KANAL KOTA — Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat intervensi gizi bagi keluarga dengan balita stunting melalui penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) daerah berupa beras premium. Sebanyak 1.385 balita stunting menerima alokasi beras 10 kilogram per anak, dengan total penyaluran mencapai 13.850 kilogram atau 13,85 ton.
Penyaluran tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah Serentak dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2026, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Pekalongan untuk memastikan dukungan pangan tidak hanya menjangkau masyarakat umum, tetapi juga kelompok paling rentan terhadap masalah gizi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan menyatakan bahwa CPP daerah dimanfaatkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
“Alhamdulillah, kegiatan Gerakan Pangan Murah hari ini kami sinergikan dengan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah untuk keluarga yang memiliki balita stunting. Salah satu peruntukan cadangan pangan ini adalah mendukung percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.
Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan tidak berhenti pada penyaluran bantuan sesaat. Menurutnya, pemenuhan gizi anak perlu terus dipantau agar manfaatnya benar-benar berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan melalui program yang prematur. Bantuan untuk anak-anak stunting harus berkelanjutan dan terus dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Aaf, panggilan karib walikota.
Pemerintah Kota mencatat prevalensi stunting di Kota Pekalongan telah menurun, namun masih berada di kisaran 19 persen. Pemkot menargetkan angka tersebut terus menurun hingga 14 persen pada tahun 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Pekalongan mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), orang tua asuh, serta berbagai pihak pendukung. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi balita dan mendampingi keluarga secara berkelanjutan.
Penyaluran beras premium kepada keluarga dengan balita stunting diposisikan sebagai intervensi pendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Dukungan ini diharapkan membantu keluarga mengalokasikan anggaran pangan secara lebih baik, sehingga anak memperoleh asupan gizi yang lebih terjamin.
Melalui sinergi antara CPP daerah, Gerakan Pangan Murah, dan program penguatan gizi lintas sektor, Pemkot Pekalongan berkomitmen mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Pekalongan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












