Usai Dikirab, Tombak Abirawa dan 62 Pusaka Leluhur Batang ini Jalani Prosesi Jamasan di Malam Satu Suro

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Peringatan Malam Satu Suro di Kabupaten Batang dilakukan dengan proses penjamasan Tombak Pusaka Abirawa peninggalan leluhur di pendopo kabupaten setempat, Senin (15/6/26) malam. Foto : Ilustrasi AI

Peringatan Malam Satu Suro di Kabupaten Batang dilakukan dengan proses penjamasan Tombak Pusaka Abirawa peninggalan leluhur di pendopo kabupaten setempat, Senin (15/6/26) malam. Foto : Ilustrasi AI

BATANG, KANALPLUS.ID – Suasana Pendopo Kabupaten Batang berubah khidmat saat puluhan pusaka diarak mengelilingi area sebelum menjalani prosesi penjamasan pada malam Satu Suro berlangsung. Kilauan tombak, keris dan pedang yang menjadi peninggalan leluhur seolah membawa masyarakat menelusuri jejak sejarah yang masih terus dijaga hingga kini.

Tradisi Penjamasan Tombak Abirawa tahun ini diawali dengan kirab 62 pusaka milik Pemerintah Kabupaten Batang. Rangkaian pusaka tersebut terdiri atas 56 tombak, lima keris dan satu pedang yang diarak secara berurutan menuju lokasi penjamasan sebagai simbol penghormatan terhadap warisan budaya daerah.

Di tengah prosesi yang berlangsung khusyuk, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menilai malam Satu Suro bukan sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk melakukan refleksi diri sekaligus memanjatkan doa menyambut tahun yang baru.

Baca Juga :  Pemkab Batang Ingin Industropolis Run 2026 Naik Kelas Jadi Sport Tourism

Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat untuk mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan, mulai dari kesehatan, rezeki, hingga keharmonisan keluarga selama satu tahun terakhir.

Malam satu suro ini menjadi momentum untuk bersyukur atas kesehatan, rezeki, keluarga, dan nikmat yang telah diberikan Allah SWT selama satu tahun terakhir,” ujarnya, Senin (15/6/2026) malam.

Faiz juga mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun dalam kalender Islam sebagai titik awal memperkuat niat dan harapan agar kehidupan ke depan dipenuhi kemudahan, kesehatan, serta keberkahan.

Lebih dari sekadar ritual membersihkan pusaka, penjamasan Tombak Abirawa dinilai memiliki pesan penting tentang menjaga identitas budaya. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus pengingat bahwa warisan sejarah perlu terus dirawat oleh generasi penerus.

Baca Juga :  Satpol PP Bakal Tertibkan PKL Depan RSUD Kalisari Batang, Pedagang Bertahan Diultimatum 14 Juli Pindah ke Pujasera

“Tradisi ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan nguri-uri budaya leluhur. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab menjaga warisan budaya dan melanjutkan perjuangan para pendahulu,” katanya.

Rangkaian malam Satu Suro semakin semarak dengan pagelaran wayang kulit yang digelar setelah prosesi penjamasan selesai. Pertunjukan seni tradisional itu menjadi magnet bagi warga yang memadati pendopo untuk menikmati perpaduan antara ritual adat dan hiburan budaya yang telah menjadi tradisi turun-temurun.

Melalui peringatan malam Satu Suro tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang berharap semangat menjaga budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus menjadi doa bersama agar Batang senantiasa menjadi daerah yang makmur, masyarakatnya hidup guyub rukun, serta memperoleh keberkahan dalam setiap langkah pembangunan.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bus Tunas Muda Terbakar di Tol Batang, 15 Penumpang Selamat
KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism
Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026
23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah
RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun
1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan
Gringsing Disiapkan Jadi Kota Baru Penyangga Industri Batang, Ditarget Rampung 2029
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Ekonomi? Warga Batang Bisa Ajukan Perubahan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 12:34 WIB

KEK Industropolis Batang Disiapkan Jadi Arena Sprint Rally, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dan Sport Tourism

Kamis, 10 September 2026 - 10:02 WIB

Terindikasi Judol 7.586 Penerima Bansos di Batang Ditangguhkan, 5.322 Kasus Baru 2026

Rabu, 9 September 2026 - 15:33 WIB

23 Karhutla Terjadi di Batang Saat Kemarau, Mayoritas Dipicu Bakar Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

RAPBD Batang 2027 Disusun Saat Dana Transfer Belum Pasti, Belanja Modal Malah Turun

Selasa, 8 September 2026 - 10:57 WIB

1.685 Warga Batang Sudah Masuk Kerja, Pemkab Masih Kejar 1.315 Penempatan

Berita Terbaru