PEKALONGAN, KANALPLUS.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang terus memperkuat sistem informasi perjalanan di Stasiun Pekalongan guna meminimalkan kasus pelanggan yang salah menaiki kereta api.
Langkah tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya pelanggan yang keliru menaiki kereta. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 28 pelanggan mengalami salah naik kereta di Stasiun Pekalongan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pola pelayanan agar informasi yang diterima pelanggan semakin jelas dan mudah dipahami.
“Kami terus mengoptimalkan berbagai saluran informasi mulai dari petugas boarding, papan informasi elektronik, monitor stasiun, aplikasi Access by KAI, hingga pengumuman melalui pengeras suara,” kata Luqman dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6/2026).
Selain itu, KAI juga memperkuat pengumuman secara berulang yang memuat nomor peron, nama kereta, dan stasiun tujuan akhir di area keberangkatan. Di dalam perjalanan, kondektur juga akan menyampaikan informasi relasi kereta sebelum dan sesaat setelah keberangkatan untuk mengantisipasi adanya pelanggan yang salah tujuan.
Menurut Luqman, sebagian besar kasus salah naik kereta terjadi karena pelanggan terburu-buru saat proses boarding sehingga kurang memperhatikan nama kereta, nomor perjalanan, maupun tujuan yang tertera pada tiket.
Meski jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan total volume penumpang yang dilayani, KAI tetap memberikan perhatian serius karena kesalahan tersebut dapat mengganggu kelancaran perjalanan pelanggan.
“Kami juga terus mengevaluasi fasilitas informasi visual seperti signage, papan petunjuk, jadwal perjalanan, hingga media informasi digital agar semakin mudah dilihat dan dipahami pelanggan,” ujarnya.
KAI juga tengah mengkaji pola pelayanan di sejumlah stasiun yang masih memiliki kejadian salah naik kereta, termasuk pengaturan arus pelanggan, penataan ruang tunggu, serta peningkatan peran petugas dalam memberikan informasi dan arahan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mempertahankan tren penurunan kasus salah naik kereta yang terjadi dalam dua tahun terakhir.
Untuk menghindari kesalahan, pelanggan diimbau datang lebih awal ke stasiun, memastikan nama kereta, nomor perjalanan, relasi dan tujuan sesuai tiket, memperhatikan informasi peron, tidak ragu bertanya kepada petugas, serta memeriksa kembali nomor kereta dan nomor tempat duduk setelah berada di dalam rangkaian.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk selalu teliti dan tidak terburu-buru saat akan naik kereta api. Dengan memastikan kesesuaian kereta yang dinaiki, pelanggan dapat terhindar dari salah tujuan sehingga perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan lancar,” tutup Luqman.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD









