RAPBD Kota Pekalongan 2027 Turun, Belanja Modal Anjlok 41 Persen

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 06:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wakil Wali Kota Pekalongan Bilqis membacakan Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (14/9/26).

Wakil Wali Kota Pekalongan Bilqis membacakan Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2027 dalam rapat paripurna DPRD, Senin (14/9/26).

KANAL KOTA – Pemerintah Kota Pekalongan mengusulkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp861,89 miliar untuk pendapatan dan Rp872,83 miliar untuk belanja.

Pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2027 tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pekalongan Bilqis Diab dalam rapat paripurna DPRD Kota Pekalongan.

Dalam paparannya, Bilqis mengatakan pendapatan daerah pada 2027 direncanakan sebesar Rp861.892.287.000. Angka tersebut turun 1,66 persen atau sekitar Rp14,49 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Struktur pendapatan daerah masih didominasi dana transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Proporsinya mencapai 65,60 persen, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada di angka 34,40 persen.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp872.839.287.000 atau turun 10,38 persen.

Penurunan paling besar terlihat pada belanja modal. Pos ini hanya direncanakan Rp43.812.896.000 atau turun 41,14 persen.

Adapun belanja operasi direncanakan Rp816.226.037.000, turun 7,66 persen. Sedangkan belanja tidak terduga sebesar Rp12.800.354.000 atau turun 18,21 persen.

Meski ruang fiskal menyempit, Pemkot Pekalongan tetap memasukkan sejumlah program yang disebut sebagai prioritas dalam RAPBD 2027.

Program tersebut antara lain bantuan rumah tidak layak huni, jaminan kesehatan melalui layanan Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan warga mengakses layanan kesehatan menggunakan KTP, perbaikan jalan kota dan jalan lingkungan, serta pengadaan tanah untuk pembangunan stasiun pompa banjir.

Baca Juga :  Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan program bantuan peralatan sekolah dan santunan pendidikan bagi anak yatim serta keluarga rentan.

Ada pula beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan yang melanjutkan pendidikan, peningkatan bantuan operasional Posyandu, bantuan bagi takmir masjid dan musala, serta bantuan untuk RT dan RW.

Bilqis mengatakan sejumlah program tersebut tetap dipertahankan karena dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Untuk program kesehatan bagi masyarakat Kota Pekalongan, berobat dengan KTP saja masih berjalan, pelayanan UHC. Kemudian rumah tidak layak huni juga programnya masih tetap ada dan merupakan program unggulan,” kata Bilqis, Senin (14/9/2026) malam.

Menurut dia, pemerintah juga tetap menyiapkan beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan yang melanjutkan pendidikan, bantuan pendidikan untuk anak yatim, serta anggaran perbaikan jalan lingkungan dan permukiman.

“Persiapan anggaran untuk Posyandu, musala, masjid, dan bantuan untuk RT/RW,” ujarnya.

Baca Juga :  Data Desil Bansos Masih Bisa Dikoreksi, Wali Kota Pekalongan Minta Warga Laporkan Kalau Tak Sesuai

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkot Pekalongan juga menempatkan pengelolaan sampah sebagai salah satu program yang mendapat perhatian pada 2027.

Bilqis mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran untuk pembebasan tanah sebagai bagian dari persiapan pengolahan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Untuk 2027 juga penanganan sampah kita masih serius, karena ke depannya Kota Pekalongan akan dijadikan salah satu wilayah untuk pengelolaan sampah yang namanya Refuse Derived Fuel (RDF),” terangnya.

Menurut Bilqis, anggaran pembebasan tanah tersebut disiapkan untuk mempercepat proses pengolahan sampah agar pembangunan dan pelaksanaannya tidak terkendala persoalan lahan.

“Makanya ada anggaran untuk pembebasan tanah agar percepatan pengolahan sampah ini bisa terselenggara dengan baik, tidak ada kendala,” tuturnya.

Selain belanja, RAPBD 2027 juga mencantumkan pembiayaan. Penerimaan pembiayaan direncanakan Rp16,75 miliar yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp5 miliar untuk pembentukan dana cadangan dan penyertaan modal daerah.

RAPBD 2027 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kota Pekalongan sebelum ditetapkan menjadi APBD.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Sehat Berbusana Batik di Kota Pekalongan, Aaf Singgung Persaingan Produk Impor
Atlet Esports Pekalongan Raih Perak Porprov Jateng 2026, Mental Jadi Kunci
RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November
Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi
Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung
Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta
Purna Tugas, 22 ASN Pemkot Pekalongan Diminta Tetap Aktif di Masyarakat
Percepat Penurunan Prevalensi Bayi Stunting, Pemkot Pekalongan Salurkan Bantuan Beras Premium

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Jalan Sehat Berbusana Batik di Kota Pekalongan, Aaf Singgung Persaingan Produk Impor

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:02 WIB

RSUD Bendan Pekalongan Target Layani CT Scan Pakai BPJS Mulai 1 November

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:51 WIB

Duta Besar Belanda Sanjung Green Batik Pekalongan sebagai Inovasi Berbasis Tradisi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Green Batik Pekalongan Diperkenalkan Lewat Pameran di Museum Batik, Duta Besar Belanda Hadir Langsung

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Jabatan Strategis Asisten Administrasi Umum Lowong, Pemkot Pekalongan Terapkan Manajemen Talenta

Berita Terbaru