PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – Sebuah warung makan di Jalan Kusuma Bangsa, Kota Pekalongan dilalap api hingga hingga ludes terbakar. Saat kejadian, warung yang berlokasi dekat Pasar Krempyeng tersebut dalam keadaan tutup setelah setengah hari berjualan.
Kebakaran terjadi, Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 13.30 atau setelah warung yang menjual menu sayur sop itu tutup. Diduga penyebab kebakaran akibat masakan ditinggal saat kompor masih menyala.
Salah satu saksi mata, Riyanto (47) mengaku melihat kebakaran saat titik api belum membesar dan sudah ada warga yang berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya.
“Saat itu saya sedang melintas di lokasi dan melihat beberapa warga berusaha memadamkan api. Saya kemudian berinisiatif melapor tapi ternyata sudah ada warga yang menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya,
Ia menyebut saat warga berusaha memadamkan api terhalang pagar seng yang menutup warung hingga akhirnya dua kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran, Yudha Wijaya mengatakan api bisa dijinakkan kurang dari satu jam setelah dua unit kendaraan dikerahkan ke lokasi.
Ia menyebut dua unit mobil pemadam yang dikerahkan berkapasitas 3.000 liter dan 6.000 liter dan saat proses pemadaman dibantu kru ambulans PMI, anggota polsek dan relawan serta warga sekitar.
“Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan pada warung makan beserta sejumlah perlengkapan usaha dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta,” jelasnya.
Yudha menambahkan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB dan sekitar pukul 14.23 WIB api berhasil dipadamkan serta situasi dinyatakan aman,” jelasnya.
Adapun berdasarkan informasi yang diterima, api pertama kali diketahui berasal dari area dapur warung. Saat kejadian, pemilik yang sedang merebus ayam disebut meninggalkan dapur untuk mencari makan.
“Tidak lama kemudian, pemilik mendapat kabar bahwa warungnya telah terbakar sehingga api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian bangunan serta peralatan usaha,” ungkapnya.
Sedangkan proses penanganan diawali dengan pemetaan kondisi lokasi (size up), pengisolasian titik api, pemadaman, hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









