SLAWI, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Tegal mengubah pendekatan dalam menekan angka stunting. Jika selama ini penanganan lebih banyak difokuskan pada ibu hamil dan balita, kini sasaran bergeser lebih awal, yakni remaja putri di bangku sekolah.
Langkah tersebut diwujudkan melalui inovasi KACANG BOGARES (Kawal dan Cegah Stunting Bersama Optimalkan Generasi Remaja Sehat) yang mulai diterapkan di SMAN 3 Slawi. Sistem ini memanfaatkan aplikasi digital untuk memantau kepatuhan siswi mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), sekaligus mendeteksi risiko anemia sejak dini.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, mengatakan stunting tidak bisa dicegah hanya ketika seorang perempuan sudah hamil. Persiapan kesehatan calon ibu harus dimulai sejak masa remaja.
“Remaja putri harus dipastikan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah agar ketika nanti menjadi ibu, kondisi kesehatannya baik sehingga mampu melahirkan generasi yang bebas stunting,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Melalui aplikasi tersebut, petugas kesehatan dapat mengetahui siswi yang belum mengonsumsi TTD. Pemantauan juga melibatkan konselor sebaya yang bertugas mengingatkan teman-temannya agar disiplin menjalankan program.
Selain mencatat kepatuhan minum tablet tambah darah, aplikasi itu juga menyediakan edukasi kesehatan reproduksi, informasi pencegahan stunting, deteksi dini anemia, pemantauan penanganan anemia, hingga layanan konsultasi bagi remaja.
Menurut Edy, inovasi tersebut merupakan pengembangan yang telah dirancang sejak tahun lalu dan mulai diimplementasikan tahun ini melalui kolaborasi Dinas Kesehatan dengan kalangan akademisi.
Pemkab Tegal berharap pendekatan berbasis data tersebut mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting. Tren penurunan yang mulai terlihat pada 2025 diharapkan terus berlanjut hingga target prevalensi stunting sebesar 14 persen bahkan bisa lebih rendah.
Kepala SMAN 3 Slawi, Sunarni, menambahkan pembentukan budaya hidup sehat di kalangan remaja membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemantauan rutin serta edukasi mengenai gizi dan pencegahan anemia akan membantu siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
“Kesadaran menjaga kesehatan sejak remaja menjadi bekal penting agar mereka kelak menjadi calon ibu yang sehat dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” katanya.
Dengan menyasar remaja putri sebagai kelompok yang dipersiapkan menjadi calon ibu, Kabupaten Tegal mencoba memutus mata rantai stunting lebih awal, sebelum masalah gizi kronis itu terjadi pada generasi berikutnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













