PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Minggu pagi biasanya identik dengan olahraga atau bersantai bersama keluarga. Namun suasana janggal terlihat di lapangan belakang Setda Kabupaten Pekalongan. Sejak pagi, kawasan itu justru dipenuhi ribuan orang yang datang membawa sangkar burung.
Bukan tanpa alasan. Sebanyak 1.180 peserta dari berbagai daerah memadati lokasi untuk mengikuti Festival dan Lomba Burung Berkicau Kapolres Pekalongan Cup 4.
Jumlah peserta yang membludak membuat area perlombaan berubah menjadi ‘lautan sangkar’ dengan suara kicauan bersahut-sahutan dari berbagai jenis burung andalan.
Menariknya, peserta yang datang tidak hanya berasal dari Pekalongan Raya. Sejumlah kicau mania rela menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Jawa Barat hingga Jawa Timur demi mengadu kualitas burung peliharaan mereka.
Bagi kalangan penghobi, event ini bukan sekadar lomba biasa. Sejumlah kelas bergengsi menjadi arena pembuktian bagi para pemilik burung yang selama berbulan-bulan merawat dan melatih jagoannya agar tampil maksimal saat berada di gantangan.
Kelas Murai Batu menjadi salah satu yang paling banyak menyedot perhatian. Selain itu, persaingan juga terjadi di kelas Cucak Hijau, Kacer, Kenari, Anis Merah hingga Sirtu yang dipenuhi peserta dengan burung-burung unggulan.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan penyelenggaraan Kapolres Cup telah memasuki tahun keempat dan selalu mendapat respons besar dari komunitas pecinta burung.
“Peserta tidak hanya berasal dari Pekalongan, tetapi juga dari Jawa Timur dan Jawa Barat sehingga turut meramaikan lomba tahun ini,” katanya, Minggu (21/6/2026).
Fenomena membludaknya peserta menunjukkan bahwa dunia kicau mania masih memiliki magnet kuat. Di balik suara burung yang terdengar hanya beberapa menit di arena lomba, terdapat proses panjang yang dijalani pemiliknya, mulai dari perawatan harian, pengaturan pakan, hingga latihan rutin agar burung tampil dalam kondisi terbaik.
Tak hanya menghidupkan persaingan antar penghobi, keramaian acara juga membawa berkah bagi pedagang dan pelaku usaha di sekitar lokasi. Ribuan orang yang datang membuat aktivitas ekonomi di sekitar arena perlombaan ikut bergerak sejak pagi hari.
Dalam Kapolres Pekalongan Cup 4, panitia membuka 30 kelas perlombaan. Beberapa kelas yang paling diburu peserta antara lain Kelas Bhayangkara 80, Kelas Kapolres, Kelas Wakapolres, Kelas Kapolsek, dan Kelas Kota Santri.
Di tengah sengitnya persaingan para burung jawara, panitia dan kepolisian mengingatkan peserta untuk tetap menjunjung sportivitas agar adu gacor berlangsung tertib hingga akhir perlombaan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









