Pemkab Batang Sediakan 28 Booth Kuliner UMKM, Pengunjung Cukup Scan QRIS untuk Makan Gratis

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Selain kuliner UMKM, Booth Bank Indonesia Tegal di Jalan Veteran Batang juga paling ramai diburu pengunjung karena menyediakan sembako yang dikemas dalam permainan interaktif, Senin (17/8/26).

Selain kuliner UMKM, Booth Bank Indonesia Tegal di Jalan Veteran Batang juga paling ramai diburu pengunjung karena menyediakan sembako yang dikemas dalam permainan interaktif, Senin (17/8/26).

KANAL BATANG — Makan gratis dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Batang dikemas berbeda tahun ini. Pemerintah Kabupaten Batang tidak sekadar membagikan makanan kepada masyarakat, tetapi menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang memperkenalkan transaksi nontunai sekaligus menggalang donasi untuk pembangunan sumur bor.

Sebanyak 28 booth kuliner UMKM disiapkan di kawasan Jalan Veteran, Batang, Senin (17/8/2026) malam. Para penjual yang terlibat merupakan pedagang di sekitar kawasan alun-alun serta UMKM binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Batang.

Tidak ada transaksi dengan uang tunai di booth-booth tersebut. Masyarakat yang mendapatkan kupon makanan diarahkan melakukan pembayaran melalui QRIS.

Kepala Disperindagkop UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso mengatakan, setiap booth diisi tiga pelaku UMKM kuliner. Mekanisme penukaran makanan juga dibuat menggunakan kupon dengan tanda atau warna tertentu.

“Warna itu menunjukkan tendanya, berarti jenis kuliner yang bisa ditukar,” kata Wahyu, Senin (17/8/2026) malam.

Kupon tersebut menjadi penanda bagi warga untuk mengetahui booth tempat mereka dapat memperoleh makanan. Namun, kupon bukan berarti menghilangkan proses transaksi digital.

Masyarakat tetap diarahkan melakukan scan QRIS sebelum menukarkan kupon dengan makanan.

Yang menarik, transaksi tersebut bukan sekadar simulasi penggunaan pembayaran digital. Uang yang masuk melalui QRIS dalam kegiatan itu diarahkan untuk wakaf pembangunan sumur bor.

Wahyu mengatakan nominal wakaf tidak ditentukan secara besar. Masyarakat cukup memberikan wakaf minimal Rp1 melalui QRIS.

Baca Juga :  Galangan Kapal di Batang Nyaris Ludes Terbakar, Api Diduga dari Sisa Bara Kayu

“Semua transaksi QRIS-nya di sini masuk ke wakaf semua,” terangnya.

Dana tersebut nantinya diakumulasi bersama penggalangan wakaf dari sejumlah kegiatan lain yang telah dilakukan sebelumnya. Tujuannya untuk membantu pembangunan sumur di wilayah Kabupaten Batang yang membutuhkan akses air.

Penerapan transaksi QRIS dalam kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman langsung bagi pelaku UMKM yang selama ini terbiasa menerima pembayaran tunai.

Mela, salah satu pedagang tahu campur, mengatakan pembayaran menggunakan QRIS justru membuat transaksi lebih praktis.

Tahu campur dagangannya dibanderol Rp10.000 per porsi. Namun, pembeli tidak perlu mengeluarkan uang tunai untuk membayarnya.

“Lebih mudah. Kalau tunai kan harus sedia uang kembalian, kalau QRIS kan enggak repot,” tutur Mela.

Mela sendiri telah menggunakan QRIS hampir dua tahun. Selain menerima pembayaran dari pembeli, ia juga terbiasa menggunakan QRIS untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, selama ponsel dalam kondisi siap digunakan, transaksi digital tidak banyak menimbulkan persoalan.

“Kalau baterainya low, itu baru kesulitan. Kalau enggak, selama ini masih aman-aman saja,” katanya.

Pengalaman serupa dirasakan Sulistyowati (18), pelajar SMA Al-Munawwaroh asal Kecamatan Kandeman.

Sulis datang bersama teman-temannya setelah mendapatkan kupon dari kegiatan upacara di kawasan Dracik Kampus. Untuk menukarkan kupon dengan makanan, ia harus melakukan scan QRIS terlebih dahulu.

Menurut Sulis, penggunaan QRIS sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Ia mengaku telah menggunakan QRIS selama hampir satu tahun, terutama saat berbelanja di supermarket maupun pedagang yang menyediakan pembayaran digital.

Baca Juga :  50 Desa Rawan Kekeringan di Batang Disiagakan Pompa Air, Tujuh Kecamatan Masuk Zona Paling Rentan

“Lebih memudahkan. Kalau pakai cash, kalau kembalian Rp1.000 atau Rp2.000 itu kan seperti buang sedikit. Kalau di QRIS tinggal dipencet, transaksinya sesuai dengan yang kita beli,” paparnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi Pemkab Batang dengan Bank Indonesia dalam Pekan QRIS Nasional 2026.

Kepala Perwakilan BI Tegal Bimala mengatakan, QRIS dalam kegiatan tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai alat pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem transaksi nontunai sekaligus mendukung kegiatan sosial.

Pekan QRIS digelar setiap 11-17 Agustus, bertepatan dengan momentum peluncuran QRIS pada 17 Agustus 2019.

Di Batang, edukasi transaksi digital dilakukan dengan cara yang langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat. Warga tidak hanya diberi penjelasan tentang QRIS, tetapi menggunakannya secara langsung untuk mendapatkan makanan.

Pada saat yang sama, transaksi tersebut memiliki dampak sosial karena diarahkan menjadi wakaf untuk pembangunan sumur bor.

Skema ini membuat satu transaksi memiliki manfaat berlapis, yakni UMKM mendapatkan ruang berjualan, masyarakat mendapatkan pengalaman menggunakan pembayaran nontunai, dan transaksi yang terkumpul diarahkan untuk membantu penyediaan air bagi warga yang membutuhkan.

Dengan demikian, kegiatan makan gratis dalam resepsi HUT ke-81 RI di Batang tidak berhenti sebagai agenda pembagian konsumsi. Jalan Veteran malam itu berubah menjadi ruang praktik pembayaran digital, tempat UMKM dan masyarakat bertransaksi tanpa uang tunai sekaligus ikut mengumpulkan wakaf untuk pembangunan sumur bor.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang
Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan
Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu
Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang
PPPK Batang Diminta Tuntaskan Masalah Pelayanan Warga
Punya Budget Rp3,8 Miliar, DPUPR Batang Pede Perbaiki Dua Ruas Jalan Ini
Cerita Saadah Simpan Uang Rusak di Laci, Tunggu Momen Ditukar Baru di Pegadaian Limpung
Kejurnas Sprint Rally di KITB Batang Tembus 111 Pembalap, Ada Lintasan Baru di Kawasan Hutan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:21 WIB

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kejari Batang Musnahkan Ratusan Barang Bukti dan Ajak Pelajar-Santri Deklarasi Perundungan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Kurangi Biaya Operasional Melaut, Puluhan Nelayan Roban Barat Batang Dilatih Perbaiki Mesin Perahu

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Di depan layar Komputer, Siswa SD di Batang Berkenalan dengan Teman Sebaya di Toyama Jepang

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:03 WIB

PPPK Batang Diminta Tuntaskan Masalah Pelayanan Warga

Berita Terbaru

Ratusan kelompok atau suku yang mendiami di sudut terpencil di bumi memilih hidup menjauh dari peradaban dan menutup diri dari dunia luar. Foto: Ilustrasi AI

Humaniora

Suku-Suku yang Masih Memilih Terisolasi dari Peradaban

Minggu, 18 Okt 2026 - 06:10 WIB

Pemandangan menakjubkan kepulauan British Island di Karibia yang menjadi salah satu destinasi wisata termahal di dunia. Foto: Ilustrasi AI

Wisata

10 Destinasi Wisata Termahal di Dunia

Sabtu, 17 Okt 2026 - 06:10 WIB