Tawuran Gagal, Tiga Pelajar SMP Batang Malah Diciduk Polisi saat Motor Mogok dan Celurit 80 Cm Disita

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Tiga pelajar SMP di Kabupaten Batang diamankan Polsek Tulis setelah gagal tawuran, Jumat (24/7/26). Foto : Istimewa

Tiga pelajar SMP di Kabupaten Batang diamankan Polsek Tulis setelah gagal tawuran, Jumat (24/7/26). Foto : Istimewa

BATANG, KANALPLUS.ID – Rencana tawuran antarkelompok remaja di Kabupaten Batang berakhir antiklimaks. Tiga pelajar SMP justru diamankan polisi saat perjalanan pulang setelah aksi yang mereka rencanakan batal karena kalah jumlah. Nasib apes mereka bertambah ketika motor yang ditumpangi mogok dan petugas menemukan celurit sepanjang sekitar 80 sentimeter.

Aksi tawuran yang diduga melibatkan belasan remaja di kawasan Jalan Baru BIP, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, gagal terjadi. Namun, polisi tetap mengamankan tiga pelajar SMP yang kedapatan membawa senjata tajam.

Kapolsek Tulis AKP Sukarinto mengatakan, ketiga remaja itu diamankan sekitar pukul 23.30 WIB, Rabu (22/7/2026), saat petugas menggelar patroli bersama warga.

“Mereka terbukti membawa senjata tajam berupa celurit. Karena masih berstatus anak dan masih sekolah SMP, mereka tidak dilakukan penahanan, tetapi tetap diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Sukarinto kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :  Sok Sangar Todongkan Pistol Mainan, Perampok di Pemalang Gagal Gasak Toko Emas dan Berakhir jadi Pesakitan

Dari hasil pemeriksaan, ketiganya merupakan bagian dari rombongan sekitar 12 remaja yang sebelumnya berkumpul di Desa Sumur, Kecamatan Banyuputih. Mereka kemudian berangkat menuju kawasan BIP yang telah disepakati sebagai lokasi tawuran.

Namun setibanya di lokasi, rencana bentrokan urung dilakukan setelah kelompok mereka mengetahui lawan yang datang memiliki jumlah lebih banyak.

“Karena melihat kelompok lawannya lebih banyak, mereka takut lalu membubarkan diri dan pulang. Belum sempat terjadi perkelahian atau gesekan,” ujar Sukarinto.

Saat perjalanan pulang itulah keberuntungan mereka habis. Sepeda motor Honda Beat berwarna kuning yang ditumpangi bertiga tiba-tiba mogok di Jalan Baru BIP.

Bersamaan dengan itu, patroli gabungan polisi dan warga melintas di lokasi. Ketika dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan celurit sepanjang sekitar 80 sentimeter yang dibawa ketiga pelajar tersebut.

Baca Juga :  Datangi Kejari, Kapolres Batang Bawa Pesan Tegas Ancaman Hoaks

“Mereka naik satu motor bertiga. Saat motor mogok, kami lakukan pemeriksaan dan ditemukan senjata tajam,” jelasnya.

Polisi menyebut ketiga pelajar itu berasal dari wilayah berbeda, yakni Kecamatan Tulis, Kandeman dan kawasan Juragan. Sementara titik kumpul sebelum berangkat menuju lokasi tawuran berada di Desa Sumur, Kecamatan Banyuputih.

Meski tidak ditahan karena masih di bawah umur, ketiganya tetap menjalani pemeriksaan sesuai sistem peradilan pidana anak. Polisi juga memanggil orang tua masing-masing serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk pembinaan.

Kasus ini menuai keprihatinan lantaran aksi tawuran yang direncanakan remaja masih menjadi ancaman di Kabupaten Batang. Agar kejadian serupa tidak terulang, Polsek Tulis bakal lebih aktif patroli di lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul remaja pada malam hari.

Penulis : Achmad Udin

Editor : MAD

Follow WhatsApp Channel kanalplus.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri
Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita
Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari
Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis
Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma
Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan di Pekalongan Ungkap Sebelum Melapor Polisi Sempat Konsultasi di Polsek Kutasari
Polisi Minta Pelaku Pengeroyokan Pedagang Sosis di Karnaval Pekalongan Menyerahkan Diri
Kenapa Tak Ada Polisi Saat Pedagang Sosis Dikeroyok Belasan Pemuda di Karnaval Pekalongan, Ini Penjelasan Kapolsek Buaran

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Polisi Ungkap Motif Suami di Brebes Bacok Satu Keluarga Karena Ekonomi dan Sakit Hati Perkataan Kasar Istri

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Diduga Dipicu Cemburu, Pria di Brebes Tega Bacok Istri, Mertua hingga Anak Balita

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Dua Kasus Pengeroyokan di Karnaval Simbangkulon Pekalongan Masih Ditangani Polisi, Pelaku Dicari

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Usai Diperiksa Polisi, Kakak Adik Pedagang Sosis Korban Pengeroyokan Pulang ke Purbalingga untuk Pulihkan Fisik dan Psikis

Sabtu, 12 September 2026 - 07:50 WIB

Belum Banyak Istirahat Usai Dianiaya di Karnaval Pekalongan, Kakak Beradik Pedagang Sosis Ini Mengaku Trauma

Berita Terbaru