BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri akad massal KPR subsidi di Kabupaten Batang, suara warga sekitar lokasi perumahan justru menghadirkan perspektif berbeda mengenai program rumah bersubsidi.
Suhati (40), warga Desa Kaliwareng, menilai harga rumah subsidi Rp166 juta dengan cicilan sekitar Rp1 juta per bulan sebenarnya masih tergolong wajar bagi masyarakat.
“Standar saja sih menurut saya, tapi nyicilnya itu lama sekali,” ujarnya kepada kanalplus.id, Kamis (30/7/2026).
Namun, menurutnya, sebagian warga desa justru lebih memilih membangun rumah sendiri dibanding membeli rumah subsidi.
Bukan karena harga rumah dianggap mahal, melainkan karena tenor cicilan yang mencapai puluhan tahun.
“Kalau bangun sendiri bisa lebih luas. Orang sini kebanyakan tidak maunya karena waktunya terlalu lama,” katanya.
Ia mengaku beberapa warga tetap memanfaatkan program rumah subsidi, terutama pasangan muda yang baru berkeluarga dan belum memiliki rumah.
Meski demikian, Suhati berharap pemerintah lebih memberikan keleluasaan lantaran ekonomi sedang sulit, apalagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Yang baru berkeluarga mungkin masih bisa punya kesempatan, tapi kalau sudah seusia saya yang anaknya empat sangat sulit untuk memikirkan cicilan yang lama,” curhatnya.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD













