KANAL KOTA – Kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan di Kota Pekalongan. RSUD Bendan menghadirkan alat CT Scan 64 slice untuk membantu mendeteksi berbagai gangguan kesehatan, termasuk stroke dan cedera kepala. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini menargetkan layanan tersebut bisa diakses pasien BPJS Kesehatan mulai 1 November 2026.
Meski demikian, masyarakat masih perlu menunggu kepastian karena kerja sama pelayanan dengan BPJS Kesehatan sedang dalam proses persetujuan.
Kehadiran alat baru ini diharapkan memperluas akses pemeriksaan radiologi bagi warga Pekalongan. Selain mendukung diagnosis yang lebih detail, keberadaan CT Scan di rumah sakit setempat juga memberikan alternatif bagi pasien yang sebelumnya harus mencari layanan serupa di luar kota.
Direktur RSUD Bendan Kota Pekalongan, dr. Dwi Heri Wibawa, mengatakan pengadaan CT Scan 64 slice merupakan bagian dari dukungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setelah rumah sakit tersebut ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan prioritas.
Layanan prioritas itu mencakup kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak sengaja dihadirkan bertepatan dengan peringatan Hari Stroke Sedunia.
“Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat,” ujar Heri saat peluncuran CT Scan di aula RSUD Bendan, Kamis (29/10/2026).
Berbeda dengan pemeriksaan yang hanya ditujukan untuk pasien rawat jalan, CT Scan yang ditempatkan di area Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bendan juga disiapkan untuk mendukung pemeriksaan pasien dalam kondisi darurat.
Pasien dengan dugaan stroke, korban kecelakaan, serta penderita cedera kepala menjadi kelompok yang dapat memperoleh manfaat dari pemeriksaan tersebut sesuai indikasi medis.
Teknologi CT Scan 64 slice mampu menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh secara lebih detail. Pada pasien dengan dugaan stroke, pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengidentifikasi perdarahan di otak serta mendukung evaluasi kondisi yang berkaitan dengan gangguan pembuluh darah.
“Informasi dari pemeriksaan tersebut membantu dokter menentukan langkah penanganan berikutnya berdasarkan kondisi pasien,’ ucap Dwi Heri
Untuk mendukung pelayanan, RSUD Bendan telah menyiapkan dua dokter spesialis radiologi dan tenaga radiografer terlatih. Pihak rumah sakit juga berupaya menetapkan tarif pemeriksaan yang lebih terjangkau dibandingkan rumah sakit lain.
Namun, besaran tarif pemeriksaan dan kepastian waktu dimulainya layanan bagi peserta BPJS Kesehatan masih menjadi informasi yang perlu dipastikan lebih lanjut.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab menambahkan, penambahan fasilitas medis di RSUD Bendan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, masyarakat diharapkan dapat mengakses pemeriksaan dengan teknologi yang lebih canggih tanpa harus pergi ke luar kota.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya pencegahan penyakit dan perbaikan mutu pelayanan.
Balgis menyebut angka kematian akibat stroke di Kota Pekalongan mencapai 22,6 persen. Angka tersebut perlu dilihat berdasarkan sumber data, periode dan indikator yang digunakan agar dapat menggambarkan kondisi sebenarnya.
Ia mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Warga juga diajak memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mengenali faktor risiko penyakit sejak dini.
Balgis turut mengingatkan agar penambahan teknologi medis di rumah sakit diikuti peningkatan mutu pelayanan sesuai standar Kementerian Kesehatan.
Dengan hadirnya CT Scan 64 slice, RSUD Bendan diharapkan mampu memperkuat layanan diagnosis bagi masyarakat Kota Pekalongan. Kepastian tarif dan dimulainya pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan selanjutnya akan menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












