Dikabarkan Menghilang, Terduga Pelaku Pencabulan Sejumlah Santri di Musala Pekalongan Selatan Belum Masuk DPO

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 06:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Meski dikabarkan sudah tidak berada di rumah namun terlapor kyai S terduga pelaku kasus pencabulan terhadap beberapa santriwati di bawah umur yang mengaji di musala yang diasuhnya, polisi belum melakukan pemanggilan pemeriksaan, Kamis (18/6/26). Foto : Ilustrasi AI

Meski dikabarkan sudah tidak berada di rumah namun terlapor kyai S terduga pelaku kasus pencabulan terhadap beberapa santriwati di bawah umur yang mengaji di musala yang diasuhnya, polisi belum melakukan pemanggilan pemeriksaan, Kamis (18/6/26). Foto : Ilustrasi AI

KOTA PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap sejumlah santriwati di bawah umur yang mengaji di sebuah musala di wilayah Pekalongan Selatan masih terus berlanjut di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan Kota.

Meski terduga pelaku yang dikenal sebagai guru mengaji berinisial Kyai S dikabarkan sudah tidak berada di kediamannya, polisi memastikan proses penyelidikan dan pendalaman perkara tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto mengatakan penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan mengembangkan penanganan perkara tersebut.

“Untuk kasus yang terkait dengan oknum guru ngaji, kami masih melakukan pendalaman dan sampai dengan saat ini tetap intensif terkait pengembangan perkara itu,” kata Setiyanto kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, status hukum Kyai S saat ini masih sebagai terlapor dan belum ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) meski yang bersangkutan dikabarkan sudah tidak ada di rumahnya.

“Belum, kami belum menetapkan DPO. Jadi kami masih melakukan pendalaman,” ujarnya.

Setiyanto menjelaskan laporan pengaduan dari korban telah diterima oleh kepolisian. Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar empat korban yang menjadi bagian dari pengaduan yang sedang ditangani penyidik.

Baca Juga :  Diadang Aparat Gabungan, 150 Mahasiswa AMPERA Pilih Gelar 'Parlemen Jalanan', Berujung Kesepakatan dengan Wali Kota dan DPRD

“Kalau pengaduan sudah ada. Korban ada sekitar empat kalau tidak salah,” jelasnya.

Ia juga membenarkan informasi yang beredar bahwa terlapor diduga sudah meninggalkan tempat tinggalnya. Kendati demikian pihaknya belum melakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan.

“Terlapor informasinya seperti itu (kabur), namun kami belum ada upaya untuk melakukan upaya paksa,” tegasnya.

Penyidik, lanjut Setiyanto, akan menempuh prosedur sesuai ketentuan hukum dengan terlebih dahulu dengan  melakukan pemanggilan terhadap terlapor.

“Kami tetap akan melakukan upaya terkait yang bersangkutan tentunya melalui tahap pemanggilan,” terangnya

Saat ditanya mengenai dugaan tindak pidana yang diselidiki, Setiyanto menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan perbuatan pelecehan terhadap anak.

Sebelumnya, dugaan perbuatan pencabulan terhadap sejumlah santri yang mengaji di sebuah musala di wilayah Kota Pekalongan mencuat setelah keluarga korban melapor melalui layanan perlindungan perempuan dan anak pada April 2026.

Baca Juga :  Celurit Gagal Dipakai Membunuh Perangkat Desa Kalipancur, Gagang Terlepas Saat Akan Digunakan

Perkara itu sempat dimediasi di tingkat kelurahan pada 17 April 2026. Namun, para pihak akhirnya sepakat membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Sejumlah korban kemudian menjalani asesmen oleh tim pendamping untuk menggali keterangan terkait dugaan peristiwa yang dialami masing-masing anak.

Dari asesmen awal, sedikitnya delapan anak mengikuti pendataan resmi, sementara dalam proses mediasi jumlah korban yang disebut mencapai sekitar 10 anak. Bahkan terdapat informasi adanya korban lain yang belum melapor karena masih memiliki hubungan keluarga dengan pihak terduga pelaku.

Informasi yang dihimpun menyebut dugaan peristiwa terakhir terjadi pada Ramadan 2026 dan mulai terungkap setelah salah satu korban menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada keluarga. Pengakuan tersebut kemudian memunculkan korban-korban lain yang mengaku mengalami dugaan perbuatan serupa.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut. Status Kyai S masih sebagai terlapor dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Proses penyidikan serta pengumpulan alat bukti masih berlangsung di Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan kota.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru