Warga Kaliwareng Sebut Cicilan KPR Subsidi Akad Massal Wajar, Tapi Tenor Dinilai Terlalu Panjang

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pintu masuk perumahan KPR bersubsidi di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang yang rencananya akan di hadiri Presiden Prabowo Subianto di acara akad massal, Kamis (30/7/26).

Pintu masuk perumahan KPR bersubsidi di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang yang rencananya akan di hadiri Presiden Prabowo Subianto di acara akad massal, Kamis (30/7/26).

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri akad massal KPR subsidi di Kabupaten Batang, suara warga sekitar lokasi perumahan justru menghadirkan perspektif berbeda mengenai program rumah bersubsidi.

Suhati (40), warga Desa Kaliwareng, menilai harga rumah subsidi Rp166 juta dengan cicilan sekitar Rp1 juta per bulan sebenarnya masih tergolong wajar bagi masyarakat.

“Standar saja sih menurut saya, tapi nyicilnya itu lama sekali,” ujarnya kepada kanalplus.id, Kamis (30/7/2026).

Baca Juga :  Sawah Pesisir Batang yang Terendam Rob Disulap Jadi Lahan Padi, Ikan Nila, dan Rumput Laut

Namun, menurutnya, sebagian warga desa justru lebih memilih membangun rumah sendiri dibanding membeli rumah subsidi.

Bukan karena harga rumah dianggap mahal, melainkan karena tenor cicilan yang mencapai puluhan tahun.

“Kalau bangun sendiri bisa lebih luas. Orang sini kebanyakan tidak maunya karena waktunya terlalu lama,” katanya.

Ia mengaku beberapa warga tetap memanfaatkan program rumah subsidi, terutama pasangan muda yang baru berkeluarga dan belum memiliki rumah.

Baca Juga :  Mbah Ojek Viral Masuk Tol Batang, Ternyata Salah Jalur Saat Antar Penumpang ke Pondok Pesantren

Meski demikian, Suhati berharap pemerintah lebih memberikan keleluasaan lantaran ekonomi sedang sulit, apalagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Yang baru berkeluarga mungkin masih bisa punya kesempatan, tapi kalau sudah seusia saya yang anaknya empat sangat sulit untuk memikirkan cicilan yang lama,” curhatnya.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak
Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal
10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?
Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia
Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal
Sehari Tembus Rp1,18 Miliar, Wastra Pantura Laris di KKI 2026
Haedar Nashir Ingatkan Jangan Sampai Pembangunan Nasional Berganti Arah Setiap Ganti Presiden
Haedar Nashir Dapat Kartu Wartawan Utama Khusus, Dewan Pers Soroti Tantangan Jurnalisme di Era AI

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 06:10 WIB

10 Kota di Indonesia dengan Jaringan Lampu Lalu Lintas Terbanyak

Sabtu, 26 September 2026 - 18:39 WIB

Akselerasi Kualitas Pendidikan, TMU Tegal Mantap Menuju Kampus Unggul di Tegal

Kamis, 17 September 2026 - 06:10 WIB

10 Negara dengan Jumlah Profesor Terbanyak di Dunia, Indonesia Masuk?

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Brasil Punya Ratusan Kota Besar, China Dominasi Kota Jutaan Penduduk: Ini Peta Kota Dunia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Muhammadiyah-Malaysia Pererat Hubungan Serumpun, Kerja Sama Pendidikan Jadi Langkah Awal

Berita Terbaru