BATANG, KANALPLUS.ID – Perjalanan Kereta Api Majapahit relasi Pasar Senen–Malang sempat berhenti luar biasa (BLB) setelah menabrak seorang pejalan kaki di jalur rel wilayah Desa Ponowareng, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Selasa 12 Mei 2026 malam. Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 22.25 WIB di petak jalan antara Stasiun Ujungnegoro dan Stasiun Kuripan, tepatnya di KM 71+300 hingga KM 71+600 masuk wilayah Desa Ponowareng. Masinis KA Majapahit bernama Dwi S. langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Stasiun Ujungnegoro usai kereta menabrak seorang laki-laki yang diketahui sedang berjalan di pinggir rel.
Berdasarkan keterangan kepolisian, korban diketahui bernama Kurniawan bin Dayat (26), warga Blok Pilang RT 01 RW 01 Desa Balareja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Kapolsek Tulis bersama anggota, personel subsektor Kandeman, tim Reskrim Polres Batang hingga Unit Identifikasi langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari petugas stasiun. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi terhadap korban.
Proses identifikasi dilakukan menggunakan alat IPS identifikasi melalui sidik jari jari tengah kiri korban. Dari hasil pencocokan data, identitas korban akhirnya berhasil diketahui sebelum jenazah dibawa ke RSUD Kalisari Batang untuk penanganan lebih lanjut.
Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyebut korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat akibat benturan keras dengan kereta api yang melaju dari arah Jakarta menuju Kediri.
Dua orang saksi turut dimintai keterangan, yakni Abdullah (48), warga Kecamatan Kandeman, dan Okky (24), seorang petugas keamanan asal Kecamatan Batang.
Sementara itu, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan akibat kejadian tersebut KA Majapahit sempat melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di lokasi kejadian pada pukul 22.26 WIB guna pemeriksaan sarana kereta.
Setelah itu, kereta kembali berhenti di Stasiun Kuripan pada pukul 22.37 WIB untuk memastikan kondisi rangkaian tetap aman sebelum melanjutkan perjalanan.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian, KA Majapahit kembali diberangkatkan dari Stasiun Kuripan pada pukul 22.42 WIB,” jelas Luqman Arif dalam siaran persnya, Rabu (13/5/2026).
Pihak KAI juga menyampaikan rasa prihatin atas kejadian tersebut. KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api demi keselamatan bersama.
Sepanjang Januari hingga 13 Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang tercatat telah melakukan 150 kali sosialisasi keselamatan. Rinciannya, 141 kegiatan dilakukan di perlintasan sebidang dan sembilan sosialisasi digelar di sekolah-sekolah di wilayah Daop 4 Semarang.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












