PEMALANG, KANALPLUS.ID – Operasi pencarian Khafidz Riski Al Wafi (7), bocah yang diduga tenggelam di Sungai Comal terus dilakukan. Pada hari kedua tim gabungan tidak hanya memperluas area penyisiran hingga tiga kilometer, tetapi juga menyiapkan penyelaman di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Sejak pukul 08.00 WIB, personel BASARNAS, BPBD Kabupaten Pemalang, PMI, ORARI, relawan, serta warga mulai bergerak menyusuri aliran Sungai Comal. Dua perahu karet diturunkan untuk menyisir sungai dari bawah Jembatan Pantura menuju arah utara.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan, strategi pencarian hari kedua diperluas setelah upaya pada Sabtu sore belum membuahkan hasil.
“Hari ini pencarian kami lanjutkan dari titik awal menuju ke arah utara dengan jangkauan sekitar tiga kilometer. Harapannya korban bisa segera ditemukan,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/6/2026).
Selain penyisiran di permukaan, tim juga mempersiapkan penyelaman di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam. Langkah itu diambil karena kondisi sungai yang memiliki kedalaman cukup signifikan sehingga memungkinkan korban berada di dasar atau terbawa arus.
“Korban masih anak-anak sehingga ada kemungkinan terseret arus. Karena itu, tim juga akan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian,” jelas Agus.
Menurutnya, kondisi Sungai Comal pada Minggu pagi cukup mendukung pelaksanaan operasi. Meskipun wilayah selatan sempat diguyur hujan, debit air tidak mengalami kenaikan berarti sehingga arus sungai relatif lebih tenang dibandingkan kondisi yang biasanya terjadi saat hujan deras.
Sungai dengan lebar sekitar 20 meter tersebut menjadi fokus pencarian sejak Khafidz dilaporkan hilang pada Sabtu pagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bocah asal Perumahan Bale Agung, Mengori, Kabupaten Pemalang itu datang bersama ibunya untuk menghadiri silaturahmi keluarga di Dusun Balutan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Comal. Saat keluarga berkumpul, korban diduga berjalan sendiri menuju Sungai Comal yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi acara.
Seorang warga sempat melihat Khafidz mengarah ke bawah Jembatan Comal. Bibi korban yang bergegas menuju lokasi bahkan sempat melihat bocah itu berada di tengah aliran sungai sambil berusaha mengapung. Namun sebelum pertolongan dapat diberikan, korban lebih dahulu hilang terbawa air.
Di tengah berlangsungnya operasi pencarian, keluarga korban memilih tetap menunggu di bantaran Sungai Comal. Mereka memantau setiap pergerakan perahu karet dan personel yang menyisir sungai, sembari berharap pencarian yang diperluas dan disertai penyelaman dapat segera memberikan kepastian mengenai keberadaan Khafidz.
Puluhan warga sekitar juga tampak memadati lokasi, memberikan dukungan kepada tim gabungan yang terus bekerja sejak pagi untuk mencari bocah berusia tujuh tahun tersebut.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









