1.300 Pelajar di Batang Terdeteksi Alami Mata Minus, Kebiasaan Main Gadget Jadi Sorotan

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sedikitnya 1.300 pelajar di Kabupaten Batang terdeteksi mengalami gangguan tajam penglihatan atau mata minus berdasarkan hasil Program CKG yang dilaksanakan Dinkes Batang sepanjang tahun ini, Selasa (21/7/26). Foto : Ilustrasi AI

Sedikitnya 1.300 pelajar di Kabupaten Batang terdeteksi mengalami gangguan tajam penglihatan atau mata minus berdasarkan hasil Program CKG yang dilaksanakan Dinkes Batang sepanjang tahun ini, Selasa (21/7/26). Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Sedikitnya 1.300 pelajar di Kabupaten Batang terdeteksi mengalami gangguan tajam penglihatan atau mata minus berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang sepanjang tahun ini. Kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu lama disebut menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus tersebut.

Data Dinkes Batang menunjukkan, dari target pemeriksaan sebanyak 48.236 pelajar, petugas kesehatan telah melakukan skrining terhadap 43.058 siswa atau sekitar 89,27 persen. Hasilnya, sebanyak 41.758 siswa (96,98 persen) memiliki kondisi penglihatan normal, sedangkan sekitar 1.300 pelajar atau 3,02 persen terindikasi mengalami gangguan tajam penglihatan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Batang, Isnaeni Oktavia, mengatakan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik menjadi salah satu faktor dominan yang memicu gangguan penglihatan pada anak usia sekolah.

Baca Juga :  Puluhan Penyintas Talasemia di Batang Jadi Alarm, Siswa SMA Mulai Dikenalkan Skrining Sebelum Menikah

“Sebagian besar karena penggunaan gadget yang tidak terkontrol, meskipun ada juga faktor keturunan. Misalnya dalam satu keluarga hampir semuanya menggunakan kacamata,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, paparan layar ponsel, tablet maupun komputer dalam durasi yang panjang tanpa diimbangi waktu istirahat mata dapat mempercepat munculnya keluhan rabun jauh pada anak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kesehatan mata berpengaruh langsung terhadap kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Anak yang mengalami mata minus tetapi tidak segera ditangani berpotensi mengalami kesulitan melihat tulisan di papan tulis, menurunnya konsentrasi, hingga berdampak pada prestasi belajar.

Karena itu, Dinkes Batang mengimbau orang tua untuk tidak mengabaikan keluhan anak yang mulai sering menyipitkan mata, mendekatkan wajah saat membaca atau mengeluhkan pandangan kabur.

Baca Juga :  Di Tengah Maraton Pemeriksaan KPK, Kuasa Hukum Minta Program Berobat Gratis Warisan Fadia Arafiq Tetap Berjalan

Bagi siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan, Dinkes menyarankan agar segera menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.

“Langkah awalnya datang ke puskesmas untuk diperiksa, kemudian bila diperlukan akan dirujuk ke poli mata di rumah sakit,” jelas Isnaeni.

Ia menambahkan, masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh kacamata sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku.

Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap gangguan penglihatan pada anak dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum memengaruhi aktivitas belajar maupun kualitas hidup mereka.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Stunting Tak Lagi Ditangani Saat Bayi, Kabupaten Tegal Mulai Awasi Remaja Putri Lewat Aplikasi
200 Ibu Hamil Padati Hotel di Brebes, Ternyata Ini yang Mereka Cari
7.700 Warga Kota Tegal Bakal Jalani Skrining TBC, Kontak Pasien Serumah Jadi Prioritas
Puluhan Penyintas Talasemia di Batang Jadi Alarm, Siswa SMA Mulai Dikenalkan Skrining Sebelum Menikah
Baru Angkatan Kedua, Prodi Apoteker UMPP Ramai Peminat Hingga Luar Jawa
Dapur MBG Pecalungan Kembali Disorot, Dinkes Batang Temukan Lalat hingga Area Produksi Dekat Kandang Ayam
Tiga Daerah di Eks Karesidenan Pekalongan Keluar dari Status UHC Prioritas, Kepatuhan Iuran Peserta Mandiri Jadi Sorotan
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Stunting Tak Lagi Ditangani Saat Bayi, Kabupaten Tegal Mulai Awasi Remaja Putri Lewat Aplikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:28 WIB

200 Ibu Hamil Padati Hotel di Brebes, Ternyata Ini yang Mereka Cari

Senin, 27 Juli 2026 - 14:37 WIB

7.700 Warga Kota Tegal Bakal Jalani Skrining TBC, Kontak Pasien Serumah Jadi Prioritas

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:21 WIB

1.300 Pelajar di Batang Terdeteksi Alami Mata Minus, Kebiasaan Main Gadget Jadi Sorotan

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:03 WIB

Puluhan Penyintas Talasemia di Batang Jadi Alarm, Siswa SMA Mulai Dikenalkan Skrining Sebelum Menikah

Berita Terbaru