KANAL BATANG – Warga di wilayah selatan Kabupaten Batang berpeluang mendapatkan akses layanan rumah sakit lebih dekat. Pemerintah Kabupaten Batang tengah mengkaji rencana pembangunan rumah sakit daerah di kawasan tersebut untuk mengurangi jarak tempuh warga saat membutuhkan penanganan medis.
Sejumlah wilayah masuk dalam pertimbangan, mulai dari Kecamatan Bawang, Reban, hingga Bandar. Pemerintah daerah kini memeriksa kesiapan lahan sebelum menetapkan lokasi pembangunan.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan mengatakan, rencana pembangunan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah selatan atau daerah atas Batang.
Menurut dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang sedang mengkaji sejumlah alternatif lokasi, termasuk kawasan Semampir dan Bandar. Penentuan lokasi akan mempertimbangkan kesiapan lahan agar rencana pembangunan bisa ditindaklanjuti.
“Kami sedang mengupayakan rumah sakit di daerah atas atau wilayah selatan. Sekarang sedang dikaji, mana tanah yang paling siap. Yang terpenting nanti masyarakat kalau ke rumah sakit sudah tidak perlu menempuh perjalanan terlalu jauh,” ujar Faiz saat Sambang Desa di Candirejo, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai, keberadaan rumah sakit di wilayah selatan akan membantu warga Kecamatan Bawang, Reban, dan Blado mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus selalu menuju fasilitas rumah sakit di kawasan perkotaan.
Selama ini, jarak menuju rumah sakit menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan warga di wilayah yang jauh dari pusat kota, terutama ketika membutuhkan penanganan medis segera.
Namun, rencana pembangunan tersebut masih dalam tahap kajian. Pemerintah daerah belum menetapkan lokasi maupun jadwal pembangunan karena masih mempertimbangkan kesiapan lahan.
Selain menyiapkan rencana pembangunan rumah sakit, Pemkab Batang juga berupaya menjaga agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Faiz mengatakan, pemerintah daerah menargetkan kembali mencapai status UHC pada November 2026. Untuk mendukung jaminan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemkab Batang mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar setiap tahun.
Anggaran tersebut digunakan untuk menjamin masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk warga yang kepesertaan BPJS Kesehatannya tidak aktif atau belum memiliki jaminan kesehatan, sesuai ketentuan program yang berlaku.
“Insyaallah November nanti kita semua sudah kembali ke Universal Health Coverage. Setahun pemerintah menganggarkan sekitar Rp90 miliar agar masyarakat Kabupaten Batang yang sakit tetap bisa dilayani di rumah sakit, meskipun BPJS Kesehatannya tidak aktif,” bebernya.
Faiz menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan dan penerangan jalan umum. Ketersediaan fasilitas kesehatan serta jaminan pembiayaan pengobatan juga menjadi kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan.
Melalui rencana pembangunan rumah sakit di wilayah selatan dan penguatan jaminan kesehatan, pemerintah daerah berharap warga yang tinggal jauh dari pusat perkotaan memiliki akses pengobatan yang lebih mudah.
Meski demikian, realisasi rumah sakit baru tersebut masih bergantung pada hasil kajian lokasi dan kesiapan lahan. Bagi masyarakat wilayah selatan Batang, kepastian lokasi dan kelanjutan rencana pembangunan akan menjadi hal penting untuk ditunggu.
Penulis : Achmad Udin
Editor : MAD












