Kemarau Belum Memuncak, 816 Warga Pekalongan Sudah Bergantung pada Truk Tangki Air

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Puluhan warga mengantre distribusi air bersih dari Koramil Sragi, Rabu (5/8/26). Foto : Istimea

Puluhan warga mengantre distribusi air bersih dari Koramil Sragi, Rabu (5/8/26). Foto : Istimea

Sumur mengering sejak sebulan terakhir, distribusi air bersih mulai menjadi penyangga kebutuhan hidup ratusan keluarga di Sragi.

PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Musim kemarau 2026 baru memasuki fase awal, namun ratusan warga di Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, sudah kehilangan akses terhadap sumber air bersih. Sumur-sumur warga mengering sejak sekitar satu bulan terakhir, membuat kebutuhan paling mendasar seperti mandi, memasak, hingga mencuci kini bergantung pada kedatangan truk tangki.

Kondisi tersebut terjadi di Kelurahan Sragi, tepatnya di Dukuh Ringinpitu A, Ringinpitu B, Gebyang dan Dukuh Pesantren. Berdasarkan pendataan pemerintah desa, sedikitnya 238 kepala keluarga atau sekitar 816 jiwa terdampak krisis air bersih akibat kemarau.

Situasi itu memaksa Kodim Pekalongan turun langsung melakukan distribusi air bersih. Selama dua hari terakhir, sebanyak tiga mobil tangki dengan total sekitar 13.500 liter air bersih telah disalurkan kepada warga terdampak.

Penyaluran pada hari pertama dilakukan aparat TNI setempat bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Pekalongan, sedangkan hari berikutnya dilaksanakan secara mandiri oleh Koramil 11 Sragi.

Baca Juga :  KTP Darmi Dipakai Orang Lain untuk Pinjaman di Dua Lembaga Keuangan, Desa Turun Tangan

Danramil Sragi Kapten Inf Riyanto mengatakan distribusi air bersih menjadi aksi cepat tanggap yang merespon kebutuhan dan kesulitan yang sedang mulai dialami masyarakat.

“Kami sudah salurkan tiga mobil tangki air bersih untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan,” ungkapnya, Sabtu (5/8/2026).

Pihaknya berharap distribusi air bersih bisa mengurangi kesulitan masyarakat selama mengahadapi musim kekeringan yang panjang ini.

“Harapan kami ini bisa membantu warga Kecamatan Sargi yang sedang terdampak,” tutupnya.

Bagi warga, air bersih kini menjadi barang yang paling dinanti. Wahadi, salah seorang warga terdampak, mengatakan sumur di lingkungannya sudah tidak mampu lagi mengangkat air.

Selama mengalami kekeringan ini warga hanya mengandalkan pasokan air dari musala terdekat sembari menunggu kiriman bantuan dari pihak luar yang datang.

“Jadi kondisi sumur warga sudah tidak lagi mengalir karena airnya tidak bisa terpompa naik. Bantuan air bersih dari Kodim dan BPBD ini jadi satu-satunya harap,” jelasnya.

Baca Juga :  Breaking News! Perangkat Desa Kalipancur Pekalongan Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sementara itu, Kepala Desa Sragi, Teguh, menambahkan fenomena kekeringan sebenarnya hampir selalu terjadi setiap tahun ketika memasuki puncak musim kemarau, terutama pada periode Juli hingga September.

Meski demikian kebutuhan air bersih tetap menjadi persoalan yang terus terjadi dan berulang sehingga harus segera ditangani agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

“Droping air bersih pun menjadi solusi darurat yang setiap tahun harus kembali dilakukan. Selama sumber air warga belum pulih, distribusi menggunakan truk tangki menjadi penopang utama kebutuhan utama,” katanya.

Dengan prakiraan musim kemarau yang masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan, kebutuhan distribusi air bersih diperkirakan masih akan terus meningkat, terutama jika wilayah-wilayah lain mulai mengalami penurunan debit air tanah seperti yang telah terjadi di Sragi.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih
Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan
Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai
Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu
MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon
Sekda Pekalongan Angkat Bicara, Panitia Karnaval Sebagai Respons Video Viral Aksi Mirip Ritual Satanik
Video Aksi Karnaval Pekalongan Viral, Polisi Turun Tangan Mulai Penyelidikan
Buntut Viral Aksi Mirip Ritual Satanik di Karnaval Pekalongan, Tahun Depan Bakal Dievaluasi

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:00 WIB

Tiap Tahun Kekeringan, Warga Kesesi Lega Dibantu 18 Ribu Liter Air Bersih

Sabtu, 19 September 2026 - 15:21 WIB

Donasi Gempa NTT dari Pekalongan Tembus Rp127 Juta, Rp60 Juta Sudah Disalurkan

Rabu, 16 September 2026 - 07:46 WIB

Polres Pemalang Hentikan Perkara Chat Mesum ke Anak, Korban dan Pelaku Sepakat Damai

Selasa, 15 September 2026 - 12:41 WIB

Viral Karnaval Simbangkulon, Lurah Akui Mental Panitia Terganggu

Selasa, 15 September 2026 - 10:33 WIB

MUI Pekalongan Sebut Tak Perlu Salat Taubat Terkait Kontroversi Karnaval Simbangkulon

Berita Terbaru

Banyak Megapolitan global memiliki PDB melampaui negara maju yang notabene secara ekonomi melebihi negara berkembang. Foto: Ilustrasi AI

Ekonomi

Ketika Ekonomi Sebuah Kota Melampaui Negara

Jumat, 16 Okt 2026 - 06:10 WIB

Kolaborasi PLTU Batang dan DLHK Jawa Tengah menanam 1.300 bibit mangrove di Desa Denasri Kulon, Kamis (15/10/26). Foto: Istumewa

Batang

BPI dan DLHK Jateng Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Batang

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:21 WIB

Wakil Wali Kota Pekalongan Balqis Diab mengajak pelaku usaha batik untuk memperkuat digital marketing, Kamis (15/10/26). Foto: dok Pemkot Pekalongan

Kota Pekalongan

Pelaku Usaha Batik di Kota Pekalongan Diajak Perkuat Digital Marketing

Kamis, 15 Okt 2026 - 12:17 WIB