Pertemuan Rahasia Sejumlah Kepala Puskesmas Batang di Pekalongan Picu Kontroversi di Tengah Kasus Dana BOK

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Sejumlah ASN yang ditengarai adalah sejumlah kepala Puskesmas dan jajarannya kepergok sedang melaksanakan pertemuan secara diam-diam pasca kasus dugaan korupsi dana BOK mencuat usai penetapan tersangka oleh Kejari Batang, Selasa (23/6/26). Foto : Istimewa

Sejumlah ASN yang ditengarai adalah sejumlah kepala Puskesmas dan jajarannya kepergok sedang melaksanakan pertemuan secara diam-diam pasca kasus dugaan korupsi dana BOK mencuat usai penetapan tersangka oleh Kejari Batang, Selasa (23/6/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Di tengah berjalannya proses hukum dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Blado II, sebuah pertemuan yang melibatkan sejumlah kepala puskesmas Kabupaten Batang di Kota Pekalongan mendadak menjadi sorotan publik.

Perhatian masyarakat muncul setelah beredarnya video berdurasi 2 menit 19 detik di media sosial pada Selasa (23/6/2026). Video tersebut memperlihatkan belasan orang yang sebagian besar mengenakan pakaian dinas harian (PDH) ASN sedang mengikuti pertemuan di sebuah rumah makan.

Dalam narasi yang menyertai unggahan video, disebutkan bahwa pertemuan itu berkaitan dengan situasi yang berkembang setelah dua pegawai Puskesmas Blado II ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Batang dalam perkara dugaan korupsi Dana BOK.

Rekaman tersebut memperlihatkan sekitar 14 peserta duduk mengelilingi meja panjang. Mereka tampak menyimak pembicaraan seorang pria berpakaian kasual yang berada di salah satu sisi ruangan. Suasana berlangsung santai, namun diskusi terlihat berjalan serius.

Baca Juga :  Dugaan Praktik Prostitusi dan WNA Tak Berdokumen Mengemuka dalam Audiensi Warga dengan Pengelola KEK Industropolis Batang

Informasi yang beredar menyebutkan kegiatan itu berlangsung di Rumah Makan Sego Dalem, Kota Pekalongan.

Munculnya video tersebut memicu beragam spekulasi karena berlangsung saat perhatian publik masih tertuju pada penanganan kasus Dana BOK Puskesmas Blado II. Namun, salah satu peserta yang hadir membantah adanya kaitan antara pertemuan tersebut dengan perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Kepala Puskesmas Bandar, Dodi, yang terlihat berada dalam pertemuan itu mengatakan agenda yang dibahas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dan para kepala puskesmas berkaitan dengan persiapan program Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Jadi kami itu membahas terkait WBK. Kita akan bikin seminar dan lain-lain,” ujarnya.

Meski demikian, Dodi tidak memberikan penjelasan lebih jauh ketika ditanya mengenai Dana BOK maupun isu yang berkembang di masyarakat. Usai pertemuan, ia langsung meninggalkan lokasi bersama peserta lainnya menggunakan kendaraan dinas.

Hingga kini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang belum memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan, materi pembahasan maupun peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Edukasi ke Sekolah Dekat Tol, PBTR Ingatkan Pelajar Jangan Nongkrong hingga Balap Liar di Area Exit Tol

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Batang masih melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi Dana BOK Puskesmas Blado II. Dalam perkara tersebut, penyidik telah menetapkan dua tersangka, yakni mantan Kepala Puskesmas Blado II Joko Utomo selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dana BOK serta Fachrudin yang menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Dana BOK.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang di lingkungan organisasi perangkat daerah.

Menurutnya, proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan pengadilan. Namun kasus tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh aparatur pemerintah daerah agar mengelola anggaran secara transparan dan sesuai aturan.

“Ya, pasti kita akan melakukan warning-warning untuk semua dinas tertentu agar tidak melakukan hal yang sama. Dan itu bertentangan dengan undang-undang dan menyakiti hati rakyat tentunya,” tegasnya.

Penulis : Achmad udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan
74 SPPG di Batang Bentuk Paguyuban, Seragamkan Standar Menu MBG
Jembatan Sempit Jadi Biang Macet Jalur Alternatif Menuju KITB, Pelebaran Diusulkan 2027

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Selasa, 8 September 2026 - 06:35 WIB

Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029

Berita Terbaru

Konsep Green Campus mulai diterapkan di Unikal yang diawali dengan kegiatan peningkatan kapasitas, Kamis (10/9/26). Foto: Istimewa

Kota Pekalongan

Universitas Pekalongan Mulai Bangun Green Campus

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:42 WIB