BATANG, KANALPLUS.ID – Sedikitnya 1.300 pelajar di Kabupaten Batang terdeteksi mengalami gangguan tajam penglihatan atau mata minus berdasarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang sepanjang tahun ini. Kebiasaan menatap layar gawai dalam waktu lama disebut menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus tersebut.
Data Dinkes Batang menunjukkan, dari target pemeriksaan sebanyak 48.236 pelajar, petugas kesehatan telah melakukan skrining terhadap 43.058 siswa atau sekitar 89,27 persen. Hasilnya, sebanyak 41.758 siswa (96,98 persen) memiliki kondisi penglihatan normal, sedangkan sekitar 1.300 pelajar atau 3,02 persen terindikasi mengalami gangguan tajam penglihatan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Batang, Isnaeni Oktavia, mengatakan meningkatnya penggunaan perangkat elektronik menjadi salah satu faktor dominan yang memicu gangguan penglihatan pada anak usia sekolah.
“Sebagian besar karena penggunaan gadget yang tidak terkontrol, meskipun ada juga faktor keturunan. Misalnya dalam satu keluarga hampir semuanya menggunakan kacamata,” katanya kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, paparan layar ponsel, tablet maupun komputer dalam durasi yang panjang tanpa diimbangi waktu istirahat mata dapat mempercepat munculnya keluhan rabun jauh pada anak.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kesehatan mata berpengaruh langsung terhadap kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Anak yang mengalami mata minus tetapi tidak segera ditangani berpotensi mengalami kesulitan melihat tulisan di papan tulis, menurunnya konsentrasi, hingga berdampak pada prestasi belajar.
Karena itu, Dinkes Batang mengimbau orang tua untuk tidak mengabaikan keluhan anak yang mulai sering menyipitkan mata, mendekatkan wajah saat membaca atau mengeluhkan pandangan kabur.
Bagi siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan, Dinkes menyarankan agar segera menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.
“Langkah awalnya datang ke puskesmas untuk diperiksa, kemudian bila diperlukan akan dirujuk ke poli mata di rumah sakit,” jelas Isnaeni.
Ia menambahkan, masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk memperoleh kacamata sesuai indikasi medis dan prosedur yang berlaku.
Melalui Program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah berharap gangguan penglihatan pada anak dapat diketahui lebih dini sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum memengaruhi aktivitas belajar maupun kualitas hidup mereka.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












