KANAL KOTA — Puluhan peserta mengayuh sepeda menyusuri sudut-sudut Kota Pekalongan dalam kegiatan Heritage Fun Bike yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Pekalongan, Ahad (18/10/2026). Kegiatan itu bukan sekadar ajang olahraga, melainkan cara menyenangkan untuk mengenalkan jejak sejarah, bangunan tua, dan tokoh nasional yang terkait dengan Kota Batik.
Rute perjalanan dimulai pukul 06.00 WIB dari Kantor PWI Kota Pekalongan di Jalan Bahagia Nomor 3. Peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, insan pers, dan masyarakat umum diajak menelusuri sejumlah titik bersejarah, mulai dari SD Negeri Keputran 4, bekas Pendopo Alun-alun, Kampung Darpo Wangsan di kawasan Sugih Waras, Lapas Pekalongan di Jalan WR Supratman, Jembatan Gantung, hingga Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Perjalanan ditutup di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil), kawasan budaya Jetayu.
Sepanjang rute, peserta didampingi pemandu yang menjelaskan latar belakang sejarah bangunan dan lokasi yang dilalui. Konsep tersebut membuat peserta memperoleh pengalaman wisata sejarah sekaligus mempererat kebersamaan.
Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, yang akrab disapa Aaf, turut mengikuti kegiatan bersama Forkopimda Kota Pekalongan. Ia mengapresiasi PWI karena menghadirkan kegiatan kreatif dan edukatif dalam rangkaian menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Menurut Aaf, pendekatan olahraga dapat menjadi pintu menarik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu masyarakat, terutama generasi muda, terhadap sejarah daerahnya.
“Ini acara yang sederhana, tetapi penuh makna dan kebersamaan. Konsepnya sangat luar biasa, diadakan oleh teman-teman PWI. Kita bisa bersepeda sekaligus menapak tilas sejarah-sejarah Kota Pekalongan,” ujar Aaf.
Ia menambahkan, Pekalongan menyimpan banyak kisah penting yang perlu terus diperkenalkan. Sejumlah tokoh nasional—Mohammad Roem, Jenderal Hoegeng, Oto Iskandardinata, dan Agus Salim—disebut memiliki keterkaitan dengan sejarah kota ini.
“Pengenalan terhadap jejak sejarah tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan generasi penerus sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap daerahnya,” tegasnya.
Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi, menjelaskan bahwa Heritage Fun Bike dirancang untuk mempertemukan semangat olahraga dengan upaya pengenalan potensi wisata sejarah. Kegiatan ini juga dibuka bagi masyarakat umum agar peringatan HPN 2027 tidak hanya menjadi agenda insan pers, tetapi dapat dinikmati bersama berbagai kalangan.
Panitia menyediakan kuota 50 peserta umum dan 80 peserta dari kalangan pers serta undangan. Hingga 9 Oktober 2026, kuota peserta umum telah terpenuhi.
“Kami ingin peserta mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar bersepeda. Oleh karena itu, sepanjang perjalanan akan ada pemandu yang menjelaskan sejarah bangunan dan lokasi yang dilalui,” jelas Kuswandi.
Sejarawan Pekalongan, Dirham Syah, menyoroti dinamika pers di Kota Pekalongan sejak era 1920-an serta keterkaitan kota ini dengan tokoh pers nasional, antara lain Goenawan Mohamad dan E.H. Kartanegara.
Ia berharap kegiatan semacam ini mendorong masyarakat semakin mengenal kekayaan sejarah daerah dan aktif menjaga bangunan serta situs bersejarah yang masih tersisa.
“Lebih dari sekadar perjalanan bersepeda, setiap titik yang disinggahi menjadi pengingat bahwa warisan masa lalu merupakan bagian penting dari identitas kota yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tukas Dirham.
Melalui Heritage Fun Bike, PWI Kota Pekalongan menegaskan bahwa kegiatan menyambut HPN 2027 dapat menjadi ruang kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat—sekaligus sarana menjadikan sejarah lebih dekat dengan kehidupan warga.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












