Program MBG dan KDMP Ditolak Mahasiswa Pemalang, Ini Alasannya

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi mahasiswa Pemalang berunjuk rasa menolak program MBG dan KDMP di Kawasan Simpang City Walk, Minggu (21/6/26).

Aksi mahasiswa Pemalang berunjuk rasa menolak program MBG dan KDMP di Kawasan Simpang City Walk, Minggu (21/6/26).

PEMALANG, KANALPLUS.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat mulai mendapat penolakan terbuka di daerah. Di Kabupaten Pemalang, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemalang Menggugat turun ke jalan menyuarakan keberatan mereka terhadap dua program tersebut, Minggu (21/6/2026).

Aksi yang berlangsung di kawasan Simpang City Walk Pemalang itu sempat menarik perhatian pengguna jalan. Sejumlah mahasiswa membentangkan spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah, sementara kepulan asap hitam dari pembakaran ban menjadi simbol protes atas kondisi yang mereka nilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Berbeda dengan aksi mahasiswa yang umumnya fokus pada isu lokal, demonstrasi kali ini justru menyoroti sejumlah kebijakan nasional yang dianggap perlu dievaluasi. Salah satu tuntutan utama mereka adalah penghentian program MBG dan KDMP.

Koordinator aksi, Yasir Sultoni, mengatakan penolakan tersebut muncul karena mahasiswa menilai pemerintah belum menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Truk Colt Diesel Ringsek Usai Seruduk Truk Trailer di Pantura Ampelgading Pemalang

“Aksi ini menjadi bentuk keresahan kita dengan situasi Indonesia sekarang,” kata Yasir di sela aksi.

Menurutnya, masyarakat saat ini menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat akibat kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok. Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa mempertanyakan efektivitas sejumlah program yang menyerap anggaran negara dalam jumlah besar.

Selain meminta penghentian MBG dan KDMP, massa juga mendesak pemerintah melakukan efisiensi di tingkat birokrasi dan kabinet. Mereka menyoroti berbagai pengeluaran negara yang dinilai tidak memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.

Mahasiswa menuntut perampingan kabinet, penghentian pemborosan fasilitas pemerintah, hingga evaluasi terhadap kunjungan kerja yang dianggap tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tidak hanya isu nasional, Aliansi Pemalang Menggugat juga membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kondisi daerah. Mereka meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah lebih serius menangani peredaran minuman keras ilegal, praktik prostitusi, serta berbagai penyakit masyarakat yang dinilai masih menjadi persoalan di Kabupaten Pemalang.

Baca Juga :  Mobilio Dicuri Saat Pemilik Terlelap, Polisi Ringkus Dua Pemuda dan Amankan Mobil Korban

Yasir menegaskan aksi tersebut bukan menjadi akhir dari gerakan yang mereka bangun. Apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons, mahasiswa mengaku siap menggalang dukungan yang lebih luas.

“Tentunya kalau pemerintah tidak mendengarkan, kami akan melakukan aksi lanjutan,” ujarnya.

Bahkan, kata Yasir, gerakan berikutnya tidak hanya akan melibatkan mahasiswa. Kelompok buruh, petani, hingga pekerja kecil disebut berpotensi diajak bergabung untuk menyuarakan persoalan yang sama.

“Tidak hanya mahasiswa, tapi juga buruh, para petani, pekerja kecil kita ajak turun ke jalan. Karena kita tahu, harga-harga kebutuhan pokok sudah naik,” tegasnya.

Aksi tersebut diikuti gabungan sejumlah organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Pemalang Menggugat, di antaranya BEM ITB ADIAS, HMI, PMII, dan GMNI.

Penulis : S Bernard

Editor : MAD

Berita Terkait

Pesan Damai dari Iran Jadi Magnet Car Free Day Pemalang, Ratusan Warga Sambut Pesepeda Keliling Asia
Sudah Lewati Enam Negara, Pesepeda Keliling Asia Asal Iran Ini Justru Jatuh Hati pada Keramahan Warga Indonesia
Ribuan Kilometer Bersepeda Keliling Asia, Perempuan Iran Ini Sebar Pesan ‘Slow Life’ Saat Singgah di Indonesia
Tragedi di Tugu Selamat Datang Pemalang, Ibu dan Anak Terlindas Truk Saat Menyeberang Jalur Pantura Satu Meninggal
Tiga Hari Dicari, Bocah Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Mengapung Tersangkut Rumpun Bambu
Viral di Medsos, Remaja SMK Diduga Curi Motor di Kost Comal Ternyata Sedang Magang di Kantor Desa
Dikira Motor Orang Lain, Penghuni Kost di Comal Baru Nyadar Jadi Korban Pencurian
Sehari Disisir Hingga Satu Kilometer, Bocah 6 Tahun yang Diduga Tenggelam di Sungai Comal Belum Ditemukan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:07 WIB

Sudah Lewati Enam Negara, Pesepeda Keliling Asia Asal Iran Ini Justru Jatuh Hati pada Keramahan Warga Indonesia

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:01 WIB

Ribuan Kilometer Bersepeda Keliling Asia, Perempuan Iran Ini Sebar Pesan ‘Slow Life’ Saat Singgah di Indonesia

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:59 WIB

Program MBG dan KDMP Ditolak Mahasiswa Pemalang, Ini Alasannya

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:06 WIB

Tragedi di Tugu Selamat Datang Pemalang, Ibu dan Anak Terlindas Truk Saat Menyeberang Jalur Pantura Satu Meninggal

Senin, 15 Juni 2026 - 10:39 WIB

Tiga Hari Dicari, Bocah Tenggelam di Sungai Comal Ditemukan Mengapung Tersangkut Rumpun Bambu

Berita Terbaru