KOTA TEGAL, KANALPLUS.ID – Pemerintah Kota Tegal mulai mengubah strategi penanganan tuberkulosis (TBC) dengan menyasar orang-orang yang tinggal serumah maupun memiliki kontak erat dengan pasien. Sebanyak 7.700 warga ditargetkan mengikuti skrining TBC dan pemeriksaan kesehatan gratis hingga November 2026 sebagai upaya mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal M. Zaenal Abidin mengatakan program tersebut akan dilaksanakan di 77 lokasi yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Tegal.
Menurutnya, pendekatan baru ini mengintegrasikan pelacakan kontak pasien TBC dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sehingga masyarakat yang berisiko tertular tidak hanya didata, tetapi juga menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
“Program ini merupakan strategi baru yang mengintegrasikan investigasi kontak pasien TBC dengan layanan CKG. Jadi masyarakat yang kontak serumah maupun kontak erat tidak hanya dilakukan pelacakan, tetapi juga memperoleh skrining kesehatan secara komprehensif,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, setiap lokasi ditargetkan memeriksa sekitar 100 orang, sehingga total sebanyak 7.700 warga akan menjalani skrining selama periode Juli hingga November 2026.
Zaenal menjelaskan strategi tersebut diharapkan mampu menemukan kasus TBC lebih cepat, memperluas akses layanan kesehatan, sekaligus mengurangi stigma yang selama ini membuat sebagian penderita enggan memeriksakan diri atau menyelesaikan pengobatan.
Sementara itu, Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menilai TBC masih menjadi persoalan kesehatan serius karena penularannya masih tinggi dan kerap diperparah oleh stigma di masyarakat.
Menurutnya, target nasional eliminasi TBC pada 2030 tidak akan tercapai apabila hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Keterlibatan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat hingga warga dinilai menjadi kunci keberhasilan pengendalian penyakit tersebut.
Sebagai bagian dari penguatan penanganan TBC, Pemerintah Kota Tegal juga menetapkan 27 kelurahan sebagai Kelurahan Siaga TBC. Keberadaan kelurahan siaga diharapkan memperkuat pelacakan kasus, edukasi kepada masyarakat, serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas sehingga risiko penularan dapat ditekan.
Melalui strategi baru yang berfokus pada deteksi dini di lingkungan keluarga dan kelompok berisiko, Pemerintah Kota Tegal berharap lebih banyak kasus TBC dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum penyakit menyebar lebih luas.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













