Stunting Tak Lagi Ditangani Saat Bayi, Kabupaten Tegal Mulai Awasi Remaja Putri Lewat Aplikasi

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Penanganan stunting di Kabupaten Tegal kini mulai menyasar remaja putri di tingkat SMA dengan mengkonsumsi tablet tambah darah dan pemantauan kepatuhan melalui aplikasi, Senin (3/8/26). Foto : Ilustsrasi

Penanganan stunting di Kabupaten Tegal kini mulai menyasar remaja putri di tingkat SMA dengan mengkonsumsi tablet tambah darah dan pemantauan kepatuhan melalui aplikasi, Senin (3/8/26). Foto : Ilustsrasi

SLAWI, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kabupaten Tegal mengubah pendekatan dalam menekan angka stunting. Jika selama ini penanganan lebih banyak difokuskan pada ibu hamil dan balita, kini sasaran bergeser lebih awal, yakni remaja putri di bangku sekolah.

Langkah tersebut diwujudkan melalui inovasi KACANG BOGARES (Kawal dan Cegah Stunting Bersama Optimalkan Generasi Remaja Sehat) yang mulai diterapkan di SMAN 3 Slawi. Sistem ini memanfaatkan aplikasi digital untuk memantau kepatuhan siswi mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), sekaligus mendeteksi risiko anemia sejak dini.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Edy Sucipto, mengatakan stunting tidak bisa dicegah hanya ketika seorang perempuan sudah hamil. Persiapan kesehatan calon ibu harus dimulai sejak masa remaja.

“Remaja putri harus dipastikan rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah agar ketika nanti menjadi ibu, kondisi kesehatannya baik sehingga mampu melahirkan generasi yang bebas stunting,” ujarnya, Senin (3/8/2026).

Baca Juga :  Baru Angkatan Kedua, Prodi Apoteker UMPP Ramai Peminat Hingga Luar Jawa

Melalui aplikasi tersebut, petugas kesehatan dapat mengetahui siswi yang belum mengonsumsi TTD. Pemantauan juga melibatkan konselor sebaya yang bertugas mengingatkan teman-temannya agar disiplin menjalankan program.

Selain mencatat kepatuhan minum tablet tambah darah, aplikasi itu juga menyediakan edukasi kesehatan reproduksi, informasi pencegahan stunting, deteksi dini anemia, pemantauan penanganan anemia, hingga layanan konsultasi bagi remaja.

Menurut Edy, inovasi tersebut merupakan pengembangan yang telah dirancang sejak tahun lalu dan mulai diimplementasikan tahun ini melalui kolaborasi Dinas Kesehatan dengan kalangan akademisi.

Pemkab Tegal berharap pendekatan berbasis data tersebut mampu mempercepat penurunan prevalensi stunting. Tren penurunan yang mulai terlihat pada 2025 diharapkan terus berlanjut hingga target prevalensi stunting sebesar 14 persen bahkan bisa lebih rendah.

Baca Juga :  Dari Bengkel Sekolah di Tegal ke Podium Mandalika, Prestasi Aditya Jadi Bukti SMK Bisa Cetak Juara Nasional

Kepala SMAN 3 Slawi, Sunarni, menambahkan pembentukan budaya hidup sehat di kalangan remaja membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Menurutnya, pemantauan rutin serta edukasi mengenai gizi dan pencegahan anemia akan membantu siswa memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Kesadaran menjaga kesehatan sejak remaja menjadi bekal penting agar mereka kelak menjadi calon ibu yang sehat dan mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” katanya.

Dengan menyasar remaja putri sebagai kelompok yang dipersiapkan menjadi calon ibu, Kabupaten Tegal mencoba memutus mata rantai stunting lebih awal, sebelum masalah gizi kronis itu terjadi pada generasi berikutnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

200 Ibu Hamil Padati Hotel di Brebes, Ternyata Ini yang Mereka Cari
7.700 Warga Kota Tegal Bakal Jalani Skrining TBC, Kontak Pasien Serumah Jadi Prioritas
1.300 Pelajar di Batang Terdeteksi Alami Mata Minus, Kebiasaan Main Gadget Jadi Sorotan
Puluhan Penyintas Talasemia di Batang Jadi Alarm, Siswa SMA Mulai Dikenalkan Skrining Sebelum Menikah
Baru Angkatan Kedua, Prodi Apoteker UMPP Ramai Peminat Hingga Luar Jawa
Dapur MBG Pecalungan Kembali Disorot, Dinkes Batang Temukan Lalat hingga Area Produksi Dekat Kandang Ayam
Tiga Daerah di Eks Karesidenan Pekalongan Keluar dari Status UHC Prioritas, Kepatuhan Iuran Peserta Mandiri Jadi Sorotan
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Stunting Tak Lagi Ditangani Saat Bayi, Kabupaten Tegal Mulai Awasi Remaja Putri Lewat Aplikasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:28 WIB

200 Ibu Hamil Padati Hotel di Brebes, Ternyata Ini yang Mereka Cari

Senin, 27 Juli 2026 - 14:37 WIB

7.700 Warga Kota Tegal Bakal Jalani Skrining TBC, Kontak Pasien Serumah Jadi Prioritas

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:21 WIB

1.300 Pelajar di Batang Terdeteksi Alami Mata Minus, Kebiasaan Main Gadget Jadi Sorotan

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:03 WIB

Puluhan Penyintas Talasemia di Batang Jadi Alarm, Siswa SMA Mulai Dikenalkan Skrining Sebelum Menikah

Berita Terbaru