Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sebanyak 13.85 ton beras premium untuk bayi stunting dari CPP disalurkan kepada penerima di Hari Pangan Sedunia, Rabu (21/10/26). Foto: Ilustrasi AI

Sebanyak 13.85 ton beras premium untuk bayi stunting dari CPP disalurkan kepada penerima di Hari Pangan Sedunia, Rabu (21/10/26). Foto: Ilustrasi AI

KANAL KOTA — Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat intervensi gizi bagi keluarga dengan balita stunting melalui penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) daerah berupa beras premium. Sebanyak 1.385 balita stunting menerima alokasi beras 10 kilogram per anak, dengan total penyaluran mencapai 13.850 kilogram atau 13,85 ton.

Penyaluran tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah Serentak dalam rangka Hari Pangan Sedunia 2026, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkot Pekalongan untuk memastikan dukungan pangan tidak hanya menjangkau masyarakat umum, tetapi juga kelompok paling rentan terhadap masalah gizi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan menyatakan bahwa CPP daerah dimanfaatkan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.

“Alhamdulillah, kegiatan Gerakan Pangan Murah hari ini kami sinergikan dengan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah untuk keluarga yang memiliki balita stunting. Salah satu peruntukan cadangan pangan ini adalah mendukung percepatan penurunan stunting,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hampir 30 Tahun Jualan Laptop, ELS.ID Perluas Jaringan ke Pekalongan

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan tidak berhenti pada penyaluran bantuan sesaat. Menurutnya, pemenuhan gizi anak perlu terus dipantau agar manfaatnya benar-benar berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan melalui program yang prematur. Bantuan untuk anak-anak stunting harus berkelanjutan dan terus dipantau agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Aaf, panggilan karib walikota.

Pemerintah Kota mencatat prevalensi stunting di Kota Pekalongan telah menurun, namun masih berada di kisaran 19 persen. Pemkot menargetkan angka tersebut terus menurun hingga 14 persen pada tahun 2026.

Baca Juga :  Ketua Ormas Lindu Aji Pekalongan Divonis 6 Bulan, Kuasa Hukum Gacon Justru Sepakat dengan Pertimbangan Hakim

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Pekalongan mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), orang tua asuh, serta berbagai pihak pendukung. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan gizi balita dan mendampingi keluarga secara berkelanjutan.

Penyaluran beras premium kepada keluarga dengan balita stunting diposisikan sebagai intervensi pendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Dukungan ini diharapkan membantu keluarga mengalokasikan anggaran pangan secara lebih baik, sehingga anak memperoleh asupan gizi yang lebih terjamin.

Melalui sinergi antara CPP daerah, Gerakan Pangan Murah, dan program penguatan gizi lintas sektor, Pemkot Pekalongan berkomitmen mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di Kota Pekalongan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Investasi ke Guru PAUD, Pemkot Pekalongan Beri Beasiswa S-1
Perkuat Pendidikan Sejak Usia Dini, Kota Pekalongan Wajibkan Belajar 13 Tahun
Heritage Fun Bike PWI Pekalongan Padukan Olahraga, Wisata dan Pelajaran Sejarah
Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum
Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing
PBN 2026 Jadi Panggung UMKM dan Produk Unggulan Daerah di Kota Pekalongan
Langganan Banjir, Jalan di Pringrejo Dicor TMMD Kota Pekalongan
Pemkot Pekalongan Perkuat Kolaborasi OPD, Targetkan 418 Posyandu Terapkan 6 SPM pada 2026

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Perkuat Pendidikan Sejak Usia Dini, Kota Pekalongan Wajibkan Belajar 13 Tahun

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Heritage Fun Bike PWI Pekalongan Padukan Olahraga, Wisata dan Pelajaran Sejarah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Dirugikan Vidio Lama Diviralkan, SMP 10 Pekalongan Bakal Tempuh Jalur Hukum

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Berita Terbaru

Tim gabungan berupaya memadamkan api yang menghanguskan rumah di Desa Wangandowo, Selasa (20/10/26). Foto: dok istimewa & ilustrasi AI

Peristiwa

Dua Anak Lolos dari Kebakaran Rumah di Pekalongan

Rabu, 21 Okt 2026 - 11:19 WIB