalang, Supa’at, mengatakan pembelian seragam nasional maupun seragam pramuka tidak pernah dikondisikan oleh dinas. Menurutnya, masyarakat bebas membeli kebutuhan seragam tersebut di pasar atau tempat lain.

“Penjualan seragam merah putih untuk SD, putih biru untuk SMP, dan pramuka kita serahkan ke pasar. Jadi tidak ada pengkondisian yang bersifat struktural maupun formal,” kata Supa’at saat menerima audiensi wali murid di Kantor Dindikpora Pemalang, Rabu (8/7/2026).

Dalam audiensi tersebut, sejumlah wali murid SMP Negeri 2 Taman datang didampingi Lembaga Bantuan Hukum Ambara Keadilan. Mereka meminta dinas menelusuri mekanisme pengadaan seragam, khususnya seragam identitas atau batik sekolah.

Baca Juga :  Program MBG dan KDMP Ditolak Mahasiswa Pemalang, Ini Alasannya

Salah satu wali murid, Heppy, mengaku mendatangi kantor Dindikpora setelah mengalami kesulitan saat hendak membeli seragam untuk anaknya. Ia menyebut wali murid diarahkan ke sebuah toko untuk membeli kain seragam.

Ketua LBH Ambara Keadilan, Julio Belnanda Harianja, menyebut pihaknya menerima keluhan bahwa pembelian seragam batik sekolah disebut tidak dapat dilakukan secara terpisah. Wali murid, menurutnya, diarahkan membeli paket yang berisi seragam OSIS, pramuka, dan batik.

“Wali murid ingin membeli seragam identitas atau batik sekolah, tetapi diarahkan ke toko tertentu. Di sana disebut harus membeli paket yang isinya OSIS, pramuka, dan batik. Ini dinilai memberatkan,” ujar Julio.

LBH Ambara Keadilan juga meminta Dindikpora menelusuri dugaan adanya pola penjualan seragam yang mengarah kepada satu toko. Anggota LBH Ambara Keadilan, Ganang Sukma Permana, mengatakan pihaknya mempertanyakan adanya informasi bahwa pemilik toko disebut memiliki data nama siswa dari sekolah.

Baca Juga :  Libur Sekolah Berujung Duka, Remaja 14 Tahun di Pemalang Tenggelam di Sungai Comal

“Kami meminta persoalan ini ditelusuri, karena ada wali murid dari wilayah lain yang mengaku selama bertahun-tahun diarahkan membeli bahan seragam di toko yang sama,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Supa’at memastikan Dindikpora akan melakukan survei dan monitoring ke sekolah-sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pengadaan seragam identitas sekolah agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi wali murid.

“Kita akan survei dan monitoring, kemudian memberikan pembinaan kepada sekolah-sekolah,” ujarnya.

Dindikpora meminta sekolah tetap memperhatikan kemampuan ekonomi wali murid dalam penyediaan seragam identitas. Dinas juga akan menelusuri informasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut sebagai bahan evaluasi.

Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah maupun pengelola toko yang disebut dalam keluhan wali murid belum memberikan tanggapan terkait dugaan kewajiban pembelian seragam dalam bentuk paket.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bilik Liar Kembali Bermunculan di Pantai Cemoro Sewu, Satpol PP Pemalang Temukan Kondom dan Pasangan Bukan Suami Istri
Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah
Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar
Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut
Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi
Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi
Temuan Benda Mirip Belatung, MBG di SMA Negeri 1 Belik Pemalang Dihentikan Sementara
Ogoh-ogoh Mirip Bupati Pemalang Nonaktif Diubah, Camat Pulosari Bantah Melarang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:48 WIB

Antisipasi Gagal Panen, Jateng Siapkan Perlindungan untuk 10.000 Hektare Sawah

Kamis, 3 September 2026 - 11:22 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Rp147,6 Miliar untuk Pertanian, Pemalang Kebagian Rp5,24 Miliar

Kamis, 3 September 2026 - 10:57 WIB

Harga Gabah Pemalang Tembus Rp8.500/Kg, Tapi Sawah Terus Menyusut

Kamis, 3 September 2026 - 10:32 WIB

Jaga Produksi Padi Pemalang, Ahmad Luthfi Bantu 200 Pompa dan 13 Paket Irigasi

Kamis, 3 September 2026 - 10:07 WIB

Jateng Sumbang 15,6 Persen Gabah Nasional, Ahmad Luthfi Ingatkan Sawah Jangan Beralih Fungsi

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB